Otomotif

Persaingan Hibrid Bersaudara

16 August 2009 355 views penulis: Print This Post Print This Post

Kemunculan Totoya Prius

image001Sejak naiknya harga minyak dunia, mobil hibrid akhir-akhir ini mulai dilirik oleh masyarakat Jepang. Mobil ini memang sangat hemat pemakaian bahan bakarnya. Hanya dengan satu liter bensin, mobil ini bisa menempuh jarak tiga kali lipat mobil konvensional. Hal ini karena digabungkannya dua tenaga mesin konvensional dan motor listrik dari baterai yang bisa diisi dari sisa tenaga mesin konvensional. Maksud sisa tenaga di sini adalah proses pengisian baterai listrik dilakukan ketika mobil hibrid berjalan atau ketika proses pengereman.

Mobil hibrid Prius pertama kali dikeluarkan Toyota pada Oktober 1997. Namun dalam perjalanannya, mobil ini belumlah diterima pasar lantaran harganya yang agak mahal karena menggunakan teknologi yang masih sangat baru.

Problem terbesar yang menjadi tantangan mobil hibrid seperti halnya mobil listrik adalah harga baterai yang sangat mahal. Namun, kelebihannya dibandingkan mobil listrik yang tergantung 100% kepada listrik, mobil hibrid dengan cerdas menggabungkan kelebihan mesin konvensional dan motor listrik. Dengan begitu, dibandingkan mobil listrik, jarak tempuh semakin jauh dan baterainya pun tidak harus sebesar mobil listrik. Selain itu, tidak memerlukan tambahan infrastruktur penunjang baru karena bisa diisi di pom bensin umum.

Kejutan Honda Insight

image003Diam-diam, tanpa sepengetahuan Toyota, Honda juga merancang mobil hibrid saingan yang diberi nama Insight. Idenya sendiri baru muncul tahun 2006.

Menurut chief engineer proyek Insight yang menjadi tokoh yang dicari banyak pengguna Google, Yasunari Seki, proyek Insight adalah proyek kebutan dengan target pengerjaan  dua tahun saja! Rentang waktu penelitian dan pengembangan yang sangat singkat untuk sebuah produk otomotif berteknologi baru.

Insight mulai dipasarkan pada Februari 2009. Rupanya momennya sangat tepat, bersamaan dengan terjadinya krisis keuangan global. Bak kacang rebus, insight laku keras menjadi incaran, lantaran harga jualnya sangat murah. Jauh lebih murah dibandingkan Prius yang sudah punya nama.

Penjualan Honda Insight pada April 2008 sebesar 10481 buah, melejit jadi nomor satu mengalahkan Toyota Prius. Ini adalah prestasi pertama di mana mobil hibrid bisa mengalahkan penjualan mobil konvensional, yang dikuasai mobil ‘ringan’ yang memakai mesin ukuran rendah. Di Jepang, ada pembedaan kelas antara mobil biasa dan mobil ringan (mobil kei) di mana mobil kei pajaknya sangat murah hampir seperlima pajak mobil konvensional. Mobil kei ini bermesin rendah, di bawah 660 cc, memakai plat nomor berwarna kuning, dan biasanya ukuran mobilnya juga cukup kecil. Sangat praktis untuk pemakaian di dalam kota, melintasi jalan-jalan kota Jepang yang umumnya sempit.

Apa kelebihan Insight? Pertama, harganya sangat murah, yaitu hanya 1,89 juta yen, jauh dari harga Prius yang mencapai 2,3 juta yen. Selain itu momen penjualannya sangat tepat, yakni di masa terjadinya krisis keuangan, di mana orang makin pelit mengeluarkan uang untuk membeli mobil, sehingga hanya mobil murah dan irit saja yang dicari. Momen itu juga bertepatan dengan subsidi pemerintah Jepang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jepang. Secara khusus, pemerintah mensubsidi dan meringankan pajak untuk pembelian mobil baru. terlebih yang punya eco-mark, alias ramah lingkungan. Hasil investigasi harian Nikkei menunjukan ada satu lagi fenomena menarik! Selain masalah harga, ternyata 20% pembeli Insight adalah orang-orang yang ‘tidak suka’ dengan Toyota. Ya, di Jepang atau bahkan mungkin di dunia ini ternyata selalu saja ada orang-orang yang suka keseimbangan, alias tidak suka dengan dominasi kuat satu kelompok tertentu.

