<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>INFOMETRIK &#187; Infometrik</title>
	<atom:link href="http://www.infometrik.com/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infometrik.com</link>
	<description>-- Situs Informasi Mekanika, Material, dan Manufaktur --</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 23:26:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Jurnal terbaru dari FEA Information</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2010/09/jurnal-terbaru-dari-fea-information/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2010/09/jurnal-terbaru-dari-fea-information/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Sep 2010 23:26:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[FEM]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Komputasi Teknik]]></category>
		<category><![CDATA[jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[LS-DYNA]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa teknik]]></category>
		<category><![CDATA[simulasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1434</guid>
		<description><![CDATA[FEA Information, www.feainformation.com, sebuah situs engineering khususnya yang berkaitan dengan masalah-masalah simulasi teknik kembali mengeluarkan jurnal terbarunya edisi September 2010.
Dalam jurnal kali ini, FEA Information seperti biasanya mengulas beberapa perkembangan terakhir seputar LS-DYNA processor. Kode program FEM berbasis explicit method ini semakin berkembang dan merambah daerah simulasi statis, yang sebenarnya merupakan domain asli kode berbasis implicit method. FEA edisi September ini antara lain mengupas kapabilitas LS-DYNA dalam mewujudkan simulasi forging dan extrusion, simulasi elektromagnetik, dan simulasi gerak katup jantung. FEA Information juga menambahkan informasi terbaru seputar hardware pendukung simulasi yang rumit.
Sedikit komentar Infometrik.Com terhadap jurnal FEA Information yang terakhir, tampaknya terlalu LS-DYNA sentris. Kupasan mengenai kode FEM yang lain seperti NASTRAN, ANSYS, dan lainnya seperti menghilang pada edisi ini. Meski demikian jurnal ini tetap menarik untuk dibaca, terutama bagi para pemerhati masalah-masalah simulasi teknik.
Jurnal terbaru FEA Information dapat diunduh di sini: FEAInformationEngineeringJournalSeptember,2010
Salam.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/09/SPH_extrusion.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1436" title="SPH_extrusion" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/09/SPH_extrusion-300x217.jpg" alt="" width="300" height="217" /></a>FEA Information, www.feainformation.com, sebuah situs engineering khususnya yang berkaitan dengan masalah-masalah simulasi teknik kembali mengeluarkan jurnal terbarunya edisi September 2010.</p>
<p>Dalam jurnal kali ini, FEA Information seperti biasanya mengulas beberapa perkembangan terakhir seputar LS-DYNA processor. Kode program FEM berbasis <em>explicit method</em> ini semakin berkembang dan merambah daerah simulasi statis, yang sebenarnya merupakan domain asli kode berbasis <em>implicit method</em>. FEA edisi September ini antara lain mengupas kapabilitas LS-DYNA dalam mewujudkan simulasi forging dan extrusion, simulasi elektromagnetik, dan simulasi gerak katup jantung. FEA Information juga menambahkan informasi terbaru seputar hardware pendukung simulasi yang rumit.</p>
<p>Sedikit komentar Infometrik.Com terhadap jurnal FEA Information yang terakhir, tampaknya terlalu LS-DYNA sentris. Kupasan mengenai kode FEM yang lain seperti NASTRAN, ANSYS, dan lainnya seperti menghilang pada edisi ini. Meski demikian jurnal ini tetap menarik untuk dibaca, terutama bagi para pemerhati masalah-masalah simulasi teknik.</p>
<p>Jurnal terbaru FEA Information dapat diunduh di sini: <a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/09/FEAInformationEngineeringJournalSeptember2010.pdf">FEAInformationEngineeringJournalSeptember,2010</a></p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2010/09/jurnal-terbaru-dari-fea-information/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makna dan Manfaat Kompetisi Shell Eco-Marathon</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2010/05/makna-dan-dampak-kompetisi-shell-eco-marathon/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2010/05/makna-dan-dampak-kompetisi-shell-eco-marathon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 23:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Tech]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin & Mekanika]]></category>
		<category><![CDATA[ITB Shell]]></category>
		<category><![CDATA[peluncuran shell eco]]></category>
		<category><![CDATA[Shell Eco Marathon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1406</guid>
		<description><![CDATA[
Pada tanggal 20 April 2010 lalu, Institut Teknologi Bandung meluncurkan kendaraan hemat energy yang akan diikutkan dalam lomba Shell Eco-Marathon se Asia yang akan diadakan di Sepang, Malaysia, bulan Juli nanti. Peluncuran ini sendiri telah diekspos oleh banyak media nasional, baik cetak maupun visual.
Dalam tulisan ini, Prof.Djoko Suharto, pembimbing dari tim ITB memberikan ulasan mengenai makna kompetisi tersebut dan efek yang diharapkan bisa timbul dari mengikuti kompetisi semacam ini, khususnya terhadap perkembangan inovasi di tanah air.
Shell Eco-marathon mulai diselenggarakan sejak tahun 1936 oleh sekelompok peneliti di laboratorium Shell untuk mempromosikan penghematan energi dan pengurangan polusi, khususnya di sektor transportasi. Dalam bentuknya yang sekarang, kompetisi ini pertama kali dilaksanakan di Eropa pada tahun 1985, kemudian di Amerika mulai tahun 2007 dan pada tahun 2010 ini Shell memperluas penyelengaraannya ke Asia. Kompetisi akan dilakukan di sirkuit Sepang, Malaysia pada tanggal 8-10 Juli 2010 dan diikuti oleh 112 peserta yang mewakili berbagai universitas dari 12 negara di Asia. Empat Perguruan Tinggi, yaitu ITB, ITS, UI dan UGM akan mewakili Indonesia dalam kompetisi tersebut.
Pemenang kompetisi adalah tim dengan kendaraan <ahref="http://www.infometrik.com/2010/05/makna-dan-dampak-kompetisi-shell-eco-marathon/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0751.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1414" title="IMG_0751" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0751-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pada tanggal 20 April 2010 lalu, Institut Teknologi Bandung meluncurkan kendaraan hemat energy yang akan diikutkan dalam lomba Shell Eco-Marathon se Asia yang akan diadakan di Sepang, Malaysia, bulan Juli nanti. Peluncuran ini sendiri telah diekspos oleh banyak media nasional, baik cetak maupun visual.</p>
<p>Dalam tulisan ini, Prof.Djoko Suharto, pembimbing dari tim ITB memberikan ulasan mengenai makna kompetisi tersebut dan efek yang diharapkan bisa timbul dari mengikuti kompetisi semacam ini, khususnya terhadap perkembangan inovasi di tanah air.</p>
<p>Shell Eco-marathon mulai diselenggarakan sejak tahun 1936 oleh sekelompok peneliti di laboratorium Shell untuk mempromosikan penghematan energi dan pengurangan polusi, khususnya di sektor transportasi. Dalam bentuknya yang sekarang, kompetisi ini pertama kali dilaksanakan di Eropa pada tahun 1985, kemudian di Amerika mulai tahun 2007 dan pada tahun 2010 ini Shell memperluas penyelengaraannya ke Asia. Kompetisi akan dilakukan di sirkuit Sepang, Malaysia pada tanggal 8-10 Juli 2010 dan diikuti oleh 112 peserta yang mewakili berbagai universitas dari 12 negara di Asia. Empat Perguruan Tinggi, yaitu ITB, ITS, UI dan UGM akan mewakili Indonesia dalam kompetisi tersebut.</p>
<p>Pemenang kompetisi adalah tim dengan kendaraan yang dapat menempuh jarah terjauh dengan jumlah bahan bakar paling sedikit. Berbagai tipe bahan bakar boleh digunakan. Setiap tim dapat memilih tipe bahan bakar masing-masing, seperti bensin, LPG, solar, bahan bakar<br />
nabati maupun hidrogen. Kendaraan umumnya dijalankan dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam dan menempuh jarak antara 16 sampai dengan 20 km tergantung dari panjang sirkuit balap yang dipakai. Untuk lomba di Sepang, kendaraan peserta diharuskan berputar 6 kali atau sepanjang 16,8 km. Setelah menempuh jarak tersebut, jumlah bahan bakar yang digunakan diukur dengan teliti dalam satuan gram atau ml. Agar penggunaan berbagai tipe bahan bakar tersebut dapat diperbandingkan, maka perhitungan konsumsi bahan bakar disetarakan ke tipe bensin Shell 95 tanpa timbal <em>(Shell Unleaded 95 gasoline)</em>. Acuan yang dipakai adalah harga kalor bersih atau net calorific value. Sebagai contoh, harga kalor bersih bensin Shell 95 tanpa timbal adalah 42,9 kJoule/gram. Sebagai pembanding, etanol memiliki harga kalor bersih 26,9 kJoule/gram dan hidrogen 119,93 kJoule/gram.</p>
<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0801.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1415" title="IMG_0801" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0801-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Artikel selengkapnya dapat diunduh di sini <a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/05/Kompetisi-Shell-Eco-marathon.pdf">Kompetisi Shell Eco-marathon</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2010/05/makna-dan-dampak-kompetisi-shell-eco-marathon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acara Silaturahim Presiden RI dengan AIPI dan Masyarakat Ilmiah</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2010/01/acara-silaturahim-presiden-ri-dengan-aipi-dan-masyarakat-ilmiah/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2010/01/acara-silaturahim-presiden-ri-dengan-aipi-dan-masyarakat-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 21:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1367</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Lepas
Acara Silaturahim Presiden RI dengan AIPI dan Masyarakat Ilmiah
Auditorium AIPI, PUSPIPTEK, Serpong, 20 Januari 2010
Oleh  Adi Junjunan Mustafa
14:10 SBY masuk ruangan, berdiri dan langsung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
Hadir: Prof. Habibie (Pendiri AIPI), Menristek, Menteri2 Lain, Dubes, Delegasi dari Amerika, Gubernur Banten, Ketua AIPI, Para Ilmuwan.
Sambutan Prof. Sangkot, Ketua AIPI
•	Selamat datang pada semua ilmuwan yang hadir, mewakili masyarakat.
•	Terima kasih atas kehadiran Presiden utk memberikan pesan-pesan kepada masyarakat ilmiah.
