<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>INFOMETRIK &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.infometrik.com/category/motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infometrik.com</link>
	<description>-- Situs Informasi Mekanika, Material, dan Manufaktur --</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 23:26:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sukses Adalah Hak Kita Semua</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2011/04/sukses-adalah-hak-kita-semua/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2011/04/sukses-adalah-hak-kita-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 07:35:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wawan Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1238</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda mendengar sebuah kalimat bijak, &#8220;You don&#8217;t think who you are, you are what you think&#8221;? Kalau dijabarkan secara harafiah, hal ini berarti kita tidak perlu berpikir siapa kita, namun kitalah yang menentukan diri kita dengan apa yang kita pikirkan. Sederhananya, apa yang kita yakini dalam pikiran kita, itulah yang akan menjadi kenyataan. Kita adalah hasil buah pikiran diri kita sendiri.
Ya, keyakinan adalah modal dasar kita menuju kesuksesan. Dengan sebuah keyakinan yang kuat, ditambah kerja keras, perjuangan pantang menyerah, keuletan, kedisplinan dalam memperjuangkan apa yang kita yakini tersebut, jalan menuju sukses pasti akan dapat kita raih. Keyakinan bahwa &#8220;success is our right!&#8221; yang sangat kuat membuat kita selalu mau berjuang keras untuk mewujudkan semua cita-cita yang kita mimpikan. 
Memang tidak mudah meraih semua itu. Berbagai halangan dan tantangan, pasti akan menghadang. Namun, dengan sebuah keyakinan yang kuat, maka berbagai batu ujian dan cobaan justru akan menjadi batu loncatan yang mampu membuat kita dapat melompat lebih tinggi. Dengan keyakinan yang kuat, kita akan memperoleh energi yang luar biasa untuk dapat mengatasi semua masalah dan persoalan <ahref="http://www.infometrik.com/2011/04/sukses-adalah-hak-kita-semua/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10.5pt;">P</span><span style="font-size: 10.5pt;">ernahkah Anda mendengar sebuah kalimat bijak, <strong><span>&#8220;You don&#8217;t think who you are, you are what you think&#8221;?</span></strong> Kalau dijabarkan secara harafiah, hal ini berarti kita tidak perlu berpikir siapa kita, namun kitalah yang menentukan diri kita dengan apa yang kita pikirkan. Sederhananya, apa yang kita yakini dalam pikiran kita, itulah yang akan menjadi kenyataan.</span><span style="font-size: 10.5pt;"> <strong>Kita adalah hasil buah pikiran diri kita sendiri.</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10.5pt;">Ya, keyakinan adalah modal dasar kita menuju kesuksesan. Dengan sebuah keyakinan </span><span style="font-size: 10.5pt;">yang kuat</span><span style="font-size: 10.5pt;">, ditambah kerja keras, perjuangan pantang menyerah, keuletan, kedisplinan dalam memperjuangkan apa yang kita yakini tersebut, jalan menuju sukses </span><span style="font-size: 10.5pt;">pasti </span><span style="font-size: 10.5pt;">akan dapat kita raih</span><span style="font-size: 10.5pt;">. </span><span style="font-size: 10.5pt;">Keyakinan bahwa <strong><span>&#8220;success is </span></strong></span><strong><span style="font-size: 10.5pt;">our</span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt;"> right!&#8221;</span></strong><span style="font-size: 10.5pt;"> yang sangat kuat membuat </span><span style="font-size: 10.5pt;">kita</span><span style="font-size: 10.5pt;"> selalu mau berjuang keras untuk mewujudkan semua cita-cita</span><span style="font-size: 10.5pt;"> yang kita mimpikan</span><span style="font-size: 10.5pt;">. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">Memang tidak mudah meraih semua itu. Berbagai halangan dan tantangan, pasti akan menghadang. Namun, dengan sebuah keyakinan yang kuat, maka berbagai </span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">batu </span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">ujian dan cobaan justru akan menjadi batu loncatan yang mampu membuat kita dapat melompat lebih tinggi. Dengan keyakinan yang kuat, kita akan memperoleh energi yang luar biasa untuk dapat mengatasi semua masalah dan persoalan yang timbul dalam usaha meraih sukses.</span></strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">Banyak sekali terpampang dihadapan kita kisah-kisah orang sukses yang merajai dunia dengan kegemilangan berbagai aspek yang mereka capai, lihatlah Bill Gates si Raja Microsoft walau drop out dari Yale University, tapi ia mampu menjadi raksasa software yang menguasai hampir seluruh pelosok dunia ini. Demikian juga kisah sukses Kentucky Fried Chicken yang counter-nya ada sampai kesetiap pelosok negeri padahal sebelum ia sukses menjual ayam gorengnya di sebuah resto kecil di kota Kentucky, Kolonel Sanders harus menempuh beratus kali kegagalan dalam memasarkan produknya. </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">Kita juga mengenal Hermawan Kertajaya seorang maestro marketing Indonesia yang dijuluki oleh Kopler sebagi si </span></strong><strong><em><span style="font-size: 10.5pt;">Asia’s Marketing Icon</span></em></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">, sebuah julukan yang sangat membanggakan, padahal Hermawan kecil hanya berasal dari sebuah kampung kecil di Pulau Jawa. Lalu kita lihat Aa Gym (KH. Abdullah Gymnastiar), Da’i muda dengan pembawaan yang khas mampu menjadi icon penyejuk untuk