Perbandingan Dua Hibrid Bersaudara

Tidak salah kalau Prius dan Insight dijuluki hibrid bersaudara, karena selain sama-sama menggunakan teknologi hibrid, penampilan keduanya juga sangat mirip. Namun, sebagai ‘adik’, Honda Insight lebih kecil dan lebih ringan. Dibandingkan Prius yang panjang, lebar dan tingginya masing-masing 4460, 1745, 1490 mm, Insight sedikit lebih kecil; masing-masing 4390, 1695 dan 1425 mm. Juga dari segi berat, Prius sekitar 1.6 ton sementara Insight sekitar 1.2 ton. Dari sisi ruangan dalam, yang agak terasa bagi pemakai adalah tinggi ruangan dalam Insight lebih pendek, yang mungkin sedikit mengganggu bagi orang yang berbadan tinggi. Kekurangan lain Insight adalah, bentuk pantat relatif tinggi sedikit sehingga agak mengganggu penglihatan pengemudi via kaca belakang.

Dari segi performa mesin, Insight memakai mesin yang lebih kecil 1.3 liter, sementara Prius 1.8 liter. Dari segi kinerja, Insight kurang sedikit di bawah Prius dengan tingkat konsumsi 26 dan 30 km/liter untuk masing-masing pemakaian dalam kota dan jalan tol, sementara Prius bisa mencapai 30.4 dan 35.5 km/liter. Sebenarnya Insight relatif diuntungkan dari segi penghematan energi dengan beratnya yang lebih ringan dan lebih aerodinamis karena lebih kecil, akan tetapi teknologi hibrid yang dipakai Insight sedikit berbeda dengan Prius, karena mesin dan motor selalu terkoneksi terus menerus. Sementara Prius bisa hanya memakai motornya saja, sehingga bisa lebih efisien.

Serangan Balik Toyota

image005Seakan membalas serangan Honda, Toyota segera meluncurkan Prius generasi ketiga pada bulan Mei 2009. Mobil hibrid ini juga cukup laris dan menarik perhatian calon pembeli. Di bulan Juni giliran Toyota yang menyalip kembali ke nomor satu. Tidak mau ketinggalan, mobil Prius generasi ketiga ini dijual dengan harga awal yang relatif murah dibandingkan sebelumnya, yakni 2,05 juta yen. Lantaran turun harga, Prius generasi ketiga jadi incaran para penggemar Toyota.

Data penjualan mobil bulan Juli juga menunjukan Prius masih teratas dengan total penjualan 27.712 mobil. 1,5 kali lipat lebih besar dibandingkan posisi runner-up, mobil ‘kei’ Suzuki Wagon-R (atau Karimun di Indonesia) dengan 18.140 mobil. Sementara Insight hanya menduduki posisi ke-7 dengan penjualan 10.210 mobil. Permintaan masih terus meningkat, bahkan di bulan Juli ini tercatat inden sampai delapan bulan ke depan. Beberapa pabrik yang sempat beroperasi hanya tiga hari sepekan di bulan Januari-Maret lalu, kembali beroperasi normal. Bahkan, beberapa pabrik Toyota harus memberi lembur pegawainya untuk mengejar permintaan yang terus meningkat. Sampai kapan persaingan dua hibrid bersaudara ini terus berlangsung? Mari kita amati terus perkembangannya.



Daftarkan di social page berikut (klik untuk submit):



2 Comments »

  • abdullah said:

    penulisnya dah test drive prius dan insite blom nih?

  • Fuziansyah (author) said:

    Kalau Prius lama sudah pernah naik. Tapi Prius baru dan Insight belum pernah nih. Terima kasih atas usulannya. Mumpung punya SIM Jepang…

Tuliskan komentar anda!

You must be logged in to post a comment.