Kolom Tech

Prof.Djoko Suharto: Pengantar Infometrik, Harapan dan Kerja Keras

8 August 2009 610 views penulis: Infometrik Print This Post Print This Post

writingHarapan dan Kerja Keras Menuju Kebangkitan Teknologi

Ide untuk menerbitkan majalah teknologi online (www.infometrik.com) di bidang mekanika, material dan teknologi terapan merupakan usaha yang pantas untuk dihargai. Seperti diketahui kegunaan internet pada awal abad ke 21 sudah tidak terbantahkan lagi dimana informasi dapat diperoleh dimana saja dengan waktu yang sangat cepat. Namun perlu dicermati bahwa informasi yang diperoleh bisa merupakan informasi yang kurang terorganisasi secara sistematik dan tidak fokus. Penerbitan majalah teknologi ini merupakan usaha untuk meramu secara sistematik informasi di bidang mekanika, material dan teknologi terapan yang diharapkan berguna untuk mahasiswa dan para profesional dalam rangka menerapkan falsafah belajar sepanjang hajat.

Sebagian bidang mekanika dan material dipelajari dalam program studi Teknik Mesin, (nama yang sebenarnya tidak terlalu tepat merepresentasikan nama ”Mechanical Engineering” yang sudah dikenal di seluruh dunia). Sampai dengan pertengahan abad ke 20 bidang mekanika dan material mendominasi pengembangan teknologi terutama di bidang ”manufacturing” dan perancangan peralatan-peralatan mekanik. Dengan munculnya teknologi baru (emerging technology) seperti teknologi info, bio, nano, dan cogno maka antisipasi ke depan adalah menggabungkan Teknik Mesin klasik dengan teknologi baru tersebut (Djoko Suharto dan Andi Isra Mahyuddin”Masa Depan Pendidikan Teknik Mesin di Indonesia” ) sehingga akan muncul teknologi gabungan. Saya harap majalah ini akan banyak menerbitkan artikel yang membahas pengembangan bidang ini dan teknologi terapannya disamping artikel materi dasar yang perlu diketahui oleh para pembaca.

Majalah online ini diterbitkan pada tanggal 10 Agustus 2009 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Empat belas tahun yang lalu (10 Agustus 1995) bangsa Indonesia sangat bangga karena mampu melakukan terbang perdana pesawat prototipe N-250 yang sebagian besar dirancang oleh putra putra bangsa sendiri. Penulis bisa merasakan suasana pada waktu itu karena ikut bertugas di PT.IPTN yang dibentuk untuk mengemban misi alih teknologi. Namun karena krisis ekonomi pada tahun 1998, kegiatan tersebut berhenti dan sejak itu PT.IPTN, sekarang PT.Dirgantara Indonesia, mengalami kemunduran. Kejadian ini merupakan pelajaran yang sangat mahal untuk kita, dan para pengritik atau oposan dari program alih teknologi ini menyebutnya sebagai suatu kebijakan yang gagal.

Namun demikian kita bisa melihat dari sisi lain yang lebih optimis, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Sikap yang terpenting adalah tidak kenal menyerah dan selalu berani menghadapi tantangan. Suatu contoh dari sejarah yang terkenal adalah pidato Perdana MenteriInggris Winston Churchil yang mengobarkan semangat Never, Never Give Up kepada rakyat Inggris pada waktu menghadapi serangan dari Nazi Jerman dalam perang dunia ke II.

Saat ini 14 tahun setelah tanggal 10 Agustus 1995, proses pengembangan teknologi untuk bangsa perlu mendapat semangat baru dengan memakai strategi lain. Sepuluh tahun setelah era reformasi bangsa, Indonesia sudah mampu melakukan quantum leap pada proses demokrasi serta otonomi daerah, yang hasilnya walaupun belum sempurna sudah mendapat penghargaan dari bangsa lain. Quantum leap ketiga yang perlu dilakukan adalah mengkampanyekan budaya kerja conscientious supaya terbentuk suasana yang nyaman bagi pengembangan teknologi dan ilmu karya bangsasecara berkesinambungan. Upaya penerbitan majalah Infometrik, disamping bermaksud menyebar luaskan teknologi di bidang ini juga dapat dipandang sebagai ajakan untuk berbudaya conscientious yang dalam Bahasa Inggris berarti showing great care, attention, and

industriousness in carrying out a task or role. Memang bukan tugas yang mudah karena mengubah perilaku. Namun bila hal ini dilakukan saya percaya akan merupakan persemaian yang baik bagi tempat pengembangan teknologi maupun kemajuan serta kesejahteraan bangsa. Bila bangsa kita bisa dipercaya karena dipandang telah melakukan hal hal yang baik dan kompetitif maka akan lebih mudah terhindar dari krisis ekonomi yang sekarang sering terjadi ( Paul Krugman, ” The Return of DepressionEconomics and the Crisis of 2008”).

Akhirul kata saya ucapkan selamat atas penerbitan majalah ini dan semoga dapat lebih berkembang serta bermanfaat bagi orang banyak.

Bandung 6 Agustus 2009

Djoko Suharto

————————————

Tambahan redaksi:

Profile singkat  Prof.Dr.Djoko Suharto:

  • Name : Djoko Suharto
  • Date of birth : November 23, 1947
  • Place of birth : Solo, Indonesia
  • Nationality : Indonesian

Formal Education

  • “Bachelor” Mechanical Engineering Department, Institut Teknologi Bandung, 1972
  • MSc and PhD, The Pennsylvania State University, 1975 and 1978

Field of Study

  • Mechanical Design, Computational and Experimental Mechanics

Academic Career

  • 1980 – 1985 Assistant Professor
  • 1986 – 1997 Associate Professor
  • 1998 Professor

Education and Research Management Experiences

  • 1983 – 1986 Chairman of Mechanical Engineering Dept.
  • Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • 1988 – 1992 Vice Dean of Academic Affairs
  • Faculty of Industrial Technology, ITB
  • 1993 – 1997 Vice Director Inter-University Center
  • for Engineering Sciences ,ITB
  • 1998 – 2002 Dean Faculty of Industrial Technology, ITB
  • 2002 – 2004 Member Board of Trustees
  • 2004 – 2006 Vice Chairman Board of Trustees

Industrial Experiences

  • 1979 – 1982 Consultant for Mechanical Design in Agricultural Machineries &
  • Automotive Industry
  • 1986 – 1990 Consultant for Structural Design & Test at Indonesian Aircraft Industry
  • (PT. IPTN)
  • 1990 – 1994 R & D Chief for Structural Design and Stress Evaluation at PT. IPTN
  • 1994 – 2000 Chairman of Research and Development PT. IPTN
  • 2003 – 2006 Independent Commissioner Indonesian Aircraft Industry


Daftarkan di social page berikut (klik untuk submit):



Tuliskan komentar anda!

You must be logged in to post a comment.