beragam kalangan dari berbagai lapisan masyarakat yang heterogen bahkan dari kalangan berbeda agama sekalipun, sungguh sebuah prestasi yang luar biasa, padahal Aa Gymnastiar sempat Drop Out dari jurusan Electro Universitas Ahmad Yani Bandung, tapi karena semangat yang luar biasa ia telah mampu mendudukan dirinya menjadi tokoh besar negeri ini baik dibidang agama maupun bidang bisnis yang digarapnya. Kita juga mengenal tokoh Nasional Hidayat Nur Wahid, karirnya yang ia ukir dari seorang guru ngaji, presiden partai, hingga ketua MPR di Republik yang dihuni lebih dari 200 juta jiwa dengan berbagai keberhasilan yang ia torehkan selama masa jabatannya baik yang bersifat administrative, sikap dan etika politiknya yang khas yang membawa nuansa baru politik Indonesia, hingga catatan sejarah keberhasilannya memimpin MPR-RI. Dan, masih banyak lagi sederet tokoh lain dengan kisah-kisah sukses yang amat beragam, seperti Butet Kertaradjasa atau Kick Andy yang memiliki cita-cita mendirikan perpustakaan disetiap pelosok kota dan desa, seorang yang berasal dari kampung di wilayah Indonesia Timur yang jika sekolahpun hanya cukup bersandal jepit dan selalu kekurangan buku untuk belajar, kini ia menjadi agen perubahan dengan buku telah menjadi bumbu hariannya bahkan ia bisa menyumbangkan beratus-ratus jilid buku kepada setiap orang yang beruntung mendapatkannya dan kini, Andy sudah memiliki yayasan <em>Kick Andy Foundation </em>yang membantu para penyandang cacat untuk kembali bangkit, salah satunya dengan menghadiahkan kaki palsu bagi penyandang cacat buntung.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">Semua contoh orang-orang sukses itu memiliki kunci yang sama walau dengan <em>bentuk anak kunci </em>yang berpariasi. Mereka memiliki keyakinan yang termat kuat untuk sukses melebihi keyakinan rata-rata orang pada umumnya.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">Demikian halnya para ilmuan, teknokrat, engineer, dan para praktisi pabrikan. Siapapun kita, berhak untuk sukses seperti bahkan melebihi kisah-kisah sukses dari orang-orang yang pernah kita dengar atau baca sebelum ini. Tentu dengan syarat utama yaitu KEYAKINAN kuat bahwa kita bisa sukses sesuai mimpi yang kita patri dalam diri, ditambah bumbu kesabaran dalam menghadapi setiap rintangan yang pasti akan menerjang setiap langkah kita menuju sukses, tentu setiap <em>bumbu</em> sabar butuh <em>kuah</em> perbaikan, senantiasalah membuat perbaikan demi perbaikan dari setiap benturan yang menerpa kita, semakin kuat benturan yang menerpa semakin baik hasil perbaikan yang akan terjadi, sebab seseorang tidak akan jadi ahli tanpa pernah mencoba berulang kali, bukankah pepatah bugis mengatakan <em>Setiap pelaut ulung tidaklah lahir dari laut yang tenang dan indah, melainkan ia hidup ditengah badai dan terpaan topan lautan yang ganas,</em></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">Oleh karena</span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;"> itu, mari kuatkan kembali keyakinan kita untuk mewujudkan semua impian</span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;amp;amp; font-weight: normal;"> </span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">besar yang telah kita tanamkan dalam diri kita masing-masing</span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">. Dengan begitu, kita akan dapat terus memupuk semangat terus maju, </span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">hingga apa yang kita cita-citakan menjadi kenyataan dihadapan kita</span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">.</span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-family: &amp;amp;amp; font-weight: normal;"> </span></strong><strong><span style="font-size: 10.5pt;">Karena kita yakin bahwa SUKSES adalah HAK KITA SEMUA.</span></strong><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10.5pt;"> </span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size: 10.5pt; font-weight: normal;">Terinspirasi dari ceramah Andrie Wongso, <em>sang pembelajar</em></span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2011/04/sukses-adalah-hak-kita-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life is Crisis</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2010/01/life-is-crisis/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2010/01/life-is-crisis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 07:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wawan Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[semangat juang]]></category>
		<category><![CDATA[sungguh-sungguh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1236</guid>
		<description><![CDATA[
Begitulah sebuah pepatah mengatakan bahwa hidup ini adalah KRISIS. Sehingga keberhasilan seseorang tidak lagi ditentukan oleh seberapa tinggi jabatan, pangkat, atau kekayaan yang ia kumpulkan. Tetapi kesuksesan dan keberhasilan seseorang ditentukan oleh seberapa kuat ia meng-handle setiap crisis, seberapa baik ia menghadapi setiap masalah hidupnya karena setiap masalah adalah sarana untuk kita meningkatkan keterampilan hidup life skill semakin berat suatu kiris, kesulitan hidup bisa kita pecahkan, maka pada gilirannya membuat kita menjadi semakin kuat, kuat, dan kuat. Sebaliknya semakin kita berusaha menghindar dari berbagai ujian dan kesulitan hidup, maka kita telah kehilangan banyak kesempatan untuk belajar dan tentu pula kehilangan kesempatan untuk bertumbuh menjadi kuat. Ironisnya, banyak diantara kita yang tergoda untuk mencari cara yang instant, jalan pintas tanpa berusaha meniti tapak-demi tapak kesulitan yang harus dilalui.