•	Welcome to Habibie yang membangun Gedung AIPI dibangun 2 dekade lalu.
•	AIPI lahir sbg respon utk menghimpun ilmuwan terkemuka Indonesia dlm rangka membangun lewat IPTEK.
•	AIPI telah mendokumentasikan gagasannya dalam buku “Memorandum AIPI, Prospek Indonesia 2030”
•	Peserta sekitar 500 orang. Dihadiri anggota DRN, Tim Inovasi 2025, Forum Rektor, Pengusaha, dll.
•	Pesan Presiden ini akan bergaung tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.
Sambutan Cameron R. Hume, Dubes Amerika
•	Abraham Lincoln, John F. Kenedy, dan Obama adalah 3 presiden AS yang hadir di hadapan National Science Academy (NSA)
•	Core of partnership is science and technology … join work in climate change.
•	Dr. Albert tidak bisa hadir karena sakit.
•	Pesan Obama:
o	Iptek amat penting dalam mengantisipasi global <ahref="http://www.infometrik.com/2010/01/acara-silaturahim-presiden-ri-dengan-aipi-dan-masyarakat-ilmiah/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/writing.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1369" title="writing" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/writing-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Catatan Lepas<br />
Acara Silaturahim Presiden RI dengan AIPI dan Masyarakat Ilmiah<br />
Auditorium AIPI, PUSPIPTEK, Serpong, 20 Januari 2010</p>
<p>Oleh  Adi Junjunan Mustafa</p>
<p>14:10 SBY masuk ruangan, berdiri dan langsung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya<br />
Hadir: Prof. Habibie (Pendiri AIPI), Menristek, Menteri2 Lain, Dubes, Delegasi dari Amerika, Gubernur Banten, Ketua AIPI, Para Ilmuwan.</p>
<p>Sambutan Prof. Sangkot, Ketua AIPI<br />
•	Selamat datang pada semua ilmuwan yang hadir, mewakili masyarakat.<br />
•	Terima kasih atas kehadiran Presiden utk memberikan pesan-pesan kepada masyarakat ilmiah.<br />
•	Welcome to Habibie yang membangun Gedung AIPI dibangun 2 dekade lalu.<br />
•	AIPI lahir sbg respon utk menghimpun ilmuwan terkemuka Indonesia dlm rangka membangun lewat IPTEK.<br />
•	AIPI telah mendokumentasikan gagasannya dalam buku “Memorandum AIPI, Prospek Indonesia 2030”<br />
•	Peserta sekitar 500 orang. Dihadiri anggota DRN, Tim Inovasi 2025, Forum Rektor, Pengusaha, dll.<br />
•	Pesan Presiden ini akan bergaung tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.</p>
<p>Sambutan Cameron R. Hume, Dubes Amerika<br />
•	Abraham Lincoln, John F. Kenedy, dan Obama adalah 3 presiden AS yang hadir di hadapan National Science Academy (NSA)<br />
•	Core of partnership is science and technology … join work in climate change.<br />
•	Dr. Albert tidak bisa hadir karena sakit.<br />
•	Pesan Obama:<br />
o	Iptek amat penting dalam mengantisipasi global climate change.<br />
o Amerika serius membangun iptek. Pengutusan Dr Albert adalah untuk membangun kerjasama dengan berbagai negara, termasuk Indonesia.<br />
o	Kerjasama juga penting utk masalah energy. Amerika membuka diri untuk kerjasama dengan Indonesia dalam membangun iptek.</p>
<p>Prof. Habibie, Konsep Pembangunan Iptek di Indonesia<br />
•	Catatan akumulasi pengalaman dalam membangun<br />
• SBY adalah presiden Indonesia pertama yang berkunjung ke gedung AIPI untuk menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat ilmuwan dan khususnya kepada anggota AIPI. Ini membuktikan pentingnya iptek dalam membangun bangsa Indonesia.<br />
• Dalam perkembangan yang semakin mengglobal, akan terjadi kerjasama antar bangsa. Hanya bangsa yang competitive yang akan mampu bersaing.<br />
•	Dalam benua maritime, Indonesia begitu kaya dengan SDM dan SDA.<br />
• Hanya manusia yang berbudaya, taat kpd agamanya, yang mampu mengembangkan iptek, karena punya produktivitas. Merekalah yang dapat mempertahankan peradaban yang sejahtera<br />
• Dibutuhkan manusia yang bebas merdeka yang bertanggung jawab, yang tahu hak dan kewajibannya. 65 tahun ini penuh dinamika perjalanan bangsa. Untuk mencapai masa depan bangsa, perlu dikembangkan SDM yang mampu menggunakan hardware, software dan brainware. Teknologi yang tepat dan berguna dapat dikuasai, dikendalikan dan dimanfaatkan.<br />
• Teknologi adalah rangkuman berbagai ilmu pengathuan terapan. Dan ini dikembangkan dari ilmu dasar. Memperhatikan terbatasnya dana dan terbatasnya peneliti. Sebaiknya appropriate technology dikembangkan dengan bekerja sama dengan luar negeri yang tepat. Kalau tidak bisa, maka harus dikembangkan sendiri.<br />
• Pendidikan, sampai saat ini belum cukup menghasilkan SDM handal. Perlu riset teknologi yang baik dan lapangan kerja yang dikembangkan SDM terampil, yang mengembangkan<br />
•	Tiga pola strategi:<br />
1.	Pendidikan<br />
2.	Pelaksanaan Riset dan Teknologi<br />
3.	Penyiapan lapangan kerja<br />
•	Pendidikan perlu sinkron dengan kebutuhan lapangan.<br />
• Ristek, perlu segera menajamkan program, BUMN, BUMS, penyediaan lapangan kerja lewat usaha mikro, koperasi perlu dibina pula. Industri pertanian, manufaktur, perhubungan darat, laut, udara, energy, obat-obatan dsb perlu disupport.<br />
• Perlu peningkatan anggaran riset. Perlu insentif perpajakan. Perlu kerjasama dengan lembaga2 riset nasional, multinasional dan luar negeri.<br />
•	BSN perlu disempurnakan utk berorientasi pasar domestic<br />
•	Sistem Inovasi Nasional penting pula untuk dikembangkan<br />
•	Dewan Standarisasi Nasional perlu didukung UU.<br />
• Pasar domestic jadi pendorong pendidikan, riset dan lapangan kerja. Pasar domestic perlu diperhatikan sungguh2, dengan memperhatikan kendala internasional, bilateral ataupun nasional.<br />
•	Pemerataan keadilan, kesempatan berkembang akan terjamin dengan langkah2 di atas.<br />
•	AIPI dengan 5 komisinya, punya peran penting dalam mewujudkan gagasan2 di atas.<br />
• Pesan Presiden dan pesan Presiden Amerika akan jadi bahan kajian pada 5 komisi AIPI, yang akan dibahas paripurna dengan DRN. Hasil ini akan menjadi masukan berarti bagi para ilmuwan, kementrian. Ini akan merangsang para penyelenggara negara, eksekutif, legislatif dan yudikatif pun akan memikul tugas masing2 secara optimal.</p>
<p>Presiden SBY:<br />
•	Habibie pantas disebut Bapak IPTEK Indonesia.<br />
•	Ajakan untuk besyukur kepada Allah swt, kita diberi kekuatan dan kesehatan dalam tatap muka hari ini.<br />
•	Penghargaan yang tinggi kepada para ilmuwan terkemuka Indonesia yang tergabung pada AIPI atas pemikiran thd bangsa.<br />
•	Penghargaan kepada Presiden Obama, dengan pandangan konstruktif di bidang iptek, kesehatan,<br />
•	Mr. Bruce Albert mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa hadir<br />
• Indonesia dan Amerika sedang membangun kerjasama komprehensif. Kerjasama di bidang pendidikan dan teknologi sangat penting. Akan diresmikan tahun ini dalam kunjungan Obama ke Ind tahun ini.<br />
•	Obama juga akan membangun kerjasama dengan dunia Islam termasuk dalam membangun iptek. Untuk membangun peradaban dunia<br />
• Islam tak pernah bertolak belakang atau memusuhi iptek. Puncak peradaban muslim pada abad ke-13. Kemajuan ini didukung iptek. Kompas, anestesi, aljabar, optic, rumah sakit pertama, kapal2 perdagangan dibangun pada masa pusat peradaban di Bagdab.<br />
•	Masyarakat muslim masih tertinggal dalam banyak hal, misalnya dengan parameter Human Development Index<br />
• Saat pidato di Harvard: abad 21 tidak harus mengikuti scenario Clash of Civilization tapi justru membangun Confluence of Civilization. Ini adalah visi yang realistis.<br />
•	Preposisi:<br />
1. Abad ini menjadi abad paling inovatif. Awal 90-an, masih sedikit menggunakan komputer dan internet. 1,4 milyar sudah menggunakan internet … Penemuan mesin uap, penemuan vaksin, penemuan reaksi visi nuklir … menjadi factor pengubah peradaban. Dalam bidang transportasi terjadi perkembangan dari kecepatan mobil, hingga kecepatan suara, dan sudah mendaratkan manusia di bulan. Indonesia yang pernah jadi negara miskin di Asia, kini jadi negara berkembang yang secara ekonomi diperhitungkan dan masuk jadi anggota G-20.<br />
2.	Abad 21, akan jadi abad perubahan dan factor terbesar utk perubahan adalah teknologi.<br />
3. Abad 21 ini hakikatnya Indonesia enggak punya musuh (beda dengan abad 20). A million friends, zero enemy, adalah tujuan dari aliran politik bebas-aktif. Kita perlu inovasi untuk membangun bangsa yang maju dan kompetitif.<br />
•	Untuk menguasai iptek, mesti menjadi innovation nation:<br />
1. Ubah mindset. Innovation is a state of mind. Peradaban Islam, renaissance, restorasi meiji dll dimulai dengan semangat dan inovasi baru yang melahirkan transformasi besar-besaran. Mesti dibangun a culture of excellent. Mesti menghargai kerja keras, kaum peneliti, dan inventor. Mereka mesti jadi icon masyarakat, dan bukan jadi kelompok marjinal. Open mind and risk-taking. Mesti lebih terbuka dan progressif dari masanya dan masyarakatnya. Nasionalisme dicerminkan bukan menutup diri dari dunia, tapi dalam menyerap ilmu dan pengetahuan dari manapun untuk membangun bangsa. Ilmuwan Indonesia mesti bahu membahu dengan ilmuwan internasional untuk bangsa dan dunia.<br />
2. Inovasi perlu incentive dan invenstasi. Mesti ada incubator2. Tahun 2005 hanya 1 trilyun … Tahun 2010 sudah 1,9 trilyun. Tentu masih perlu ditingkatkan. Tapi RnD juga mesti dianggarkan dunia usaha. Pendanaan internasional jg perlu dimanfaatkan. Inovasi akan tumbuh cepat dengan entrepreneurship! Juga tak<br />
