Featured, Flat Earth Rebuttal, Headline, Selingan

Membuktikan Kebenaran Teori Bumi Bulat (GE): Penentuan Arah Kiblat

14 February 2018 36 views penulis: Print This Post Print This Post

Berikut ini adalah cuplikan diskusi saya dengan para penggiat teori Flat Earth (Bumi Datar). Sebuah teori yang sudah obsolete dan terbukti salah tetapi coba dibangkitkan oleh segelintir penganut dogma agama yang memahami teks kitab suci tanpa mencocokkan dengan fakta ilmiah. Bukan kitab sucinya yang salah tapi interpretasinya yang tidak menuruti kaidah.

Topik kali ini adalah cara penentuan arah kiblat berdasarkan teori GE. Para penganut FE mengklaim mereka bisa menentukan arah kiblat dengan benar hanya dengan memakai peta bumi datar yang disebut dengan Azimuthal Equidistant Projection (AEP). Apakah hasilnya benar? Ya tentu saja benar karena peta AEP dibuat salah satu tujuannya memang menentukan arah yang tepat dari satu posisi ke posisi lainnya. Salah satu ilmuwan besar yang dikenal sebagai pelopor AEP adalah Al-Biruni, seorang yang juga menghitung jari-jari bumi dengan presisi tinggi. Tapi peta AEP akan gagal total jika dipakai untuk menentukan jarak antara dua tempat, terutama di bagian selatan equator. Semakin dekat ke kutub selatan semakin besar errornya. Kenyataan ini dengan mudah dimengerti jika memang cerita di balik peta AEP itu dipelajari dengan baik.

Berikut tentang penentuan kiblat (dan juga arah serta jarak dua tempat) berdasarkan teori GE. Semua bisa diverifikasi dan terbukti sangat akurat. Jika setelah membaca ini, seseorang tetap menganggap teori GE adalah konspirasi, kita ucapkan “salaman“. Keselamatan untukmu, kita berpisah di sini saja.

***

Di bawah ini adalah cara penentuan kiblat yang lazim dipakai software qibla finder. Sengaja saya ambilkan dari website orang lain walaupun kita bisa buat sendiri programnya, supaya tidak ada tuduhan ngapusi.

 

A. Data-data yang diperlukan

Koordinat kota-kota (source http://www.latlong.net/)

Makkah:
21° 23′ 20.6952” N
39° 51′ 28.4832” E

Jakarta:
6° 10′ 36.0372” S
106° 52′ 4.1988” E

Tokyo:
35° 41′ 22.1532” N
139° 41′ 30.1416” E

 

B. Menentukan arah kiblat

Masukkan data di atas ke website berikut
http://www.movable-type.co.uk/scripts/latlong.html

Field di bagian atas adalah tempat input koordinat titik awal dan yang di bawah adalah untuk input koordinat Makkah (lokasi tujuan).

(Di website ini disertakan source code-nya. Silakan dibuat program sendiri kalau ragu. Perhatikan ada faktor jari-jari bumi dalam code tersebut)

Results:
1. Arah Jakarta – Makkah
Distance to Mecca: 7917 km (to 4 SF*)
Initial bearing: 295° 06′ 36″
Final bearing: 284° 47′ 57″
Midpoint: 09° 05′ 47″ N, 074° 36′ 19″ E

Initial bearing ini disebut juga sudut azimuth, dan merupakan arah dari start vector point. Inilah sudut ke mana kita harus menghadap jika ingin menghadap kiblat, atau yg kita sebut arah kiblat.

2. Arah Tokyo – Makkah
Distance to Mecca: 10100 km (to 4 SF*)
Initial bearing: 293° 25′ 47″
Final bearing: 246° 34′ 13″
Midpoint: 31° 18′ 42″ N, 089° 46′ 29″ E

Hasil yang hampir sama didapatkan bila memasukkan data koordinat ke site berikut:
http://earthdirections.org/locate/.
Sedikit perbedaan disebabkan karena koordinat kota tidak persis sama.

 

C. Perbandingan dengan aplikasi kiblat

Arah kiblat menurut qibla connection :
1. Jakarta: 295.12°
2. Tokyo: 293.04°

Arah kiblat menurut islamicfinder.com
1. Jakarta: 65° from North towards West (295° from North CW)
2. Tokyo: 67° from North towards West (293° from North CW)

Arah kiblat menurut muslim-pro (android version):
1. Jakarta: 295°
2. Tokyo: ….(silakan yg di jepang bisa cek sendiri, karena untuk app ini, arah hanya bisa dicek dari titik lokasi handphone)

 

D. Kesimpulan

1. Arah kiblat cocok dengan sudut initial bearing (azimuth)
2. Dalam menentukan sudut initial bearing, dipakai perhitungan jarak terdekat (great circle distance) dengan faktor utamanya adalah jari-jari bumi.
3. Perhitungan arah kiblat berdasar pada jarak terdekat suatu tempat ke makkah dengan perhitungan di atas permukaan bidang lengkung (Globe Earth theory)

Bagi yang tertarik lebih jauh bisa mempelajari teori Great Circle Distance, dan teori Azimuthal Equidistant Projection.

======

The end



Daftarkan di social page berikut (klik untuk submit):



Tuliskan komentar anda!

You must be logged in to post a comment.