Dikisahkan seorang pemuda tengah berjalan menaiki bukit menuju sebuah gunung yang tinggi, karena tertarik dengan cerita orang tentang indahnya pemandangan dari atas gunung tersebut yang konon seperti berada di Syurga, sesampainya di lereng gunung setelah sekian lama mendaki, si pemuda menemukan sebuah gubuk kecil  yang dihuni oleh kakek tua <ahref="http://www.infometrik.com/2010/01/life-is-crisis/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/mountaniering.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1363" title="mountaniering" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/mountaniering-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Begitulah sebuah pepatah mengatakan bahwa hidup ini adalah KRISIS. Sehingga keberhasilan seseorang tidak lagi ditentukan oleh seberapa tinggi jabatan, pangkat, atau kekayaan yang ia kumpulkan. Tetapi kesuksesan dan keberhasilan seseorang ditentukan oleh seberapa kuat ia meng-handle setiap crisis, seberapa baik ia menghadapi setiap masalah hidupnya karena setiap masalah adalah sarana untuk kita meningkatkan keterampilan hidup <em>life skill</em> semakin berat suatu kiris, kesulitan hidup bisa kita pecahkan, maka pada gilirannya membuat kita menjadi semakin kuat, kuat, dan kuat. Sebaliknya semakin kita berusaha menghindar dari berbagai ujian dan kesulitan hidup, maka kita telah kehilangan banyak kesempatan untuk belajar dan tentu pula kehilangan kesempatan untuk bertumbuh menjadi kuat. Ironisnya, banyak diantara kita yang tergoda untuk mencari cara yang instant, jalan pintas tanpa berusaha meniti tapak-demi tapak kesulitan yang harus dilalui.</p>
<p>Dikisahkan seorang pemuda tengah berjalan menaiki bukit menuju sebuah gunung yang tinggi, karena tertarik dengan cerita orang tentang indahnya pemandangan dari atas gunung tersebut yang konon seperti berada di Syurga, sesampainya di lereng gunung setelah sekian lama mendaki, si pemuda menemukan sebuah gubuk kecil  yang dihuni oleh kakek tua berjanggut lebat dan telah memutih. Dengan seopan si pemuda menyapa kakek tua dan bertanya :</p>
<p>Pemuda :   Kakek tua, saya bermaksud menaiki puncak gunung ini sebab saya tertarik dengan cerita orang-orang tentang indahnya pemandangan dari atas gunung. Bisakah kakek menunjukkan kepada saya jalan mana yang paling mudah dan pintas menuju puncak?</p>
<p>Kakek      :   Anak muda, sungguh luar biasa keinginanmu untuk menaiki puncak gunung ini, tetapi jika engkau bertanya kepadaku tentang jalan yang pintas dan mudah maka aku tidak tahu, kecuali ada tiga jalan menuju ke puncak (jawab si kakek tua sambil mengangkat ketiga jari tangannya). Silahkan kamu mau memilih jalan yang mana, sebelah kiri, tengah, atau memilih jalan sebelah kanan?</p>
<p>Pemuda :   Kalau aku memilih jalan sebelah kiri ?</p>
<p>Kakek      :   Ooow, sebelah kiri. Jalannya melalui bebatuan yang terjal. (Kata si Kakek dengan tegas)</p>
<p>Segera sipemuda berpamitan dan menyampaikan rasa terima kasihnya serta bergegas menuju lereng gunung melalui jalan sebelah kiri seperti yang di tunjukkan oleh si kakek tua. Namun, ketika pendakian melewati lereng batu yang terjal si pemuda tak lagi mampu melanjutkan perjalannya. Setelah beberapa jam mendaki, akhirnya ia memutuskanuntuk kembali ke gubuk kakek tua tadi. Kembali pula ia menemui si kakek hendak menanyakan jalan lain yang lebih mudah dan rata.</p>
<p>Pemuda :   Kakek, saya telah mencoba melaui lereng batu yang terjal itu, tetapi saya tidak mampu kek. Lerengnya begitu terjal dan mengerikan. Tidak adakah jalan lain yang lebih mudan dan bisa dilalui untuk menuju puncak ?</p>
<p>Kakek      :   (kembali si kakek mengangkat tiga jari tangannya), Pilihlah sendiri nak, jalan sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan</p>
<p>Pemuda :   Jika sekarang saya memilih sebelah kanan kek ?</p>
<p>Kakek      :   Jalan ini melalui semak belukar dan berduri, mungkin itu lebih mudah bagimu.</p>
<p>Pemuda :   Baiklah kek, terima kasih</p>
<p>Setelah si pemuda beristirahat sejenak untuk sekedar melepas lelahnya, segera iapun bergegas menuju lereng gunung sebelah kanan, melalui semak-semak belukar dan penuh dengan duri-duri yang merintangi perjalannya. Setengah perjalanan telah ditempuhnya tetapi ia tak kuat lagi dengan duri-duri yang menancapi kakinya, menggores lengan dan punggungnya, hingga akhirnya iapun kembali memutuskan untuk balik lagi ke gubuk si kakek.</p>
<p>Pemuda :   Kek, jalan sebelah kanan telah saya lalui, tetapi saya tak kuat lagi dengan banyaknya duri-duri yang merintangi kanan-kiri jalan. Tolong tunjukkan ke saya jalan yang rata dan mudah dilewati kek, agar saya bisa sampai di puncak sana, jangan kakek tunjukkan saya ke jalan yang berbatu, terjal, dan semak berduri, saya tidak mampu kek…</p>
<p>Si kakek sangat serius menatap penjelasan si pemuda dan akhirnya, dengan sorot mata tajam penuh wibawa, si kakek tua itu menjelaskan panjang lebar :</p>
<p>“Anak muda, jika kamu sungguh-sungguh ingin menuju puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah untuk dilalui. Pilihan yang ada adalah jalan terjal berbatu, semak belukar berduri, atau bahkan mungkin jalan buntu harus kamu hadapi. Fahamilah anak muda, jika kamu sunguh-sungguh menginginkan sampai di puncak gunung itu, hadapilah semua rintangan yang ada apapun bentuknya. Berjalanlah setapak demi setapak hingga kamu akan menikmati hasil jerih payah dan kesabaranmu untuk bisa melihat pemandangan yang indah dari atas gunung itu”</p>
<p>Si pemudapun sadar akan kekeliruannya dan ia kembali bersemangat untuk mendaki ke puncak gunung dengan kesabaran yang luar biasa dan terus berusaha hingga sampai ke tujuannya.</p>
<p>Demikianlah kehidupan yang kita hadapi penuh dengan crisis, kesulitan, tantangan, hambatan, dan segala bentuk rintangan yang tidak jarang bisa mengkandaskan niat dan keinginan awal kita. Tetapi untuk menuju sukses diperlukan tekad yang kuat, usaha yang luar biasa dan kesabaran terus-menerus untuk tetap pada mimpi semula.</p>