3. Network dan Kolaborasi … Hampir semua inovasi dibangun dengan kerjasama. Bangunlah network dan kolaborasi. Knowlegde sharing menjadi ciri peradaban dunia saat ini.<br />
•	Tantangan: kemiskinan, pertahanan negara, teknologi menjemput masa depan &#8230;, karenanya pelu dikembangkan teknologi:<br />
1.	Pro-poor technology. Jadi perlu juga dikembangkan teknologi untuk masyarakat umum<br />
2. Green technology. Emisi turun 20% dan sampai 41% jika ada bantuan internasional. Low carbon footprint. Teknologi pengawasan hutan dengan satelit untuk mendeteksi hotspot.<br />
3. Food-security technology. Melipatgandakan panen. Ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ingin agar Ind jadi produser pertanian penting dunia.<br />
4.	Padat teknologi dan padar karya. Hi-end product dan bisa bersaing dari design yang saat ini dikuasai negara2 maju.<br />
5.	Teknologi kesehatan. Perkembangan virus perlu dipelajari dan ditanggulangi. Contoh H1N1 yang pernah merepotkan.<br />
6.	Teknologi maritime. Teknologi perkapalan. Kita belum bisa off-shore drilling apalagi di laut dalam.<br />
7. Teknologi pertahanan. TNI mesti meningkatkan posture dan peralatannya. Join production dg negara lain. Military operation other than war. Surveillance, menjaga pulau2 kecil terluar. Melawan kejahatan transnasional.<br />
8.	Transportasi, laut, darat, udara … untuk menghubungkan negara kita yang luas.<br />
9.	Teknologi energy. Makin effisien dan ramah lingkungan. Energy mix.<br />
10.	Teknologi masa depan. Nanotech, robotics, …<br />
• Sistem Inovasi Nasional, system kelembagaan perlu dibangun. Akan dibentuk Komite Inovasi Nasional yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden.<br />
• Strategi untuk jadi bangsa yang maju perlu membangun dengan SDA, iptek dan budaya. Knowlegde based, research based and character based …<br />
Selesai 15:21.﻿</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2010/01/acara-silaturahim-presiden-ri-dengan-aipi-dan-masyarakat-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Robot Penuntun yang Pintar</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/11/robot-penuntun-yang-pintar/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/11/robot-penuntun-yang-pintar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 22:16:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[rintangan]]></category>
		<category><![CDATA[robot]]></category>
		<category><![CDATA[sensor]]></category>
		<category><![CDATA[wheeled robot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1247</guid>
		<description><![CDATA[Perusahaan pembuat komponen mesin  yang lebih terkenal dengan produksi bearingnya, NSK, mengumumkan proyek  pengembangan robot yang bisa menuntun manusia sambil menghindari bermacam  rintangan. Proyek ini sudah pada taraf pembuatan prototipe dan akan dipamerkan  pada Pameran Robot Internasional 2009 yang akan diadakan di Tokyo Bigsite, 25-28  November pekan ini.
Robot ini (Gbr.1) merupakan tipe beroda (wheeled  robot) dan diproyeksikan sebagai cikal bakal pengganti anjing penuntun atau  kursi roda konvensional di masa depan. Robot ini dilengkapi dengan sensor laser  yang mendeteksi jarak dengan bermacam benda penghalang yang ada di sekitarnya.  Dari informasi posisi dan jarak benda penghalang yang diterima, robot menghitung  tenaga yang diperlukan untuk menghindar dan melewati rintangan tersebut, dan  memilih alternatif yang paling ringan. Dengan cara ini, si robot dapat melewati  rintangan sambil menuntun majikannya (Gbr.2, 3).
Perintah dikirimkan  kepada si robot dengan menggunakan grip (Gbr.4). Input tenaga dan arah  yang diberikan pada grip ini membuat robot dapat menentukan arah dan kecepatan  yang harus dikeluarkannya. Hal ini memungkinkan pengguna robot untuk menuju <ahref="http://www.infometrik.com/2009/11/robot-penuntun-yang-pintar/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1250" class="wp-caption alignleft" style="width: 157px"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/1120nsk1.jpg"><img class="size-full wp-image-1250  " title="1120nsk1" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/1120nsk1.jpg" alt="Robot penuntun yang bisa menghindari benda penghalang" width="147" height="196" /></a><p class="wp-caption-text">Gbr.1 Robot penuntun yang bisa menghindari benda penghalang</p></div>
<p>Perusahaan pembuat komponen mesin  yang lebih terkenal dengan produksi bearingnya, NSK, mengumumkan proyek  pengembangan robot yang bisa menuntun manusia sambil menghindari bermacam  rintangan. Proyek ini sudah pada taraf pembuatan prototipe dan akan dipamerkan  pada Pameran Robot Internasional 2009 yang akan diadakan di Tokyo Bigsite, 25-28  November pekan ini.</p>
<p>Robot ini (Gbr.1) merupakan tipe beroda<em> (wheeled  robot) </em>dan diproyeksikan sebagai cikal bakal pengganti anjing penuntun atau  kursi roda konvensional di masa depan. Robot ini dilengkapi dengan sensor laser  yang mendeteksi jarak dengan bermacam benda penghalang yang ada di sekitarnya.  Dari informasi posisi dan jarak benda penghalang yang diterima, robot menghitung  tenaga yang diperlukan untuk menghindar dan melewati rintangan tersebut, dan  memilih alternatif yang paling ringan. Dengan cara ini, si robot dapat melewati  rintangan sambil menuntun majikannya (Gbr.2, 3).</p>
<div id="attachment_1251" class="wp-caption alignright" style="width: 213px"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/1120nsk2.jpg"><img class="size-full wp-image-1251  " title="1120nsk2" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/1120nsk2.jpg" alt="Gbr.2 Informasi sekitar didapat dari sensor laser" width="203" height="130" /></a><p class="wp-caption-text">Gbr.2 Informasi sekitar didapat dari sensor laser</p></div>
<p>Perintah dikirimkan  kepada si robot dengan menggunakan <em>grip</em> (Gbr.4). Input tenaga dan arah  yang diberikan pada grip ini membuat robot dapat menentukan arah dan kecepatan  yang harus dikeluarkannya. Hal ini memungkinkan pengguna robot untuk menuju arah  yang diinginkan dengan kecepatan tertentu, sambil menghindari rintangan yang ada  di jalan.</p>
<p>Pengaruh perbedaan gerakan relatif antara robot dan pengguna  diminimalisir dengan program komputer sehingga perintah dapat dilaksanakan  dengan presisi tinggi oleh si robot. Hal ini memungkinkan robot berhenti dan  bergerak secara mulus tanpa hentakan. 2 roda yang independen dan konstruksi  <em>caster</em> yang dapat memanjang dan memendek secara aktif memungkinkan  robot dapat melalui <em>track</em> yang menanjak ataupun <em>track</em> yang  bergelombang (Gbr.5)</p>
<p>Bila selama ini anda melihat robot-robot penuntun  hanya di film-film <em>science fiction</em> saja, mungkin tidak lama lagi anda  bisa melihatnya dijual di etalase toko elektronik di kota anda! (source: <em>techon.nikkeibp.co.jp</em>)</p>
<div id="attachment_1252" class="wp-caption aligncenter" style="width: 204px"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/1120nsk2-2.gif"><img class="size-full wp-image-1252 " title="1120nsk2-2" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/1120nsk2-2.gif" alt="Gbr 3. Sensor robot menghitung tenaga yang harus dikeluarkan untuk melewati rintangan" width="194" height="188" /></a><p class="wp-caption-text">Gbr 3. Sensor robot menghitung tenaga yang harus dikeluarkan untuk melewati rintangan</p></div>
<div id="attachment_1255" class="wp-caption aligncenter" style="width: 290px"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/1120nsk3.jpg"><img class="size-full wp-image-1255" title="1120nsk3" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/1120nsk3.jpg" alt="Gbr 4. Grip untuk memberi perintah " width="280" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Gbr 4. Grip untuk memberi perintah </p></div>
<div id="attachment_1256" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/1120nsk41.jpg"><img class="size-medium wp-image-1256" title="1120nsk4" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/1120nsk41-300x136.jpg" alt="Gbr 5. Konstruksi caster yang fleksibel dan aktif" width="300" height="136" /></a><p class="wp-caption-text">Gbr 5. Konstruksi caster yang fleksibel dan aktif</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/11/robot-penuntun-yang-pintar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PLTN di Indonesia : Sebuah Keniscayaan (Bag.2)</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/10/pltn-indonesia-sebuah-keniscayaan-bag-2/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/10/pltn-indonesia-sebuah-keniscayaan-bag-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 21:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Tech]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nuklir damai]]></category>
		<category><![CDATA[PLTN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1205</guid>
		<description><![CDATA[Kebijakan Energi Mix Pemerintah
Pengembangan energi nuklir untuk tujuan sipil seperti reaktor nuklir untuk pembangkit daya, dimulai secara intensif setelah konferensi Geneva “On the peaceful uses of atomic energy” yang disponsori PBB tahun 1955. Penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai telah diterapkan dalam bidang pertanian, peternakan, peningkatan kesehatan dan kedokteran, juga kebutuhan industri.
