<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>INFOMETRIK</title>
	<atom:link href="http://www.infometrik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.infometrik.com</link>
	<description>-- Situs Informasi Mekanika, Material, dan Manufaktur --</description>
	<lastBuildDate>Sun, 16 May 2010 03:42:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Makna dan Manfaat Kompetisi Shell Eco-Marathon</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2010/05/makna-dan-dampak-kompetisi-shell-eco-marathon/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2010/05/makna-dan-dampak-kompetisi-shell-eco-marathon/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 23:44:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Tech]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin & Mekanika]]></category>
		<category><![CDATA[ITB Shell]]></category>
		<category><![CDATA[peluncuran shell eco]]></category>
		<category><![CDATA[Shell Eco Marathon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1406</guid>
		<description><![CDATA[
Pada tanggal 20 April 2010 lalu, Institut Teknologi Bandung meluncurkan kendaraan hemat energy yang akan diikutkan dalam lomba Shell Eco-Marathon se Asia yang akan diadakan di Sepang, Malaysia, bulan Juli nanti. Peluncuran ini sendiri telah diekspos oleh banyak media nasional, baik cetak maupun visual.
Dalam tulisan ini, Prof.Djoko Suharto, pembimbing dari tim ITB memberikan ulasan mengenai makna kompetisi tersebut dan efek yang diharapkan bisa timbul dari mengikuti kompetisi semacam ini, khususnya terhadap perkembangan inovasi di tanah air.
Shell Eco-marathon mulai diselenggarakan sejak tahun 1936 oleh sekelompok peneliti di laboratorium Shell untuk mempromosikan penghematan energi dan pengurangan polusi, khususnya di sektor transportasi. Dalam bentuknya yang sekarang, kompetisi ini pertama kali dilaksanakan di Eropa pada tahun 1985, kemudian di Amerika mulai tahun 2007 dan pada tahun 2010 ini Shell memperluas penyelengaraannya ke Asia. Kompetisi akan dilakukan di sirkuit Sepang, Malaysia pada tanggal 8-10 Juli 2010 dan diikuti oleh 112 peserta yang mewakili berbagai universitas dari 12 negara di Asia. Empat Perguruan Tinggi, yaitu ITB, ITS, UI dan UGM akan mewakili Indonesia dalam kompetisi tersebut.
Pemenang kompetisi adalah tim dengan kendaraan <ahref="http://www.infometrik.com/2010/05/makna-dan-dampak-kompetisi-shell-eco-marathon/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0751.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1414" title="IMG_0751" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0751-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Pada tanggal 20 April 2010 lalu, Institut Teknologi Bandung meluncurkan kendaraan hemat energy yang akan diikutkan dalam lomba Shell Eco-Marathon se Asia yang akan diadakan di Sepang, Malaysia, bulan Juli nanti. Peluncuran ini sendiri telah diekspos oleh banyak media nasional, baik cetak maupun visual.</p>
<p>Dalam tulisan ini, Prof.Djoko Suharto, pembimbing dari tim ITB memberikan ulasan mengenai makna kompetisi tersebut dan efek yang diharapkan bisa timbul dari mengikuti kompetisi semacam ini, khususnya terhadap perkembangan inovasi di tanah air.</p>
<p>Shell Eco-marathon mulai diselenggarakan sejak tahun 1936 oleh sekelompok peneliti di laboratorium Shell untuk mempromosikan penghematan energi dan pengurangan polusi, khususnya di sektor transportasi. Dalam bentuknya yang sekarang, kompetisi ini pertama kali dilaksanakan di Eropa pada tahun 1985, kemudian di Amerika mulai tahun 2007 dan pada tahun 2010 ini Shell memperluas penyelengaraannya ke Asia. Kompetisi akan dilakukan di sirkuit Sepang, Malaysia pada tanggal 8-10 Juli 2010 dan diikuti oleh 112 peserta yang mewakili berbagai universitas dari 12 negara di Asia. Empat Perguruan Tinggi, yaitu ITB, ITS, UI dan UGM akan mewakili Indonesia dalam kompetisi tersebut.</p>
<p>Pemenang kompetisi adalah tim dengan kendaraan yang dapat menempuh jarah terjauh dengan jumlah bahan bakar paling sedikit. Berbagai tipe bahan bakar boleh digunakan. Setiap tim dapat memilih tipe bahan bakar masing-masing, seperti bensin, LPG, solar, bahan bakar<br />