<p>Demikian pula di dunia kerja, lebih-lebih dalam industri manufaktur. Teramat banyak tantangan yang kita hadapi dari keseharian pekerjaan yang berkejaran dengan waktu, deadline produksi dan lmit waktu yang diberikan customer begitu sempit sementara spec quality yang harus dicapaipun tidaklah mudah, belum lagi tantangan perlengkapan yang sangat primitive belum high-tech, dan banyak lagi tantangan lain yang dating silih berganti dari hari kehari, pecan berganti bulan, terus bergelut dengan tantangan demi tantangan. Maka itu semua adalah crisis yang melanda kita dan harus diselesaikan. Andai tidak dibarengi dengan jiwa yang kuat dan tekad yang kokoh untuk terus fight, maka bukan tidak mungkin kita akan dipaksa keluar dari kompetisi yang seharusnya kita menangkan</p>
<p>Siapapun kita, dimanapun adanya, dalam profesi apapun kesulitan pasti akan datang dengan berbagai bentuknya. Ketika tekad telah menyatu dengan mimpi besar kita, maka apapun ragam kesulitannya tak akan mampu menggoyahkan perjuangan kita untuk terus maju menuju apa yang dicita-citakan.</p>
<p>Life is Crisis… Mereka yang sukses adalah yang mampu me-manage crisis</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2010/01/life-is-crisis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip dan Implementasi 5S</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/12/prinsip-dan-implementasi-5s/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/12/prinsip-dan-implementasi-5s/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 22:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wawan Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Industri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1281</guid>
		<description><![CDATA[Kosa kata “5S” sangat sering kita dengar hamper dalam keseharian kita, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai karyawan industri manufaktur. Secara harfiah “5S” berasal dari 5 kata dalam bahasa jepang yaitu, Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, dan Shitsuke. Jika kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia ia akan menjadi Pemilahan, Penataan, Pembersihan, Pembiasaan, Pendisiplinan. Sehingga dalam beberapa pabrik, kosa kata 5S ini sudah diubah menjadi “5P” atau dalam konteks lain ia berubah menjadi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) walaupun untuk yang terakhir ini terkesan sedikit memaksa, tetapi masih memiliki semangat yang sama dengan 5S.
Secara umum orang mengenal 5S sebagai sebuah cara atau filosofi kebersihan ala orang jepang, namun sesungguhnya tidaklah demikian, 5S bukanlah sekedar cara untuk bersih-bersih pabrik atau area kerja, namun 5S merupakan cara me-manage, cara mengelola area kerja kita baik dari pola kerja yang efisien dan efektif, pola melakukan perbaikan terus-menerus dengan mengikis segala bentuk pemborosan, memperbaiki alur kerja, serta memangkas proses-proses yang tidak perlu dan tidak rasional, selain itu 5S juga mengajarkan kepada kita tentang pola kedisiplinan yang tidak pernah mengenal lelah apalagi <ahref="http://www.infometrik.com/2009/12/prinsip-dan-implementasi-5s/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/5S.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1284" title="5S" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/5S-150x150.jpg" alt="5S" width="150" height="150" /></a>Kosa kata “5S” sangat sering kita dengar hamper dalam keseharian kita, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai karyawan industri manufaktur. Secara harfiah “5S” berasal dari 5 kata dalam bahasa jepang yaitu, <em>Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, dan Shitsuke</em>. Jika kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia ia akan menjadi <strong><em>Pemilahan, Penataan, Pembersihan, Pembiasaan, Pendisiplinan</em></strong>. Sehingga dalam beberapa pabrik, kosa kata 5S ini sudah diubah menjadi “5P” atau dalam konteks lain ia berubah menjadi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) walaupun untuk yang terakhir ini terkesan sedikit memaksa, tetapi masih memiliki semangat yang sama dengan 5S.</p>
<p>Secara umum orang mengenal 5S sebagai sebuah cara atau filosofi kebersihan ala orang jepang, namun sesungguhnya tidaklah demikian, 5S bukanlah sekedar cara untuk bersih-bersih pabrik atau area kerja, namun 5S merupakan cara me-<em>manage,</em> cara mengelola area kerja kita baik dari pola kerja yang efisien dan efektif, pola melakukan perbaikan terus-menerus dengan mengikis segala bentuk pemborosan, memperbaiki alur kerja, serta memangkas proses-proses yang tidak perlu dan tidak rasional, selain itu 5S juga mengajarkan kepada kita tentang pola kedisiplinan yang tidak pernah mengenal lelah apalagi menyerah.</p>
<p>Kata kunci dalam pelaksanaan 5S dan sekaligus target sasaran 5S adalah perubahan moralitas kerja ketika kita berada diarea kerja kita, keselamatan kerja, dan efisiensi dalam setiap hal pekerjaan yang kita lakukan. Sebab dengan pelaksanaan 5S, kita bisa dengan mudah melihat perbedaan setiap jenis barang di tempat dan lokasi yang berbeda pula, lebih mudah mengakses dan menemukan sesuatu yang kita cari karena petunjuk lokasi dan tempat yang sudah jelas, lebih hemat waktu dalam mengerjakan sesuatu hal karena petunjuk yang jelas dan standar kerja yang sudah baku disesuaikan dengan kebutuhan kerja, lebih merasa aman dan nyaman dalam bekerja karena semua karyawan telah melakukan hal yang sama dan standar.</p>
<p>Untuk itu, marilah –secara singkat– kita kaji satu persatu dari 5 kata S diatas</p>
<p><strong>Seiri (</strong><strong>整理</strong><strong>), Pemilahan</strong></p>