Penggunaan teknologi nuklir yang lebih umum adalah sebagai pembangkit tenaga listrik.  Lebih dari 30 negara yang berkontribusi, setara 16% pasokan energi dunia.
Sebagai negara yang berdaulat, sejak dicetuskannya penggunaan tenaga nuklir untuk tujuan damai, Indonesia telah berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang teknologi nuklir tersebut. Pengalaman selama hampir 40 tahun lebih dalam pengoerasian reaktor dan juga kontribusi aktif di berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, farmasi, kedoteran, dan industri, memperlihatkan kemampuan yang cukup untuk menembus level penggunaan teknologi nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik.
Pemanfaatan tenaga nuklir untuk kebutuhan listrik nasional menjadi salah satu alternatif energi. Kehadirannnya dapat menjadi penopang rencana jangka menengah dan panjang dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional.
Kebutuhan Energi Listrik Indonesia
Sebagai negara yang berpenduduk terbesar ke-4 di dunia, Indonesia diperkirakan akan <ahref="http://www.infometrik.com/2009/10/pltn-indonesia-sebuah-keniscayaan-bag-2/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kebijakan Energi Mix Pemerintah</strong></p>
<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/10/tokaimura.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1206" title="tokaimura" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/10/tokaimura.jpg" alt="tokaimura" width="203" height="152" /></a>Pengembangan energi nuklir untuk tujuan sipil seperti reaktor nuklir untuk pembangkit daya, dimulai secara intensif setelah konferensi Geneva “On the peaceful uses of atomic energy” yang disponsori PBB tahun 1955. Penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai telah diterapkan dalam bidang pertanian, peternakan, peningkatan kesehatan dan kedokteran, juga kebutuhan industri.</p>
<p>Penggunaan teknologi nuklir yang lebih umum adalah sebagai pembangkit tenaga listrik.  Lebih dari 30 negara yang berkontribusi, setara 16% pasokan energi dunia.</p>
<p>Sebagai negara yang berdaulat, sejak dicetuskannya penggunaan tenaga nuklir untuk tujuan damai, Indonesia telah berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang teknologi nuklir tersebut. Pengalaman selama hampir 40 tahun lebih dalam pengoerasian reaktor dan juga kontribusi aktif di berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, farmasi, kedoteran, dan industri, memperlihatkan kemampuan yang cukup untuk menembus level penggunaan teknologi nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik.</p>
<p>Pemanfaatan tenaga nuklir untuk kebutuhan listrik nasional menjadi salah satu alternatif energi. Kehadirannnya dapat menjadi penopang rencana jangka menengah dan panjang dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional.</p>
<p><strong>Kebutuhan Energi Listrik Indonesia</strong></p>
<p>Sebagai negara yang berpenduduk terbesar ke-4 di dunia, Indonesia diperkirakan akan mempunyai jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa pada tahun 2025 dari jumlah 120 juta di tahun 1970. Bersamaan dengan tingginya tingkat pertumbuhan penduduk, kebutuhan dasar juga semakin meningkat. Sementara itu, sebaliknya, sumber daya alam yang tersedia semakin berkurang. Seperti terlihat akhir-akhir ini di luar pulau Jawa, saban hari terjadi pemutusan listrik bergilir.</p>
<p>65% penduduk Indonesia mendiami daerah Jawa-Bali, yang merupakan 7% dari wilayah Indonesia. Dengan kata lain, 75% konsumsi listrik Indonesia terpusat di Jawa-Bali saja. Laju konsumsi listrik di Jawa-Bali　diperkirakan sekitar 7% dan di luar Jawa-Bali sekitar 10 %. Terlihat kenaikan kebutuhan akan listrik di daerah luar Jawa-Bali belakangan meningkat pesat seiring pembangunan di wilayah tersebut. Kendala kurangnya asupan energi listrik di luar Jawa-Bali sudah saatnya untuk dipikirkan solusinya.</p>
<p>PLN memperkirakan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2006-2015 (RUPTL), dengan asumsi pertambahan penduduk 7 % pertahun, proyeksi kebutuhan listrik tahun 2015 mencapai 239.49 TWh atau mengalami pertumbuhan rata-rata 8,5% selama 10 tahun ke depan dengan beban puncak akan mencapai 43.694 MW pada tahun 2015 atau sekitar 175 % kenaikan dibanding kapasitas terpasang PLN 2005 yaitu sekitar 19.514 MW untuk Jawa-Bali dan sekitar 5.573 MW untuk luar Jawa-Bali.  Untuk mencapai target pencapaian kapasitas dalam dekade kedepan pemerintah merumuskan strategi energi mix nasional yang di dalamnya ada upaya diversifikasi energi yang merupakan campuran energi fosil dan energi baru.</p>
<p>Pembangkit listrik berbahan bakar minyak, gas dan batu bara masih mendominasi pembangkit listrik di Jawa Bali. Pembangkit listrik lainnya seperti tenaga air berkontribusi sekitar 14%, sementara energi panas bumi berkontribusi sekitar 4% dari total kapasitas produksi listrik di Jawa-Bali.  Dalam hal penggunaan energi listik di Indonesia, konsumen rumah tangga masih mendominasi penggunaan listrik, sekitar 93.5%, bisnis atau komersil 3.9%, industri 0.2% dan yang lainnya 2.4%. Dari sini tampak bahwa beban pengguna listrik masih pada konsumen rumah tangga dibandingkan dengan bisnis atau komersila dan  industri yang masih relatif kecil terhadap penyerapan konsumsi listrik.</p>
<p><strong>Kebijakan Pemerintah untuk Energi Mix Nasional </strong></p>
<p>Kebijakan pemerintah dalam penanggulangan dan antisipasi kekurangan energi nasional dimotori kementerian energi dan sumber daya mineral. Pihaknya berupaya memadukan potensi sumber daya alam yang ada baik dari bahan fosil, terbarukan dan nuklir. Tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya manusia, dikaitkan dengan aspek ekonomi, sosial dan politik.</p>
<p>Konsep kebijakan energi <em>mix </em>nasional dengan memasukan opsi energi nuklir sudah terdapat dalam cetak biru energi nasional pada departemen energi. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan energi untuk pemenuhan listrik nasional dalam 1 dan 2 dasawarsa kedepan. Proses kebijakan energi mix nasional dititikberatkan pada pemenuhan kebutuhan energi nasional dari berbagai alternatif sumber daya alam lainnya, baik itu sumber daya alam baru dan terbaharukan selain bahan bakar fosil. Kebijakan energi mix untuk tahun 2025 masih didominasi bahan bakar fosil dengan komposisi batubara 32,7 %, Gas bumi 30.6%, minyak bumi 26.2%, PLTA 2.4%, panas bumi 3.8% dan lainnya 4.4%. Energi nuklir masuk pada komposisi lainnya dengan kontribusi 1.993% terhadap kebutuhan energi nasional.</p>
<p>Tersirat beberapa tahap pembangunan dalam kebijakan pembangunan PLTN cetak biru kementerian energi. Tahap pertama adalah pembangunan 2 buah PLTN dengan target operasi sekitar 2016 dan 2017. Tahapan selanjutnya adalah pembangunan 2 buah PLTN lainnya dengan target operasi tahun 2023 dan 2024. Total daya yang diinginkan adalah 10 GWe dengan target harga per kWh &lt; 4 cUS$.  Berbagai upaya telah, dan sedang dilakukan baik pihak pemerintah, universitas dan lembaga riset yang ada untuk mengadakan sosialisasi dan <em>road show</em> termasuk didalamnya dialog bersama parlemen, masyarakat, NGO dan lembaga profesi lainnya.</p>
<p>Kebijakan pemerintah dalam perencanaan pembangunan yang berkaitan dengan PLTN dalam bentuk sebuah keputusan pemerintah untuk pengembangan PLTN di Indonesia telah dikeluarkan pada tahun 1989. Dua tahun setelahnya, dimulai studi perencanaan tentang kemungkinan dibangunnya PLTN diindonesia. Studi perencanaan tersebut dilakukan sampai tahun 1996. Pada tahun 1997 dan mengacu pada keputusan pemerintah No. 10 tahun 1997, Indonesia sudah mempersiapkan untuk pembangunan PLTN berdasarkan prediksi laju konsumsi energi diharapkan sudah dibangun sekitar 2007 atau bahkan lebih cepat dari itu. Akan tetapi, berkaitan dengan krisis ekonomi yang terjadi, maka untuk sementara waktu proyek tersebut dimundurkan. Pada Januari 2003 dalam seminar mengenai rencana nasional energi dengan opsi energi nuklir, menteri energi dan sumber daya mineral telah merencanakan dioperasikannya pembangkit tenaga nuklir yang pertama pada tahun 2016. Pembangunannya dapat dimulai sekitar 2010-2011.</p>
<p>Berdasarkan keputusan sistem nasional untuk riset, pengembangan dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi telah disahkan DPR-RI dalam Ketetapan No. 18 tahun 2002. Keputusan hukum ini menjadi sebuah penguat dalam strategi penembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia khususnya berkaitan dengan penggunaan tenaga nuklir. Dalam perjalanannya, kementrian riset dan teknologi yang berkoordinasi dengan istitusi riset dan pengembangan dan beberapa universitas, industri dan NGO untuk membuat <em>landmarks</em> 2020. Fokusnya pada keamanan suplai makanan dan energi. Dua poin yang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan untuk bertahan hidup, akan tetapi juga untuk pembangunan berkelanjutan.</p>
<p><em>Comprehensive Assesment of Different Energy Sources </em>(CADES) <em>for Generation in Indonesia </em>adalah studi hasil kerja sama Indonesia dan IAEA . Studi ini berfokus pada penelitian tentang kemungkinan penerapan energi nuklir di Indonesia sebagai salah satu opsi sumber energi. Penelitian ini sudah mulai menunjukkan hasil, dan telah dilaporkan langsung ke IAEA pada Agustus 2003.</p>
<p>Laporan tersebut memperlihatkan strategi energi <em>mix</em> nasional yang akan diterapkan di Indonesia dari berbagai sumber daya alam yang tersedia termasuk penggunanan tenaga nuklir. Untuk Jawa-Bali, pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut akan mulai beroperasi sekitar 2016. Total kontribusi 5% dari total energi listrik nasional atau sekitar 6,000 MWe pada tahun 2025.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p>Akira Imoto, IAEA activities in support of rising expectation for the role of nuclear power in developing countries, AESJ, Japan, November, 2006.</p>
<p>Badan Tenaga Nuklir Nasional, Energi Nuklir sebagai bagian dari sistem energi nasional jangka panjang, 2003.</p>
<p>Book of presentations of Tokyo tech COE-INES-Indonesia International Symposium 2005 , Prospect of Nuclear Energy in Indonesia, Bandung, Indonesia, 2005.</p>
<p>Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, 2005, Blue print pengelolaan energi nasional 2005-2025, Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (www.esdm.go.id).</p>
<p>Kusnowo, Arlinah, Aplikasi Teknik Nuklir, Makalah Mapita Selekta Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung, April 2004.</p>
<p>Undang-undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.</p>
<p>Permana, Sidik, Energi Nuklir dan Kebutuhan Energi Masa Depan (Era Renaisans Energi Nuklir Dunia dan Energi Nuklir Indonesaia), Majalah Inovasi Vol 5/XVII/November/2005, PPI Jepang, 2005.</p>
<p>West, J.M. dan W.K. Davis, 2001, The　Creation and Beyond: Evolutions in US　Nuclear Power Development, Nuclear　News, June 2001.</p>
<p><a href="http://www.icjt.org/an/tech/jesvet/jesvet.htm">http://www.icjt.org/an/tech/jesvet/jesvet.htm</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/10/pltn-indonesia-sebuah-keniscayaan-bag-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hasil Final ABU Asia Pacific Robot Contest Tokyo 2009</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/08/hasil-final-abu-asia-pacific-robot-contest-tokyo-2009/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/08/hasil-final-abu-asia-pacific-robot-contest-tokyo-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 12:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=965</guid>
		<description><![CDATA[Genderang ditabuh menandai dimulainya perang kecanggihan antar robot dalam final ABU Asia Pacific Robot Contest Tokyo 22 Agustus 2009. Bertempat di Gymnasium of the Metropolitan Komazawa Olympic Park General Sports Ground Tokyo kreatifitas dalam berkreasi membuat robot dalam balutan tema “Travel Together for the Victory Drums”-pun diadu. Ajang ini adalah even yang diselenggarakan tiap tahun oleh Asia-Pacific Broadcasting Union (beranggotakan 118 broadcast dari 53 negara dan regional), yang mempertemukan wakil-wakil terbaik dari pemenang kontes robot nasional di masing-masing negara di kawasan Asia Pasifik. Indonesia sebagai salah satu kontestan dalam ajang ini mengirimkan wakilnya dari Politeknik Negeri Surabaya yang digawangi oleh Bayu Prasetyo, Bayu Sandhimarta, dan Moh. Hisyam Fithrony. Tim ini adalah pemenang pertama Kontes Robot Indonesia 2009.
