Selingan

Legend tak punya “legenda”

8 August 2009 772 views penulis: Azhari Sastranegara Print This Post Print This Post

“Legend has no legend”.

1986 Acura Legend Sedan

Hamada  Motohiko, engineer kunci pengembangan mobil sedan mewah Honda, Legend, berkunjung ke markas General Motors (GM) di Detroit pada tahun 1986. Sang insinyur sangat terkejut dan malu ketika disambut dengan kalimat setengah bergurau, “Legend has no legend” oleh Warren D. Hirschfield penanggung jawab sedan andalan GM, Cadillac.  Maksudnya, Honda Legend belum memiliki sejarah yang melegenda dan oleh karenanya tidak terlalu mengkhawatirkan bagi GM. Memang saat itu GM sedang berada di jalan tol, dan dalam keadaan top speed.

23 tahun kemudian, sang raksasa dan simbol Amerika kolaps. Legenda yang mereka bangun selama lebih dari seratus tahun seakan tak berarti diterpa badai krisis ekonomi. GM akhirnyamenyatakan diri bangkrut dan diambil alih oleh pemerintah federal setelah selama sepuluh tahun terakhir berjuang keras menahan serbuan dua pabrikan utama Jepang, Toyota dan Honda di tanah air mereka sendiri.

Cadillac General Motors

Hamada mengakui, saat “Legend has no legend” diucapkan Hirschfield, Cadillac memang di atas Legend. Baik dari segi teknologi, maupun prestise. Hamada mengatakan, “Cadillac memiliki tradisi dan legenda, yang belum dimiliki Legend”. Bahkan Hamada mengakui pula bahwa Legend dari awal dimunculkan dengan semangat penantang, yang secara jujur tidak berharap menjatuhkan sang juara bertahan. Tapi, adalah fakta, bahwa sejak munculnya Legend, penjualan Cadillac tidak terlalu bagus. Memang bukan cuma Legend, mobil-mobil mewah Toyota seperti Crown dan yang terakhir Lexus turut menggerus pasar GM.

23 tahun berlalu, Hamada memperingatkan Honda dan produsen Jepang umumnya agar tidak bernasib sama dengan GM. Sekarang ini, mobil-mobil Korea berada di posisi penantang seperti ketika mereka dulu menantang GM. Setelah mengetes, Hyundai Sonata dan Grandeur, Hamada sampai pada kesimpulan bahwa Korea telah berada di belakang mereka dengan jarak kurang dari 10 tahun.

Akselerasi, kecepatan, stabilitas, keamanan, kenyamanan, hemat bahan bakar dan interior, semua sudah pada level tertinggi. Yang kurang hanya “legend”, sebentar lagi mobil Korea persis seperti ketika Legend menantang Cadillac. Belum lagi jika dihitung juga mobil-mobil buatan Cina dan India yang hanya sedikit di belakang Korea, dengan menggaet insinyur-insinyur yang eksodus dari GM, jelas bahwa tak lama lagi produsen Jepang akan menghadapi lawan yang berat.

Hamada menutup keterangannya di Tech On!,  jika generasi otomotif Jepang tidak menyelami perasaannya 23 tahun lalu di Detroit dan memandang enteng mobil negara berkembang, tidak diragukan lagi mereka akan mengikuti jejak General Motors



Daftarkan di social page berikut (klik untuk submit):



7 Comments »

  • Harun said:

    Tulisan yang luar biasa, saya sependapat dengan Hamada, tidak hanya di otomotif tapi dalam segala hal. Puas diri dengan apa yang sudah diraih dan memandang lemah orang lain. Teruskan menampilkan tulisan-tulisan bernas biar kami dan bangsa ini bisa terus belajar dan diingatkan !

  • Azhari said:

    Terima kasih komentarnya Pak Harun. Betul kita harus senantiasa memperbaiki diri dan tidak berpuas hati. Salah satu caranya dengan belajar dari pengalaman orang lain.

  • Hendra said:

    Mudah-mudahan kita juga bisa membangkitkan semangat bersaing seperti itu =)

  • Dodik Kurniawan said:

    Mobil2 Amerika memang memiliki trend yang berbeda, dengan kekuatan power dan keborosan bahan bakarnya. Di saat harga minyak mulai membumbung, mobil2 Jepang menjadi semakin laris.
    Saya melihat trend mobil ke depan adalah hybrid, listrik, dan hydrogen. Siapa yang unggul di bidang ini, bisa dikatakan yang akan menjadi pemenang.

  • Fuziansyah said:

    Masukan menarik nih Mas Dodik. Ini mas Dodik yang kerja di perusahaan Jepang dan tingal di Nagoya itu kan yah? Ditunggu sharing ilmu dan pengalamannya…

  • Dodik Kurniawan said:

    Iya Mas, ini Mas Fuji kan yah ?
    Insya Allah akan coba untuk kirim artikel secepatnya.

  • Azhari Sastranegara said:

    Mana nih tulisannya Mas Fuzi dan Mas Dodik, sudah setahun lebih vacuum.
    Ditunggu gebrakannya lagi yah!

    Azhari

Tuliskan komentar anda!

You must be logged in to post a comment.