<p>Pastikan setiap barang yang berbeda jenis dan keperluannya terpisah. Tidak mencampurkan jenis produk yang sama dalam satu keranjang atau karton box yang sama sebab hal ini berpotensi terkirim sampai ke pelanggan. Pisahkan pula produk yang dinyatakan “OK” dengan produk yang dinyatakan “NG” demikian juga dengan produk yang belum diperiksa, semuanya harus benar-benar jelas memiliki tanda dan terpisah. Pasikan <em>tools</em>, alat-alat yang bisasa digunakan untuk bekerja tidak tercampur dengan alat-alat yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi.</p>
<p><strong>Seiton(</strong><strong>整頓), </strong><strong>Penataan</strong></p>
<p>Setelah kita memilah barang yang berbeda jenis, berbeda keperluannya, dan berbeda tujuan, maka langkah berikutnya adalah <strong>menata</strong> setiap barang tersebut dengan pemberian identitas yang jelas agar benar-benar tidak ter<em>campur</em>, menatanya dengan pola penyimpanan yang rapi, dari warna box yang dibedakan, misalnya warna biru untuk box produk “OK” warna merah untuk produk “NG” dan warna kuning untuk produk yang belum diperiksa. Atau kita tata alat ukur yang biasa digunakan di lapangan produksi dengan gelang berwarna untuk setiap periode kalibrasi yang kita tetapkan, misalnya gelang kuning untuk alat ukur yang sudah dikalibrasi pada periode semester genap dan gelang warna hijau untuk alat ukur yang dikalibrasi pada periode semester ganjil. Jika masa kerja kita telah memasuki semester ganjil sementara masih ada alat ukur yang menggunakan gelang warna kuning, maka hal ini dengan mudah bisa dideteksi dan segera dilakukan perbaikan dengan melakukan kalibrasi atas alat ukur tersebut.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Seisou (清掃),</strong> <strong>Pembersihan</strong></p>
<p>Aktifitas bersih-bersih bukanlah merupakan aktifitas khusus dalam pekerjaan kita, melainkan menyatu dengan keseharian jadwal kerja. Dengan seisou, kita pastikan bahwa area kerja kita tetap bersih setelah pekerjaan selesai sama seperti ketika memulai pekerjaan, hal ini bertujuan agar jika terjadi kesalahan atau hal-hal aneh selama bekerja bisa terdeteksi pada saat akhir bekerja, misalnya setiap selesai bekerja semua tools dikembalikan ke kotaknya dan dibersihkan dari kotoran jika ditemukan tools yang sudah rompal dan tidak bisa digunakan, maka dengan segera kita tahu bahwa tools yang dimaksud harus diganti. Selanjutnya perlu segera dilakukan order untuk penjagaan level stock. Dalam hal lain, kita bersihkan meja kerja kita setiap selesai pekerjaan, mengembalikan file-file yang digunakan kepada tempatnya dimana kita pertama kali mengambil. Merapikan meja kerja dan sekelilingnya dari kerja dari dokumen-dokumen yang berceceran dan sampah-sampah lain lalu membuang sampah ke tongsampah dan menyimpan dokumen pada tray dokumen sesuai kebutuhannya. Kegiatan ini menyatu dalam keseharian jadwal kerja kita kapanpun dan dimanapun. Jika hal ini dilakukan maka dengan mudah kita bisa menemukan dokumen yang kita perlukan karena tinggal mengambil di tempat yang sudah ditetapkan bersama, demikian pula halnya dengan tools yang kita butuhkan akan selalu pasti tersedia dalam level stock yang aman untuk digunakan dan dalam kondisi yang bisa pakai. Dalam keseharian <em>habits</em> orang jepang sering kita dengar istilah <em>junbi </em>(Ed: jumbi: persiapan) dan <em>katazuke</em> (rapi-rapi) setiap mereka selesai bekerja, hal ini tidak lain adalah proses seisou yang telah menjadi karakter pribadi setiap orang jepang. Dalam kondisi normal, mereka tidak akan mungkin meninggalkan meja kerjanya berantakan tanpa berusaha melakukan <em>katazuke</em> sebelum meninggalkan tempat kerjanya</p>
<p><strong>Seiketsu (</strong><strong>清潔), </strong><strong>Pembiasaan</strong></p>
<p>Istilah seisou ini sering kali diterjemahkan sebagai pembiasaan walaupun maknanya lebih dekat pada <strong>Standarisasi</strong>. Bahwa setiap kita dituntut untuk melaksankan 3S diatas dalam proses sehari-hari, bukan lagi sebagai aktifitas dadakan yang menyita waktu dan energy apalagi sebagai sebuah project yang bernilai sangat mahal tetapi tidak memberikan dampak berarti dalam pekerjaan kita. Rangkaian aktifitas 3S dilaksanakan dengan konsisten dalam keseharian kerja kita, dilaksanakan oleh semua orang tanpa kecuali sebagai sebuah standar baku yang menyatu dengan pekerjaan inti.</p>
<p><strong>Shitsuke (</strong><strong>躾), </strong><strong>Pendisiplinan </strong></p>
<p>Ini adalah fase terakhir dari rangkaian “Pilah-Tata-Bersihkan-Biasakan”. Penetapan pendisiplinan diri merujuk pada proses panjang yang berkelanjutan, proses pemeliharaan 3S dan standarisasi (S ke-4) dalam rentang waktu yang lama dan terus-menerus. Sejak pelaksanaan 4S berjalan baik, akan muncul permasalah berikutnya dimana 4S ini apakah dijalankan terus menerus dan menjadi <em>habits</em> orang-orang dilingkungan kerja kita atau tidak? Maka <em>Seiketsu</em> sebagai S ke-5 menjadi penyempurna dari 4S sebelumnya. Pada konsep pendisiplinan ini idharapkan pula bukan sekedar mempertahankan kondisi yang ada tetap rapih, bersih, dan standar saja melainkan perlu ada perbaikan berkelanjutan tanpa perbah berhenti berinovasi. Sebab hanya dengan cara itulah perusahaan dapat mempertahankan kondisinya untuk tetap survive ditengah era persaingan global saat ini. Konsep perbaikan berkelanjutan ini pula sejalan dengan prinsip ke -6 pada konsep Manajemen ISO 9001:2008</p>
<p>Demikianlah sekilas tentang prinsip-prinsip 5S. Sepintas terlihat begitu simple, namun bila kita laksanakan dalam keseharian pekerjaan kita, baik dalam lingkungan kantor maupun area kerja produksi maka ia akan mampu meningkatkan produktifitas dan effisiensi dalam setiap aktifitas yang kita lakukan. Sebagai gambaran bagaimana jika kita tidak melaksanakan 5S dalam keseharian kita, simaklah beberapa fakta berikut berikut :</p>