 
Tim yang mengikuti ajang final Robocon di Jepang untuk tahun ini terdiri dari para perwakilan dari  19 negara. Jepang sebagai tuan rumah mendapatkan jatah dua tim yaitu dari Kanazawa Institute of Technology dan Toyohashi University of Technology, yang merupakan juara dan runner up kontes robot di Jepang, sehingga total jumlah yang mengikuti ajang final sebanyak 20 tim. Tim-tim tersebut terbagi ke dalam <ahref="http://www.infometrik.com/2009/08/hasil-final-abu-asia-pacific-robot-contest-tokyo-2009/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/08/robocon2009.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-966" title="robocon2009" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/08/robocon2009.jpg" alt="robocon2009" width="227" height="152" /></a>Genderang ditabuh menandai dimulainya perang kecanggihan antar robot dalam final ABU Asia Pacific Robot Contest Tokyo 22 Agustus 2009. Bertempat di Gymnasium of the Metropolitan Komazawa Olympic Park General Sports Ground Tokyo kreatifitas dalam berkreasi membuat robot dalam balutan tema “Travel Together for the Victory Drums”-pun diadu. Ajang ini adalah even yang diselenggarakan tiap tahun oleh Asia-Pacific Broadcasting Union (beranggotakan 118 broadcast dari 53 negara dan regional), yang mempertemukan wakil-wakil terbaik dari pemenang kontes robot nasional di masing-masing negara di kawasan Asia Pasifik. Indonesia sebagai salah satu kontestan dalam ajang ini mengirimkan wakilnya dari Politeknik Negeri Surabaya yang digawangi oleh Bayu Prasetyo, Bayu Sandhimarta, dan Moh. Hisyam Fithrony. Tim ini adalah pemenang pertama Kontes Robot Indonesia 2009.</p>
<p><span> </span></p>
<p style="text-align: justify;">Tim yang mengikuti ajang final Robocon di Jepang untuk tahun ini terdiri dari para perwakilan dari  19 negara. Jepang sebagai tuan rumah mendapatkan jatah dua tim yaitu dari Kanazawa Institute of Technology dan Toyohashi University of Technology, yang merupakan juara dan runner up kontes robot di Jepang, sehingga total jumlah yang mengikuti ajang final sebanyak 20 tim. Tim-tim tersebut terbagi ke dalam 7 group a, b, c, d, e, f dan g. Masing-masing group terdiri dari 3 tim kecuali grup G yang hanya ditempati dua tim dari The University of Hongkong dan Multimedia University Malaysia. Pada kualifikasi grup sistem pertandingan adalah setengah kompetisi dengan masing-masing tim memiliki kesempatan bermain sebanyak dua kali. Dari tiap-tiap pertandingan apabila tidak tercatat sebagai pemenang, catatan waktu dalam menyelesaikan tugas memukul drum di ujung lintasan tetap dihitung untuk menentukan runner up terbaik masing-masing grup.<span><span> </span></span></p>
<p style="text-align: center;"><span><span><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/08/p10007131.jpg"><img class="size-medium wp-image-967 aligncenter" title="p10007131" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/08/p10007131-300x224.jpg" alt="p10007131" width="300" height="224" /></a></span></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Aturan Permainan</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span> </span>Sesuai dengan tema lomba yaitu “Travel Together for the Victory Drums”, yang mengadopsi dari sejarah bangsa Jepang di masa lampau yang menggunakan tandu untuk transportasi dari satu tempat ke tempat yang lainnya, dalam permainan ini robot harus mengusung robot lainnya dengan kago (tandu) menaiki tanjakan (yang melambangkan gunung) dan kelokan-kelokan (yang melambangkan hutan). Di sepanjang lintasan terdapat tiga check point sebagai tempat melakukan retry robot manakala terjadi error. Check point pertama terdapat di lintasan sebelum tanjakan, check point kedua berada setelah tanjakan, dan check point ke tiga berada di dekat ujung lintasan dekat drum. Setiap tim hanya diperbolehkan memiliki satu robot otomatis yang bertindak mengusung robot, satu robot otomatis yang diusung dan juga bertindak memukul drum di ujung lintasan, dan satu robot manual (dikendalikan oleh operator melalui joystik) yang membantu robot otomatis pertama untuk mengusung robot otomatis kedua. Tim yang terlebih dahulu berhasil menjalankan tugas memukul drum diujung lintasan dinyatakan sebagai pemenang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam setiap pertandingan terdapat dua tim yang saling beradu yaitu tim merah dan tim biru. Sistem pertandingan diatur sedemikian rupa sehingga setiap tim memiliki giliran bertindak sebagai tim merah dan tim biru. Seperti halnya aturan  yang berlaku pada Robocon tahun-tahun sebelumnya, jumlah bobot total semua robot yang diperbolehkan tidak boleh melebihi 50 kg dan catu daya robot pada masing-masing robot maksimum 24 Vdc. Robot otomatis adalah robot yang bergerak secara otomatis setelah tombol power ditekan tanpa ada unsur campur tangan manusia. Robot manual adalah robot yang bergerak dikendalikan operator melalui joystik (boleh dengan kabel atau tanpa kabel).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><!-- Smart Youtube --><span class="youtube"><object width="425" height="355"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/GYC5KA87D9M&amp;rel=1&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" /><param name="allowFullScreen" value="true" /><embed wmode="transparent" src="http://www.youtube.com/v/GYC5KA87D9M&amp;rel=1&amp;color1=d6d6d6&amp;color2=f0f0f0&amp;border=&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="355" ></embed><param name="wmode" value="transparent" /></object></span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Jalannya pertandingan dan hasil akhir kontes dapat dibaca di website <a href="http://www.ppitokodai.org/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=165:hasil-final-abu-asia-pacific-robot-contest-tokyo-2009&amp;catid=19:berita&amp;Itemid=73" target="_blank">PPI-Tokodai</a> (Tokyo Institute of Technology) Jepang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/08/hasil-final-abu-asia-pacific-robot-contest-tokyo-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SDM Iptek, Tetaplah Optimis</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/08/sdm-iptek-tetaplah-optimis/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/08/sdm-iptek-tetaplah-optimis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 12:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wawancara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=929</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kesempatan kali ini Infometrik memuat hasil wawancara dengan Prof.Dr.Anung Kusnowo seputar wacana kebangkitan teknologi nasional, antara harapan dan kenyataan. Prof.Anung adalah sosok yang kompeten untuk berbicara soal iptek nasional karena beliau pernah menjabat berbagai posisi penting di bidang pengembangan iptek di Indonesia, antara lain sebagai Deputi Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kepala Pusat Penelitian Fisika LIPI, Ketua Himpunan Fisikawan Indonesia, Ketua Dewan Juri Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Indonesia (LPIR) dan Lomba Karya Ilmiah Remaja Indonesia (LKIR).
Infometrik (I) : Melihat kondisi politik dan ekonomi bangsa saat ini, apakah sudah ada titik cerah bahwa sudah saatnya bidang teknologi akan menjadi perhatian berikutnya?
