Motivasi, Selingan

BREAK YOUR BORDER

29 October 2009 611 views penulis: Wawan Setyawan Print This Post Print This Post

hammerKutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.  Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Apa sebenarnya yang terjadi? Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba
melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri. Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya
segini.” Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, “Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!”

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya
tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya, kemudian membentuk cara berpikirnya dan akhirnya menjadi karakter dirinya sehingga ia hanya mengakui bahwa batas kemampuannya adalah apa yang bisa ia lakukan pada saat itu.

Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda hidup dilingkungan yang terbiasa dengan kotor, kumuh, berantakan, dan tidak tertata… sehingga anda merasa bahwa hidup yang demikian adalah benar dan
tidak berusaha untuk lebih baik lagi. Atau dalam kontek lain, anda hidup dilingkungan dengan budaya membaca yang sangat rendah, orang-orang disekeliling anda tidak suka dengan membaca, tidak suka dengan belajar, dan tidak tertantang untuk mengembangkan diri.. lalu jadilah anda seperti lingkungan anda. Jika demikian halnya, maka lingkungan tempat anda hidup telah menjadi korek api yang membatasi anda untuk hidup lebih baik dari apa
yang anda alami saat ini.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, “Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok.” Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda. Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari. Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus ambil tindakan untuk keluar dari kotak korek api itu.

Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang di bawah rata-rata (tergabung dalam ikatan manusia mini) ia mampu menjadi presenter di televisi. Andapun mungkin kenal Helen Keller. Dengan mata yang buta, tuli dan “gagu” dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi “raja” komputer. Andrie Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia . Contoh lain mantan Meneg BUMN, Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pedagang asongan, tukang parkir dan kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu perusahaan ternama. Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andrie Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu
menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan. BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . ! LEPASKAN DIRI ANDA DARI KUNGKUNGAN KETERBATASAN DIRI, RAIH CITA-CITA TERTINGGI DALAM MIMPI ANDA
Semoga dapat memacu kita untuk berkarya di manapun.



Daftarkan di social page berikut (klik untuk submit):



5 Comments »

  • Agus Solihin said:

    good artikel. Menjadi inspirasi untuk terus berkarya. terima kasih atas nasihatnya. ditunggu artikel berikutnya

  • Agus Solihin said:

    good artikel. terima kasih atas tulisannya. smoga membuat motivator untk kita terus berkarya. ditunggu tulisan berikutnya.

  • Baharuddin Maghfuri said:

    Terima kasih atas artikelnya. Saya terinspirasi, dan teringat ada kisah serupa, namun binatangnya bukan kutu anjing melainkan gajah sirkus. Sewaktu kecil dia diikat di rantai dan kayu yang kuat.Untuk membebaskan diri, si gajah kecil terus meronta, hingga akhirnya menyerah pada nasib. Keputus asaan itu mencetak mindset si gajah, bahwa jika kakinya diikat, itu berarti dia tak bisa ke mana-mana. Begitu si gajah tumbuh menjadi dewasa dan kuat, sekalipun dia cuma diikat dengan tali rapuh, si gajah sirkus tetap tidak mau melepaskan diri.

    *Semoga kita bukan kutu-kutu anjing maupun gajah-gajah sirkus.

  • yasin said:

    sangat bagus sekali dan perlu untuk memasyarakatkan gagasan seperti itu.. semoga dapat merubah kondisi bangsa kita yang sedang morat-marit. Amiin..

  • ahmad SA said:

    cerita ini sungguh menginspirasi….moga2 ada cerita lain yang dapat menginspirasi lagi,,,,

Tuliskan komentar anda!

You must be logged in to post a comment.