<p>1.     Group produksi machining tiba-tiba tidak bisa menjalankan proses produksinya sebab semua <em>insert cutter </em>yang ada di kotak tools adalah bor bekas yang tidak bisa digunakan lagi. Hal ini terjadi karena foreman group machining tidak terbiasa memisahkan <em>insert cutter</em> yang sudah rusak dengan <em>insert cutter</em> baru yang masih bisa digunakan melainkan menyimpannya bersama-sama dalam satu kotak. Hal ini berdampak tidak diketahuinya secara pasti jumlah <em>insert cutter</em> yang masih digunakan dan yang rusak dalam sebulan pemakaian. Karena kelalaian ini, pihak akunting pun tidak bisa memberikan laporan pembiayaan produksi secara pasti karena tidak diketahuinya berapa jumlah tools yang habis dipakai pada bulan yang bersangkutan. Sebagai dampak tidak bisa berjalannya proses produksi di group machining, maka pengiriman ke pelanggan tidak bisa dilakukan dan departemen <em>Planning</em> terpaksa merevisi rencana kerjanya. Disisi lain akibat tidak bisa mengirim ke pelanggan, terjadi <em>stop line</em> di pabrik pelanggan, sebagai konsekuensinya departemen marketing dikabari akan adanya pemotongan order untuk bulan berikutnya dan sejumlah finalti yang harus dibayar perusahaan akibat kerugian pelanggan karena <em>stop line.</em></p>
<p>2.     Sebagai sekretaris direktur, Ani terbiasa menyimpan dokumen-dokumen kerja pada tempat yang sudah ia tetapkan dan diketahui oleh atasannya sehingga jika suatu hari Ani berhalangan masuk, sang direktur tahu dimana ia harus mengambil dokumen kerja yang ia butuhkan. Hingga suatu hari Ani digantikan oleh sekretaris baru yang memiliki kebiasaan sangat berbeda, sebutlah Yetty. Yetty merasa cara Ani memilah-milah dokumen dan menyimpannya pada otner berbeda adalah sebuah pemborosan karena setiap otner hanya berisi beberapa lembar dokumen saja sehingga ia rasa sayang jika otner itu dibiarkan kosong demikian. Oleh sebab itu Yetty menyimpan dokumen-dokumen kerja dengan cara digabung dalam satu otner dengan maksud “agar lebih simple dan hemat”. Suatu hari sang direktur meminta Yetty dokumen kontrak tender dengan perusahaan pelanggan yang pernah ia tanda tangani seminggu sebelumnya dalam keadaan <em>urgent</em> karena ia harus segera pergi ke tempat pelanggan untuk mendiskusikan aspek teknis dan detail kontraknya. Sudah hampir 30 menit Yetty membolak-balikkan otner dokumennya dan ia belum juga menemukan dokumen yang dimaksud sebab sesungguhnya Yetty lupa dibagian mana ia menyimpan dokumen tersebut. Hingga akhirnya sang direktur pun marah dan merasa malu kepada pelanggannya karena tidak mungkin ia dapat memenuhi undangan <em>meeting</em> tepat waktu</p>
<p>Dua contoh diatas adalah fakta yang boleh jadi berpotensi terjadi di lingkungan kerja kita. Untuk menghindari hal ini, ada baiknya konsep 5S ini segera kita implementasikan.</p>
<p>Sebagai ringkasan dari diskusi kita, berikut adalah tabel yang mungkin bisa difahami dengan mudah dan bisa menjadi <em>banner</em> di tempat kita bekerja baik di office maupun di lapangan produksi.</p>
<table style="width: 640px; height: 476px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="background-color: #99ffff;">
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center"><strong>日本語</strong></p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center"><strong>INDONESIA</strong></p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center"><strong>PENGERTIAN</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">整理<br />
SEIRI</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">PEMILAHAN</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">PILAH yang diperlukan dengan yang tidak   diperlukan<br />
PILAH barang yang OK (Bisa Pakai) dengan NG (Tidak bisa pakai)<br />
PILAH setiap barang yang berbeda jenisnya</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">整頓<br />
SEITON</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">PENATAAN</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">TATA setiap barang agar mudah dicari<br />
TATA setiap barang sesuai keperluannya<br />
TATA setiap barang agar indah dilihat</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">清掃<br />
SEISOU</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">PEMBERSIHAN</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p style="text-align: left;">BERSIH-kan tempat kerjamu agar jika ada   hal aneh mudah dideteksi<br />
BERSIH-kan setiap barang agar selalu terawat<br />
BERSIH-kan sekelilingmu agar tetap BERSIH</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">清潔<br />
SEIKETSU</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">PEMBIASAAN</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">BIASA-kan dirimu bekerja sesuai STANDAR<br />
BIASA berlaku benar adalah STANDAR<br />
BIASA berbuat sesuai STANDAR adalah BENAR</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">躾<br />
SHITSUKE</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">PENDISIPLINAN</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">DISIPLIN-kan Kebiasaan 3S pada   keseharianmu<br />
DISIPLIN-kan Kebiasaan baik agar menjadi KARAKTER<br />
DISIPLIN-kan Berperilaku sesuai Standard</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="left">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/12/prinsip-dan-implementasi-5s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asahlah Kapakmu…</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/11/asahlah-kapakmu%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/11/asahlah-kapakmu%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 12:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wawan Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1226</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah seorang pemuda gagah dan berani bekerja pada seorang majikan yang memiliki banyak sekali hutan kayu keras.