Anung Kusnowo (AK) : Teknologi, atau lebih umumnya ilmu pengetahuan dan teknologi, belum jadi perhatian utama. Salah satu indikatornya dana APBN yang kurang dari 1%PDB, tepatnya cuma 0.2%. Sangat kecil dibandingkan Jepang yang lebih dari 3%. Memang, dalam wacana sudah sering terdengar para elit atau politikus yang menyatakan pentingnya iptek, tetapi hanya sebatas wacana. Belum diikuti tindakan konkrit. Bangsa kita, termasuk para pemimpinnya, lebih senang jadi pedagang daripada produsen.
I : Kita sering mendengar istilah <ahref="http://www.infometrik.com/2009/08/sdm-iptek-tetaplah-optimis/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/08/writing2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-940" title="writing" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/08/writing2.jpg" alt="writing" width="150" height="107" /></a>Dalam kesempatan kali ini Infometrik memuat hasil wawancara dengan Prof.Dr.Anung Kusnowo seputar wacana kebangkitan teknologi nasional, antara harapan dan kenyataan. Prof.Anung adalah sosok yang kompeten untuk berbicara soal iptek nasional karena beliau pernah menjabat berbagai posisi penting di bidang pengembangan iptek di Indonesia, antara lain sebagai Deputi Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kepala Pusat Penelitian Fisika LIPI, Ketua Himpunan Fisikawan Indonesia, Ketua Dewan Juri Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Indonesia (LPIR) dan Lomba Karya Ilmiah Remaja Indonesia (LKIR).</p>
<p>Infometrik (I) :<em> </em><em>Melihat kondisi politik dan ekonomi bangsa saat ini, apakah sudah ada titik cerah bahwa sudah saatnya bidang teknologi akan menjadi perhatian berikutnya?</em></p>
<p>Anung Kusnowo (AK) : Teknologi, atau lebih umumnya ilmu pengetahuan dan teknologi, belum jadi perhatian utama. Salah satu indikatornya dana APBN yang kurang dari 1%PDB, tepatnya cuma 0.2%. Sangat kecil dibandingkan Jepang yang lebih dari 3%. Memang, dalam wacana sudah sering terdengar para elit atau politikus yang menyatakan pentingnya iptek, tetapi hanya sebatas wacana. Belum diikuti tindakan konkrit. Bangsa kita, termasuk para pemimpinnya, lebih senang jadi pedagang daripada produsen.</p>
<p>I : <em>Kita sering mendengar istilah brain drain di mana Indonesia juga tidak terlepas dari fenomena tersebut. Bagaimana efek positif dan negatif brain drain ini untuk Indonesia?</em></p>
<p>AK : <em>Brain drain</em> ada plus minusnya. Segi positifnya, bila belajar langsung dari sumbernya, akan selalu <em>up-to-date</em> dalam bidang tersebut karena berada di tengah-tengah para ahlinya. Tetapi kalau terus-terusan di luar negeri, apalagi sampai tidak bersedia pulang bahkan ganti kewarganegaraan, ini mungkin subyektif, merupakan sikap melepaskan diri dari tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Mencari pengalaman langsung di luar negeri memang harus, tetapi suatu ketika harus bersedia pulang. Pak Habibie dan Pak Sangkot Marzuki adalah contoh anak bangsa yang sudah besar di luar negeri, punya standing kelas dunia, dan pulang membangun bangsa.</p>
<p>I : <em>Cina dan India, disebut-sebut sebagai negara yang sekarang menikmati apa yang disebut &#8220;reverse brain drain&#8221;. Talenta-talenta mereka yang dulu di negara-negara maju telah mulai berbondong-bondong kembali ke negaranya. Bagaimana Bapak melihat fenomena ini, apakah untuk Indonesia juga sudah bisa diharapkan?</em></p>
<p>AK : Kalau ingin me-<em>reverse brain drain</em>, seperti India, Cina atau Korea Selatan, maka pemerintah harus kuat dulu kemampuan ekonominya, sehingga mampu memberi gaji tinggi kepada para ilmuwan WNI kelas dunia. Mungkin baru tahun 2025, yang konon kabarnya, pada saat itu ekonomi Indonesia bisa mencapai kelas lima di dunia.</p>
<p><em> </em></p>
<p>I : <em>Para SDM teknologi yang berada di LN sering mengatakan bahwa salah satu kendala mereka kembali ke tanah air adalah kemungkinan mengkerutnya wilayah aktualisasi mereka. Dengan kata lain, kurangnya lahan mereka bisa berkiprah. Bagaimana komentar Bapak, dan apa solusinya?</em></p>
<p>AK : Hal itu tergantung ilmu dan kreatifitas yang bersangkutan. Di lingkungan saya, Puslit Fisika LIPI, ada sarjana-sarjana berprestasi yang bekerja dengan baik di dalam negeri. Di antarnya Dr.Laksamana Tri Handoko, Dr.Bambang Widyatmoko, Dr.Nurul Taufiqur Rahman dan banyak lagi. Mereka meraih penghargaan bergengsi seperti <em>Habibie Award</em>, <em>Bakri Award</em>, atau <em>Toray Award</em>. Selama jejaring terus dibina dengan <em>peer</em>-nya di luar  negeri, disertai niat baik berbakti bagi bangsa dan negara dengan dasar pikiran : <em>‘kalau bukan saya siapa lagi’</em>, berkiprah di dalam negeri selalu mungkin. Contoh lain, Dr. Warsito, yang baru-baru ini mendapat penghargaan <em>Bakrie Award</em> dan Dikti, yang mempunyai paten alat ultrasonik 4D. Dia mendirikan lab di Tangerang yang mampu menjual alat-alat produksinya ke AS, antara lain <em>NASA</em> dan <em>B&amp;W. </em></p>
<p>I : <em>Dibandingkan Malaysia, negara tetangga kita yang masih on-track dengan program Malaysia Maju 2020, negara kita sepertinya tertinggal di bidang teknologi, bahkan banyak dari SDM kita sekarang berkiprah di negeri jiran tersebut. Apa seharusnya yang pemerintah lakukan? (Tentunya mengharapkan rasa nasionalisme pribadi saja, tidak cukup.)</em></p>
<p>AK : Malaysia memang mempunyai program jangka panjang yang dinamai Malaysia 2020. Mereka terus konsisten dengan program tersebut, mengejar dan berhasil seperti sekarang. Adapun Indonesia tidak demikian. Ada banyak faktor yang membuat Indonesia lambat maju. Salah satunya adalah tidak adanya kepemimpinan yang kuat. Setelah Bung Karno dan Pak Harto, Indonesia kehilangan pemimpin yang kuat. Mudah-mudahan Presiden SBY sekarang dapat menjadi pemimpin yang dibutuhkan itu, seperti Mahathir di Malaysia, atau Lee Kuan Yew di Singapura. Menjadi pemimpin yang visioner, berani dan mampu menerawang masa depan bangsa. Pemimpin seperti itu yang sangat kita perlukan.</p>
<p>30 tahun yang lalu banyak mahasiswa Malaysia ditugaskan belajar di Indonesia, juga banyak guru dan dosen Indonesia yang diminta mengajar di Malaysia. Mereka ini banyak menduduki jabatan penting di negara tempat tinggalnya. Indonesia banyak orang pandai, tetapi dalam hal konsistensi dan ketekunan, kurang staminanya. Sistim pemerintahan negara yang lima tahunan menurutnya turut menjadi kendala. Sebab, bila ada pergantian pemerintahan, sangat mungkin program jangka  panjang diganti sesuai selera pemerintah yang baru terbentuk saat itu.<em> </em></p>
<p>I : <em>SDM teknologi kita yang sekarang berada di tanah air, secara kualitas dan kuantitas sepertinya tidak mengecewakan. Apa yang diperlukan untuk sebuah breakthrough di bidang sains dan teknologi? Ataukah Bapak menganggap SDM kita masih kurang baik secara kuantitas maupun kualitas?<br />
</em></p>
<p>AK : Jumlah dan mutu SDM Indonesia khususnya untuk iptek saat ini, belumlah cukup. Apalagi dengan mempertimbangkan SDM yang lari ke LN dan tidak ingin pulang. Ini menambah parah kondisi negara. Ini semua menjadi tanggung jawab kita bersama, kalau sikap apatis menghinggapi kita semua, Indonesia bukannya makin maju tapi sebaliknya, makin mundur.</p>
<p>I : <em>Bidang-bidang apakah yang sebaiknya diprioritaskan untuk dituntut dan dikembangkan oleh para ilmuwan dan teknologi kita. Apakah perlu ada perbedaan antara prioritas ilmu murni dan terapan? Atau antara ilmu tentang IT dan teknik mesin atau teknik sipil misalnya?</em></p>
<p>AK : Saat ini, prioritas iptek terfokus pada enam bidang; yaitu pangan, kesehatan, hankm, komunikasi, energi dan material. Tapi lima tahun ke depan, apakah masih akan sama, akan tergantung siapa menterinya. Ini sebab lain mengapa kita lambat maju, karena setiap pemimpin cenderung ingin memaksakan keinginannya sendiri, tanpa mempertimbangkan dalam-dalam kerja sebelumnya.</p>
<p>I : <em>Kami melihat di LN, kolaborasi antara perusahaan dan universitas dalam mengembangkan penelitian sangat erat. Perusahaan memiliki litbang yang lebih dekat kepada terapan iptek, sementara di universitas lebih kepada pendalaman teori dan penemuan baru. Meski ini batasnya juga agak kabur, bagaimana di Indonesia?</em></p>
<p>AK : Mengenai lambatnya kolaborasi iptek dan industri, hal itu lantaran kecenderungan industri di tanah air yang lebih senang menggunakan teknologi luar negeri dibandingkan teknologi produk anak bangsa sendiri. Lebih parah lagi, banyak yang lebih senang jadi pedagang dibanding produsen. Namun, hal ini pelan-pelan terus diperbaiki dengan berbagai macam insentif dari pemerintah, untuk membantu penggunaan teknologi produk negeri sendiri.</p>
<p>Pak Anung sendiri memiliki pengalaman tinggal di luar negeri yang tidak sebentar, menyelesaikan pendidikan S1 di ITB, beliau meraih gelar S2 dari Brunell University Inggris pada tahun 1977, dan S3 dari Tokyo Institute of Technology pada tahun 1985. Meski sudah memasuki masa pensiun secara formal, saat ini Pak Anung tetap aktif di dunia penelitian, antara lain di <em>Habibie Center</em>, <em>Toray ITFS</em> dan penasehat di DIKTI</p>
<p>Di akhir wawancara dengan Infometrik, Pak Anung berpesan kepada generasi muda yang giat di bidang iptek, “Meski kondisi negara kita saat ini memang belum menempatkan iptek pada prioritas tinggi, masih taraf wacana yang penting diucapkan tapi belum sampai didukung dengan pendanaan yang memadai, tetaplah optimis. Ilmu yang telah dikuasai pada waktunya akan bermanfaat.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/08/sdm-iptek-tetaplah-optimis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Pendidikan Teknik Mesin di Indonesia</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/08/masa-depan-pendidikan-teknik-mesin-di-indonesia/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/08/masa-depan-pendidikan-teknik-mesin-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 19:11:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mesin & Mekanika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Djoko Suharto1 dan Andi Isra Mahyuddin2
Tulisan ini merupakan pandangan penulis mengenai masa depan pendidikan Teknik Mesin di Indonesia dan disampaikan sebagai ”Keynote” pada Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin ke 7 di Universitas Sam Ratulangi Manado pada tanggal 4 Nopember 2008. Tiga hal pokok disoroti dalam makalah ini, yang  pertama adalah usaha untuk membuat pendidikan Teknik Mesin yang lebih bermakna, baik untuk pengembangan industri di Indonesia maupun untuk berkontribusi ke industri (pasar) global, yang kedua adalah antisipasi munculnya ilmu baru pada abad ke 21 serta dampaknya pada profesi Teknik Mesin dan yang terakhir adalah antisipasi  ketidakcocokan (”mismatch”) perencanaan pendidikan (”education push factor”) di bidang Teknik Mesin dengan sektor riil di industri (”industrial pull factor”).
