<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tekstur Sarang Tawon dan Sel Surya Silikon Kristal</title>
	<atom:link href="http://www.infometrik.com/2009/12/tekstur-sarang-tawon-dan-sel-surya-silikon-kristal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infometrik.com/2009/12/tekstur-sarang-tawon-dan-sel-surya-silikon-kristal/</link>
	<description>-- Situs Informasi Mekanika, Material, dan Manufaktur --</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Nov 2011 09:02:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Willy Yanto Wijaya</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/12/tekstur-sarang-tawon-dan-sel-surya-silikon-kristal/comment-page-1/#comment-143</link>
		<dc:creator>Willy Yanto Wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 07:08:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1322#comment-143</guid>
		<description>Terima kasih atas pertanyaan dari Pak Kanagawaman.   =)

Memang benar, hingga saat ini kontribusi renewable energy (energi terbaharukan)terhadap kebutuhan energi dunia masih sangat kecil (kecuali di beberapa negara seperti Denmark yang sudah mulai signifikan kontribusi renewable energy nya).

Untuk menjawab pertanyaan kapan renewable energy ini akan menjadi signifikan, tidaklah mudah. Hal ini sangat bergantung pada policy (kebijakan) pengembangan energi pada tiap negara.

Untuk kasus Indonesia, gas alam yang kita miliki diprediksi masih bisa bertahan paling tidak 50 tahun ke depan (jika menghitung data rasio resources deposit/production rate saat ini), meskipun untuk minyak bumi kita sudah mulai sempoyongan dan 15-20 tahun ke depan sudah dalam titik kritis). Untuk batubara, deposit Indonesia sangat besar, diperkiran paling tidak cukup untuk 100 tahun ke depan (dengan laju pemakaian saat ini).

Dengan karakteristik sumber daya energi seperti ini memang membuat Indonesia relatif santai dibanding negara lain seperti Jepang yang sudah harus mengambil ancang-ancang memikirkan ketahanan energi (energy security) nya untuk beberapa dekade ke depan.

Akan tetapi, tentunya suatu saat SDA minyak, gas, dan batubaru ini pasti akan habis, dan ketika itu terjadi, bagaimana nasib Indonesia? Apakah harus menunggu semua bahan bakar fosil ini habis baru mulai memikirkan solusinya?? Jika ingin berkelakar, bahkan pada momen seperti itu, Indonesia sudah tidak punya energi untuk berpikir dan melakukan riset   =p 

Kembali ke pertanyaan Pak Kanagawa, kontribusi renewable energy untuk suplai energi dunia dalam beberapa dekade ke depan pasti akan menjadi semakin signifikan. Memang ini sangat bergantung pada level ke-ekonomis-an ketika dibandingkan dengan cost/energy dari bahan bakar fosil.

Sel surya adalah salah satu alternatif renewable energy yang cocok untuk Indonesia jika mempertimbangkan geografis Indonesia yang berupa kepulauan, sebab sel surya memungkinkan sistem suplai energi yang localized (tersebar). Tentunya sangat tidak efisien/ ekonomis untuk membangun electricity grids (jaringan listrik) untuk menghubungkan pulau-pulau kecil yang berpopulasi kecil dan terpisah-pisah oleh laut.

Menurut pendapat saya, ada 2 renewable energy yang berlimpah di Indonesia yang masih belum termanfaatkan dengan optimal: energi matahari dan geothermal (panas bumi).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih atas pertanyaan dari Pak Kanagawaman.   =)</p>
<p>Memang benar, hingga saat ini kontribusi renewable energy (energi terbaharukan)terhadap kebutuhan energi dunia masih sangat kecil (kecuali di beberapa negara seperti Denmark yang sudah mulai signifikan kontribusi renewable energy nya).</p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan kapan renewable energy ini akan menjadi signifikan, tidaklah mudah. Hal ini sangat bergantung pada policy (kebijakan) pengembangan energi pada tiap negara.</p>
<p>Untuk kasus Indonesia, gas alam yang kita miliki diprediksi masih bisa bertahan paling tidak 50 tahun ke depan (jika menghitung data rasio resources deposit/production rate saat ini), meskipun untuk minyak bumi kita sudah mulai sempoyongan dan 15-20 tahun ke depan sudah dalam titik kritis). Untuk batubara, deposit Indonesia sangat besar, diperkiran paling tidak cukup untuk 100 tahun ke depan (dengan laju pemakaian saat ini).</p>
<p>Dengan karakteristik sumber daya energi seperti ini memang membuat Indonesia relatif santai dibanding negara lain seperti Jepang yang sudah harus mengambil ancang-ancang memikirkan ketahanan energi (energy security) nya untuk beberapa dekade ke depan.</p>
<p>Akan tetapi, tentunya suatu saat SDA minyak, gas, dan batubaru ini pasti akan habis, dan ketika itu terjadi, bagaimana nasib Indonesia? Apakah harus menunggu semua bahan bakar fosil ini habis baru mulai memikirkan solusinya?? Jika ingin berkelakar, bahkan pada momen seperti itu, Indonesia sudah tidak punya energi untuk berpikir dan melakukan riset   =p </p>
<p>Kembali ke pertanyaan Pak Kanagawa, kontribusi renewable energy untuk suplai energi dunia dalam beberapa dekade ke depan pasti akan menjadi semakin signifikan. Memang ini sangat bergantung pada level ke-ekonomis-an ketika dibandingkan dengan cost/energy dari bahan bakar fosil.</p>
<p>Sel surya adalah salah satu alternatif renewable energy yang cocok untuk Indonesia jika mempertimbangkan geografis Indonesia yang berupa kepulauan, sebab sel surya memungkinkan sistem suplai energi yang localized (tersebar). Tentunya sangat tidak efisien/ ekonomis untuk membangun electricity grids (jaringan listrik) untuk menghubungkan pulau-pulau kecil yang berpopulasi kecil dan terpisah-pisah oleh laut.</p>
<p>Menurut pendapat saya, ada 2 renewable energy yang berlimpah di Indonesia yang masih belum termanfaatkan dengan optimal: energi matahari dan geothermal (panas bumi).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kanagawaman</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/12/tekstur-sarang-tawon-dan-sel-surya-silikon-kristal/comment-page-1/#comment-140</link>
		<dc:creator>Kanagawaman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 12:08:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1322#comment-140</guid>
		<description>Bagaimana masa depan energi terbaharukan? Kabarnya sampai tahun 2030 masih sekitar 4% dari kebutuhan energi dunia. Suatu jumlah yang sangat kecil dibanding minyak bumi, gas alam, batubara dan nuklir. Menurut Pak Willy kapankah kira-kira energi terbaharukan ini akan menjadi signifikan dalam skema kebutuhan energi dunia?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana masa depan energi terbaharukan? Kabarnya sampai tahun 2030 masih sekitar 4% dari kebutuhan energi dunia. Suatu jumlah yang sangat kecil dibanding minyak bumi, gas alam, batubara dan nuklir. Menurut Pak Willy kapankah kira-kira energi terbaharukan ini akan menjadi signifikan dalam skema kebutuhan energi dunia?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