Suatu hari sang pemuda yang tadinya bekerja di bagian pengolahan dipindah pada bagian penebangan oleh majikannya dan ia dijanjikan bonus besar jika ia mampu menunjukkan prestasi kerja yang gemilang.
Dengan berbekal sebuah kapak baru, lebar dan bagus maka mulailah ia menebang&#8230; satu.. dua.. tiga.. pohon dia tumbangkan dari pagi, hingga sampailah waktunya matahari mulai bergeser ke arah barat menuju peraduannya tanda hari akan berganti malam.
Si pemuda pun pulang dengan hasil tebangan pohon yang sangat memuaskan, hari itu ia dapat menebang 10 pohon dan ini adalah prestasi yang sangat luar biasa. Dengan bangga ia laporkan hasilnya ke majikannya. Sang majikanpun bangga dan memuji kerja keras si pemuda.
Keesokan harinya, kembali si pemuda turun ke hutan dan kembali menebang dengan semangat yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik pula. Namun,.. ketika hari sudah mulai sore ia dapati hasil tebangannya tidak lebih baik dari kemarin, ia hanya mampu menumbangkan 8 pohon saja.
Hari-hari berikutnya ia kembali menebang pohon.. dan kembali pula ia dapati <ahref="http://www.infometrik.com/2009/11/asahlah-kapakmu%e2%80%a6/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/kapak.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1229" title="kapak" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/11/kapak-300x290.jpg" alt="kapak" width="210" height="203" /></a>Alkisah seorang pemuda gagah dan berani bekerja pada seorang majikan yang memiliki banyak sekali hutan kayu keras.</p>
<p>Suatu hari sang pemuda yang tadinya bekerja di bagian pengolahan dipindah pada bagian penebangan oleh majikannya dan ia dijanjikan bonus besar jika ia mampu menunjukkan prestasi kerja yang gemilang.</p>
<p>Dengan berbekal sebuah kapak baru, lebar dan bagus maka mulailah ia menebang&#8230; satu.. dua.. tiga.. pohon dia tumbangkan dari pagi, hingga sampailah waktunya matahari mulai bergeser ke arah barat menuju peraduannya tanda hari akan berganti malam.</p>
<p>Si pemuda pun pulang dengan hasil tebangan pohon yang sangat memuaskan, hari itu ia dapat menebang 10 pohon dan ini adalah prestasi yang sangat luar biasa. Dengan bangga ia laporkan hasilnya ke majikannya. Sang majikanpun bangga dan memuji kerja keras si pemuda.</p>
<p>Keesokan harinya, kembali si pemuda turun ke hutan dan kembali menebang dengan semangat yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik pula. Namun,.. ketika hari sudah mulai sore ia dapati hasil tebangannya tidak lebih baik dari kemarin, ia hanya mampu menumbangkan 8 pohon saja.</p>
<p>Hari-hari berikutnya ia kembali menebang pohon.. dan kembali pula ia dapati kekecewaan pada dirinya karena tidak mampu menghasilkan performa kerja yang lebih baik dari hari pertama, padahal ia telah melipatgandakan tenaganya, ia telah datang lebih pagi dan pulang lebih sore bahkan hampir malam, tetapi tetap saja hasilnya tidak lebih baik, bahkan dari hari ke hari justru terus menurun..</p>
<p>Diujung rasa kecewa dan frustasi, si pemuda mendatangi sang majikan serta mengutarakan hasil kerjanya dan ia laporkan semua hasil itu secara rinci hari demi hari. Hingga suatu hari si pemuda tersebut bertanya kepada majikannya.</p>
<p>&#8220;Wahai tuan majikan, gerangan apa yang membuat prestasi kerja saya terus menurun padahal setiap hari saya datang lebih awal dan pulang lebih belakangan dengan tenaga yang telah saya lipat gandakan,.. tetapi hasil yang saya peroleh sungguh jauh dari harapan.?&#8221;</p>
<p>&#8220;Anakku, sungguh bapakpun tidak mengerti gerangan apa yang telah terjadi pada kamu dan pekerjaanmu, namun ada satu pertanyaan yang ingin saya ajukan padamu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Baiklah tuanku, apa yang hendak tuan tanyakan pada saya ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Nak, kapan engkau terakhir kali mengasah kapakmu ?&#8221;</p>
<p>Banggg..!!! seperti tersadar dari sebuah mimpi, si pemuda kaget dengan pertanyaan itu.</p>
<p>&#8220;Tidak pernah tuanku, hamba terlalu sibuk dengan pekerjaan hamba sehingga hamba lupa mengasah kapak hamba&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau begitu, itulah masalahmu nak, kamu tidak pernah mengasah kapakmu sementara dari hari-kehari kapakmu bertambah tumpul, wajar kalau apa yang kamu hasilkan semakin berkurang.. sekarang, mulailah kau asah kapakmu dan bekerjalah kembali, lalu asah lagi kapakmu setiap engkau merasa bahwa kapakmu telah menumpul.&#8221;</p>
<p>============================</p>
<p>Sebuah kenyataan harian yang sering kita hadapi, manakala kesibukan kerja membuat kita lupa untuk mengasah keterampilan dan kemampuan kita menjadi lebih baik. Bahkan sering kali kita bangga menjuluki diri kita dengan julukan P-7 (Pergi Pagi Pulang Petang, Penghasilan Pas Pasan) tanpa pernah terpikir untuk meningkatkan kemampuan diri agar esok lebih baik dari hari ini.</p>
<p>Pernah saya bertanya pada beberapa operator disebuah pabrik, &#8220;Apa yang kamu mimpikan 10 tahun yang akan datang ?&#8221; dari 50 orang yang ditanya, hanya 2 orang yang menjawab &#8220;saya ingin jadi supervisor di pabrik ini&#8221;, sisanya menjawab dengan bahasa klasik &#8220;ingin jadi pekerja yang baik&#8221;, &#8220;taat aturan&#8221;, dan sebagainya.</p>
<p>Mereka lupa, kalau 10 tahun lagi kondisi fisik mereka akan melemah, tenaga mereka akan terus berkurang, dan sangat mungkin sakit-sakitan.</p>
<p>Sedangkan, jika otak yang kita asah, keahlian yang kita kembangkan, maka semakin hari kita akan semakin pintar dan semakin ahli pada bidang yang kita tekuni, hingga ketika usia beranjak tua, maka tuanya seseorang yang skill-full, berwawasan luas, dan berpikir cerdas akan sangat dibutuhkan oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun.</p>
<p>Karena itu, mari luangkan waktu kita untuk mengasah kapak pikiran kita, kapak keahlian kita, kapak wawasan kita, agar semakin hari kapak kita menjadi semakin tajam dan selalu siap digunakan. Seperti apa yang dinasehatkan oleh Steven R Covey dalam bukunya “The Seven Habits of Highly Effective People”.</p>
<p>Semoga bermanfaat,</p>