Artikel selengkapnya dapat didownload di sini:  Masa Depan Pendidikan Teknik Mesin
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-
Catatan:
Tulisan ini telah disampaikan pada Seminar Nasional Tahunan Teknik  Mesin VII, 4 – 5 November 2008, Manado.
[1] Ketua Senat, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, ITB.
[2] Dekan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, ITB.

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Djoko Suharto<sup>1</sup> dan Andi Isra Mahyuddin<sup>2</sup></p>
<p>Tulisan ini merupakan pandangan penulis mengenai masa depan pendidikan Teknik Mesin di Indonesia dan disampaikan sebagai ”Keynote” pada Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin ke 7 di Universitas Sam Ratulangi Manado pada tanggal 4 Nopember 2008. Tiga hal pokok disoroti dalam makalah ini, yang  pertama adalah usaha untuk membuat pendidikan Teknik Mesin yang lebih bermakna, baik untuk pengembangan industri di Indonesia maupun untuk berkontribusi ke industri (pasar) global, yang kedua adalah antisipasi munculnya ilmu baru pada abad ke 21 serta dampaknya pada profesi Teknik Mesin dan yang terakhir adalah antisipasi  ketidakcocokan (<strong>”mismatch”</strong>) perencanaan pendidikan (”<strong>education push factor”</strong>) di bidang Teknik Mesin dengan sektor riil di industri (<strong>”industrial pull factor”</strong>).</p>
<p>Artikel selengkapnya dapat didownload di sini:  <a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/08/Masa-Depan-Pendidikan-Teknik-Mesin.pdf">Masa Depan Pendidikan Teknik Mesin</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Tulisan ini telah disampaikan pada <em>Seminar Nasional Tahunan Teknik  Mesin VII, </em>4 – 5 November 2008, Manado.</p>
<p>[1] Ketua Senat, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, ITB.</p>
<p>[2] Dekan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, ITB.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-744" href="http://www.infometrik.com/2009/08/masa-depan-pendidikan-teknik-mesin-di-indonesia/021-2/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-744" title="-021" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/08/021-300x164.jpg" alt="-021" width="300" height="164" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/08/masa-depan-pendidikan-teknik-mesin-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prof.Anung Kusnowo: Selamat Berkarya Infometrik!</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/08/prof-dr-anung-kusnowo-selamat-berkarya-infometrik/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/08/prof-dr-anung-kusnowo-selamat-berkarya-infometrik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 00:35:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komentar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=582</guid>
		<description><![CDATA[Kami menyambut baik terbitnya situs www.infometrik.com, majalah online untuk para mahasiswa, sarjana maupun tenaga-tenaga ahli bidang otomotif, material dan bidang-bidang terkait lainnya, khususnya yg saat ini sedang berada di Jepang. Mudah-mudahan media ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat tukar-menukar informasi akademik, tetapi juga sarana silaturrahim dan untuk saling mengingatkan tugas kita sebagai calon-calon intelektual  yang karyanya bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Zaman ini, tantangan makin beragam, kompetisi teknologi makin tajam, bangsa kita memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, harus siap bersaing dan didukung karakter yg kuat, khususnya rasa nasionalisme tinggi. Para SDM kita harus selalu ingat bahwa ilmu dan teknologi yg dikuasainya adalah untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Jepang adalah salah satu contoh negara yg mempunyai semangat tinggi dalam memanfaatkan sebaik-baiknya SDM untuk kemajuan bangsanya. Meskipun sumber daya alam (SDA) Jepang relatif kurang dibanding Indonesia, tetapi dengan SDM yg berkualitas tinggi, negara Jepang telah berhasil menduduki posisi yg sangat kuat dan terhormat dimata dunia. Ini semua dimulai dari zaman Meiji, yang dikenal dengan program Restorasi Meiji, dua ratusan tahun yang lalu, dimana ribuan sarjana Jepang <ahref="http://www.infometrik.com/2009/08/prof-dr-anung-kusnowo-selamat-berkarya-infometrik/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-588" href="http://www.infometrik.com/2009/08/prof-dr-anung-kusnowo-selamat-berkarya-infometrik/writing/"><img class="size-thumbnail wp-image-588 alignleft" title="writing" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/08/writing-150x150.jpg" alt="writing" width="150" height="150" /></a>Kami menyambut baik terbitnya situs <a href="http://www.infometric.com/" target="_blank">www.infometrik.com</a>, majalah online untuk para mahasiswa, sarjana maupun tenaga-tenaga ahli bidang otomotif, material dan bidang-bidang terkait lainnya, khususnya yg saat ini sedang berada di Jepang. Mudah-mudahan media ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat tukar-menukar informasi akademik, tetapi juga sarana silaturrahim dan untuk saling mengingatkan tugas kita sebagai calon-calon intelektual  yang karyanya bermanfaat bagi bangsa dan negara.</p>
<p>Zaman ini, tantangan makin beragam, kompetisi teknologi makin tajam, bangsa kita memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas, harus siap bersaing dan didukung karakter yg kuat, khususnya rasa nasionalisme tinggi. Para SDM kita harus selalu ingat bahwa ilmu dan teknologi yg dikuasainya adalah untuk kemaslahatan bangsa dan negara. Jepang adalah salah satu contoh negara yg mempunyai semangat tinggi dalam memanfaatkan sebaik-baiknya SDM untuk kemajuan bangsanya. Meskipun sumber daya alam (SDA) Jepang relatif kurang dibanding Indonesia, tetapi dengan SDM yg berkualitas tinggi, negara Jepang telah berhasil menduduki posisi yg sangat kuat dan terhormat dimata dunia. Ini semua dimulai dari zaman <em>Meiji</em>, yang dikenal dengan program <em>Restorasi Meiji</em>, dua ratusan tahun yang lalu, dimana ribuan sarjana Jepang dikirim ke negara-negara Barat yang saat itu dianggap mempunyai teknologi maju.</p>
<p>Pada era Habibie, Indonesia pernah melaksanakan pengiriman dalam sekala besar sarjana-sarjana ke luar negeri, termasuk Jepang.  Sayang sekali, tidak semuanya bersedia pulang lalu mendarmabaktikan ilmunya di Indonesia.  Situs ini, mungkin  bermanfaat untuk saling tukar pendapat tentang hal ini. Di media Indonesia , akhir-akhir ini ramai dibicarakan tentang banyaknya peneliti Indonesia yang bekerja di LN.</p>
<p>Selama Indonesia hanya menjadi pasar bagi produk negara lain, lebih suka menjadi pedagang dibanding produsen, menjual murah hasil-hasil SDA dan tidak  mampu atau mau memprosesnya sendiri, selama itu pula negara kita akan menjadi subordinat negara lain. Di tangan generasi muda , termasuk mereka yang saat ini sedang mencari ilmu di Jepang, Amerika dan negara maju lainnya, masa depan bangsa berada.</p>
<p>Putera-putera Indonesia , dalam bidang ilmu dan teknologi, tidak kalah bersaing dengan negara-negara lain.  Banyak bukti tentang ini, dalam berbagaui event seperti Olimpiade Fisika, Kimia, dan Matematika, anak-anak Indonesia mampu bersaing dengan baik, bahkan mampu meraih tempat terhormat.<br />
Akhir kata, semoga media ini dapat berkembang dengan baik dan memberikan sumbangsih yang nyata pada bangsa dan negara.</p>
<p>Salam</p>
<p>Anung Kusnowo.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>*Prof. Dr.Anung Kusnowo, APU.</p>
<p>Beliau adalah salah seorang dari tidak banyak ilmuwan fisika murni Indonesia, dan juga pemegang gelar Professor Riset sebagai bukti pengakuan dunia ilmiah Indonesia. Pernah menempati berbagai posisi penting terkait dengan keilmuan dan kepakaran beliau. Antara lain pernah menjadi Ketua Himpunan Fisika Indonesia tingkat pusat dan Deputi Ketua LIPI bidang Sains dan Teknologi.  Terakhir beliau berkantor di Pusat Penelitian Fisika, Serpong. (Redaksi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/08/prof-dr-anung-kusnowo-selamat-berkarya-infometrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prof.Djoko Suharto: Pengantar Infometrik, Harapan dan Kerja Keras</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/08/harapan-dan-kerja-keras-menuju-kebangkitan-teknologi-sebuah-pengantar/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/08/harapan-dan-kerja-keras-menuju-kebangkitan-teknologi-sebuah-pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 21:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Tech]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Harapan dan Kerja Keras Menuju Kebangkitan Teknologi
Ide untuk menerbitkan majalah teknologi online (www.infometrik.com) di bidang mekanika, material dan teknologi terapan merupakan usaha yang pantas untuk dihargai. Seperti diketahui kegunaan internet pada awal abad ke 21 sudah tidak terbantahkan lagi dimana informasi dapat diperoleh dimana saja dengan waktu yang sangat cepat. Namun perlu dicermati bahwa informasi yang diperoleh bisa merupakan informasi yang kurang terorganisasi secara sistematik dan tidak fokus. Penerbitan majalah teknologi ini merupakan usaha untuk meramu secara sistematik informasi di bidang mekanika, material dan teknologi terapan yang diharapkan berguna untuk mahasiswa dan para profesional dalam rangka menerapkan falsafah belajar sepanjang hajat.