<p>Wawan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/11/asahlah-kapakmu%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BREAK YOUR BORDER</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/10/break-your-border/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/10/break-your-border/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 20:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wawan Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1196</guid>
		<description><![CDATA[Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.　 Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api  kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu  itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!  Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.  Apa sebenarnya yang terjadi? Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba
melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi  dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya  sendiri. Ia mulai berpikir, &#8220;Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya
segini.&#8221; Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api.  Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, &#8220;Nah benar  kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!&#8221;
Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus  merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang  kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya
tidak tampak. Kehidupannya telah <ahref="http://www.infometrik.com/2009/10/break-your-border/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/10/hammer.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-1197" title="hammer" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/10/hammer-300x265.gif" alt="hammer" width="180" height="159" /></a>Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.　 Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api  kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu  itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!  Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.  Apa sebenarnya yang terjadi? Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba<br />
melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi  dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya  sendiri. Ia mulai berpikir, &#8220;Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya<br />
segini.&#8221; Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api.  Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, <em>&#8220;Nah benar  kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!&#8221;</em></p>
<p>Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus  merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang  kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya<br />
tidak tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya, kemudian  membentuk cara berpikirnya dan akhirnya menjadi karakter dirinya sehingga ia  hanya mengakui bahwa batas kemampuannya adalah apa yang bisa ia lakukan pada  saat itu.</p>
<p>Sesungguhnya di dalam diri kita juga banyak kotak korek api. Misalnya anda  hidup dilingkungan yang terbiasa dengan kotor, kumuh, berantakan, dan tidak  tertata… sehingga anda merasa bahwa hidup yang demikian adalah benar dan<br />
tidak berusaha untuk lebih baik lagi. Atau dalam kontek lain, anda hidup  dilingkungan dengan budaya membaca yang sangat rendah, orang-orang  disekeliling anda tidak suka dengan membaca, tidak suka dengan belajar, dan  tidak tertantang untuk mengembangkan diri.. lalu jadilah anda seperti  lingkungan anda. Jika demikian halnya, maka lingkungan tempat anda hidup  telah menjadi korek api yang membatasi anda untuk hidup lebih baik dari apa<br />
yang anda alami saat ini.</p>
<p>Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba  ingat, ketika dia bicara begini, <em>&#8220;Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu,  kamu nggak bakalan dipromosikan, kok.&#8221;</em> Ingat! Mereka adalah kotak korek api.  Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.  Korek api juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat  pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagianya. Bila semua itu  menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda  yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari. Bila potensi  anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus ambil tindakan untuk  keluar dari kotak korek api itu.</p>
<p>Lihatlah Ucok Baba, dengan tinggi tubuh yang  di bawah rata-rata (tergabung dalam ikatan manusia mini) ia mampu menjadi  presenter di televisi. Andapun mungkin kenal Helen Keller. Dengan mata yang  buta, tuli dan &#8220;gagu&#8221; dia mampu lulus dari Harvard University . Bill Gates  tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi &#8220;raja&#8221;  komputer. Andrie Wongso, tidak menamatkan sekolah dasar namun mampu menjadi  motivator nomor satu di Indonesia . Contoh lain mantan Meneg BUMN, Sugiharto, yang pernah menjadi seorang pedagang asongan, tukang parkir dan  kuli di Pelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan  sebelum menjadi menteri beliau pernah menjadi eksekutif di salah satu  perusahaan ternama. Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi presiden  Afrika Selatan setelah usianya lewat 65 tahun.　Kolonel Sanders sukses  membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62  tahun.</p>
<p>Nah, bila anda masih terkungkung dengan kotak korek api, pada hakekatnya  anda masih terjajah. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andrie  Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu<br />
menembus kungkungan kotak korek api. Merekalah contoh sosok orang yang  merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan.  BREAK YOUR BORDER . . . . TOUCH THE SKY . . . . ! LEPASKAN DIRI ANDA DARI  KUNGKUNGAN KETERBATASAN DIRI, RAIH CITA-CITA TERTINGGI DALAM MIMPI ANDA<br />
Semoga dapat memacu kita untuk berkarya di manapun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/10/break-your-border/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