Sebagian bidang mekanika dan material dipelajari dalam program studi Teknik Mesin, (nama yang sebenarnya tidak terlalu tepat merepresentasikan nama ”Mechanical Engineering” yang sudah dikenal di seluruh dunia). Sampai dengan pertengahan abad ke 20 bidang mekanika dan material mendominasi pengembangan teknologi terutama  di bidang ”manufacturing” dan perancangan peralatan-peralatan mekanik. Dengan munculnya teknologi baru (emerging technology) seperti teknologi info, bio, nano, dan cogno maka antisipasi ke depan adalah menggabungkan Teknik Mesin klasik dengan teknologi baru tersebut <ahref="http://www.infometrik.com/2009/08/harapan-dan-kerja-keras-menuju-kebangkitan-teknologi-sebuah-pengantar/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a rel="attachment wp-att-659" href="http://www.infometrik.com/2009/08/harapan-dan-kerja-keras-menuju-kebangkitan-teknologi-sebuah-pengantar/writing-2/"><img class="alignleft size-medium wp-image-659" title="writing" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/08/writing1-300x214.jpg" alt="writing" width="300" height="214" /></a>Harapan dan Kerja Keras Menuju Kebangkitan Teknologi</strong></p>
<p>Ide untuk menerbitkan majalah teknologi online (www.infometrik.com) di bidang <em>mekanika, material</em> dan <em>teknologi terapan</em> merupakan usaha yang pantas untuk dihargai. Seperti diketahui kegunaan internet pada awal abad ke 21 sudah tidak terbantahkan lagi dimana informasi dapat diperoleh dimana saja dengan waktu yang sangat cepat. Namun perlu dicermati bahwa informasi yang diperoleh bisa merupakan informasi yang kurang terorganisasi secara sistematik dan tidak fokus. Penerbitan majalah teknologi ini merupakan usaha untuk meramu secara sistematik informasi di bidang mekanika, material dan teknologi terapan yang diharapkan berguna untuk mahasiswa dan para profesional dalam rangka menerapkan falsafah belajar sepanjang hajat.</p>
<p>Sebagian bidang mekanika dan material dipelajari dalam program studi Teknik Mesin, (nama yang sebenarnya tidak terlalu tepat merepresentasikan nama <em>”Mechanical Engineering”</em> yang sudah dikenal di seluruh dunia). Sampai dengan pertengahan abad ke 20 bidang mekanika dan material mendominasi pengembangan teknologi terutama  di bidang <em>”manufacturing”</em> dan perancangan peralatan-peralatan mekanik. Dengan munculnya teknologi baru<em> (emerging technology) </em>seperti teknologi info, bio, nano, dan cogno maka antisipasi ke depan adalah menggabungkan Teknik Mesin klasik dengan teknologi baru tersebut <em>(Djoko Suharto dan Andi Isra Mahyuddin<a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/06/Masa-Depan-Pendidikan-Teknik-Mesin.pdf" target="_blank">”Masa Depan Pendidikan Teknik Mesin di Indonesia” </a>)</em> sehingga akan muncul teknologi gabungan. Saya harap majalah ini akan banyak menerbitkan artikel yang membahas pengembangan bidang ini dan teknologi terapannya disamping artikel materi dasar yang perlu diketahui oleh para pembaca.</p>
<p>Majalah online ini diterbitkan pada tanggal 10 Agustus 2009 bertepatan dengan <em>Hari Kebangkitan Teknologi Nasional</em>. Empat belas tahun yang lalu (10 Agustus 1995)  bangsa Indonesia sangat bangga karena mampu melakukan terbang perdana pesawat prototipe N-250 yang sebagian besar dirancang oleh putra putra bangsa sendiri. Penulis bisa merasakan suasana pada waktu itu karena ikut bertugas di PT.IPTN yang dibentuk untuk mengemban misi alih teknologi. Namun karena krisis ekonomi pada tahun 1998, kegiatan tersebut berhenti dan sejak itu PT.IPTN, sekarang PT.Dirgantara Indonesia, mengalami kemunduran. Kejadian ini merupakan pelajaran yang sangat mahal untuk kita, dan para pengritik atau oposan dari program alih teknologi ini menyebutnya sebagai suatu kebijakan yang gagal.</p>
<p>Namun demikian kita bisa melihat dari sisi lain yang lebih optimis, kegagalan adalah sukses yang tertunda. Sikap yang terpenting adalah tidak kenal menyerah dan selalu berani menghadapi tantangan. Suatu contoh dari sejarah yang terkenal adalah pidato Perdana MenteriInggris Winston Churchil yang  mengobarkan semangat <em>Never, Never Give U</em>p kepada rakyat Inggris pada waktu menghadapi serangan dari Nazi Jerman dalam perang dunia ke II.</p>
<p>Saat ini 14 tahun setelah tanggal 10 Agustus 1995, proses pengembangan teknologi untuk bangsa perlu mendapat semangat baru dengan memakai strategi lain. Sepuluh tahun setelah era reformasi bangsa, Indonesia sudah mampu melakukan <em>quantum leap</em> pada proses demokrasi serta otonomi daerah, yang hasilnya walaupun belum sempurna sudah mendapat penghargaan dari bangsa lain. <em>Quantum leap</em> ketiga yang perlu dilakukan adalah mengkampanyekan  budaya kerja conscientious supaya terbentuk suasana yang nyaman bagi pengembangan teknologi dan ilmu karya bangsasecara berkesinambungan. Upaya penerbitan majalah Infometrik, disamping bermaksud menyebar luaskan teknologi di bidang ini juga dapat dipandang sebagai ajakan untuk berbudaya <em>conscientious</em> yang dalam Bahasa Inggris berarti <em>showing great care, attention, and</em></p>
<p><em>industriousness in carrying out a task or role</em>. Memang bukan tugas yang mudah karena mengubah perilaku. Namun bila hal ini dilakukan saya percaya akan merupakan persemaian yang baik bagi tempat pengembangan teknologi maupun kemajuan serta kesejahteraan bangsa. Bila bangsa kita bisa dipercaya karena dipandang telah melakukan hal hal yang baik dan kompetitif maka akan lebih mudah terhindar dari krisis ekonomi yang sekarang sering terjadi <em>( Paul Krugman, ” The Return of DepressionEconomics and the Crisis of 2008”)</em>.</p>
<p>Akhirul kata saya ucapkan selamat atas penerbitan majalah ini dan semoga dapat lebih berkembang serta bermanfaat bagi orang banyak.</p>
<p>Bandung 6 Agustus 2009</p>
<p>Djoko Suharto</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Tambahan redaksi:</p>
<p>Profile singkat  <strong>Prof.Dr.Djoko Suharto:</strong></p>
<ul>
<li>Name 			:  Djoko Suharto</li>
<li>Date of birth  		:  November 23, 1947</li>
<li>Place of birth    	:  Solo, Indonesia</li>
<li>Nationality   	:  Indonesian</li>
</ul>
<p><strong>Formal Education</strong></p>
<ul>
<li>&#8220;Bachelor&#8221; Mechanical Engineering Department, Institut Teknologi Bandung, 1972</li>
<li>MSc and PhD, The Pennsylvania State University, 1975 and 1978</li>
</ul>
<p><strong>Field of Study</strong></p>
<ul>
<li>Mechanical Design, Computational and Experimental Mechanics</li>
</ul>
<p><strong>Academic Career</strong></p>
<ul>
<li>1980 &#8211; 1985  Assistant Professor</li>
<li>1986 &#8211; 1997  Associate Professor</li>
<li>1998              Professor</li>
</ul>
<p><strong> Education and Research Management Experiences</strong></p>
<ul>
<li>1983 – 1986  Chairman of Mechanical Engineering Dept.</li>
<li>Institut Teknologi Bandung (ITB)</li>
<li>1988 – 1992  Vice Dean of Academic Affairs</li>
<li>Faculty of Industrial Technology, ITB</li>
<li>1993 &#8211; 1997   Vice Director Inter-University Center</li>
<li>for Engineering Sciences ,ITB</li>
<li>1998 &#8211; 2002   Dean Faculty of Industrial Technology, ITB</li>
<li>2002 &#8211; 2004   Member Board of Trustees</li>
<li>2004 – 2006  Vice Chairman Board of Trustees</li>
</ul>
<p><strong>Industrial Experiences</strong></p>
<ul>
<li>1979 – 1982  Consultant for Mechanical Design in Agricultural Machineries &amp;</li>
<li>Automotive Industry</li>
<li>1986 – 1990  Consultant for Structural Design &amp; Test at Indonesian Aircraft Industry</li>
<li>(PT. IPTN)</li>
<li>1990 – 1994  R &amp; D Chief for Structural Design and Stress Evaluation at PT. IPTN</li>
<li>1994 – 2000  Chairman of Research and Development PT. IPTN</li>
<li>2003 – 2006  Independent Commissioner Indonesian Aircraft Industry</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/08/harapan-dan-kerja-keras-menuju-kebangkitan-teknologi-sebuah-pengantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