nabati maupun hidrogen. Kendaraan umumnya dijalankan dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam dan menempuh jarak antara 16 sampai dengan 20 km tergantung dari panjang sirkuit balap yang dipakai. Untuk lomba di Sepang, kendaraan peserta diharuskan berputar 6 kali atau sepanjang 16,8 km. Setelah menempuh jarak tersebut, jumlah bahan bakar yang digunakan diukur dengan teliti dalam satuan gram atau ml. Agar penggunaan berbagai tipe bahan bakar tersebut dapat diperbandingkan, maka perhitungan konsumsi bahan bakar disetarakan ke tipe bensin Shell 95 tanpa timbal <em>(Shell Unleaded 95 gasoline)</em>. Acuan yang dipakai adalah harga kalor bersih atau net calorific value. Sebagai contoh, harga kalor bersih bensin Shell 95 tanpa timbal adalah 42,9 kJoule/gram. Sebagai pembanding, etanol memiliki harga kalor bersih 26,9 kJoule/gram dan hidrogen 119,93 kJoule/gram.</p>
<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0801.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1415" title="IMG_0801" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/05/IMG_0801-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Artikel selengkapnya dapat diunduh di sini <a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/05/Kompetisi-Shell-Eco-marathon.pdf">Kompetisi Shell Eco-marathon</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2010/05/makna-dan-dampak-kompetisi-shell-eco-marathon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Katup Untuk Pabrik Industri – Bagian 2</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2010/01/katup-untuk-pabrik-industri-%e2%80%93-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2010/01/katup-untuk-pabrik-industri-%e2%80%93-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 19:51:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Hikam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin & Mekanika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1390</guid>
		<description><![CDATA[Tes Tekanan dan Tes Uji Coba Lainnya
Berikut ini beberapa hal lain yang perlu diketahui mengenai katup atau valve sebagai kelanjutan dari pembahasan sebelumnya.
Tidak Mengisolasi 100%
Perlu dicamkan sewaktu mendesain sistem pipa, bahwa katup itu tidak bisa 100% mengisolasi aliran. Terutama ketika mendesain sistem pipa yang mengandung fluida beracun atau fluida terbakar. Karena itu, biasanya untuk fluida berbahaya, double block valve (menggunakan 2 katup untuk mengisolasi) itu merupakan keharusan.

Tes Tekanan
Untuk menstandarisasikan kemampuan katup mengisolasi dan kualitas katup, manufaktur katup diharuskan melakukan tes tekanan pada setiap katup yang diproduksi. Besar tekanan, lamanya tes, toleransi kebocoran, cara melakukan tes serta hal hal lain yang perlu diperhatikan terdapat dalam standar pelaksanaan tes tekanan seperti API STD 598, ASME B16.34, MSS SP-61 dan ISO 5208.
Standar diatas menjelaskan tentang tes untuk menguji kemampuan badan katup dan bagian penyekatnya. Masing-masing standar memiliki syarat yang sedikit berbeda, karena itu saat kita ingin membeli katup, kita harus jelas menulis standar mana yang harus diaplikasikan pada rekuisisi saat membeli.
Toleransi kebocoran tergantung dari jenis katup (silakan lihat artikel sebelumnya mengenai katup). Katup dengan soft/resilient seat mengharuskan tidak <ahref="http://www.infometrik.com/2010/01/katup-untuk-pabrik-industri-%e2%80%93-bagian-2/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tes Tekanan dan Tes Uji Coba Lainnya</strong></p>
<p>Berikut ini beberapa hal lain yang perlu diketahui mengenai katup atau <em>valve</em> sebagai kelanjutan dari pembahasan sebelumnya.</p>
<p><strong>Tidak Mengisolasi 100%</strong></p>
<p>Perlu dicamkan sewaktu mendesain sistem pipa, bahwa katup itu tidak bisa 100% mengisolasi aliran. Terutama ketika mendesain sistem pipa yang mengandung fluida beracun atau fluida terbakar. Karena itu, biasanya untuk fluida berbahaya, <em>double block valve</em> (menggunakan 2 katup untuk mengisolasi) itu merupakan keharusan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/image001.gif"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1430" title="image001" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/image001-300x219.gif" alt="" width="300" height="219" /></a></p>
<p><strong>Tes Tekanan</strong></p>
<p>Untuk menstandarisasikan kemampuan katup mengisolasi dan kualitas katup, manufaktur katup diharuskan melakukan tes tekanan pada setiap katup yang diproduksi. Besar tekanan, lamanya tes, toleransi kebocoran, cara melakukan tes serta hal hal lain yang perlu diperhatikan terdapat dalam standar pelaksanaan tes tekanan seperti API STD 598, ASME B16.34, MSS SP-61 dan ISO 5208.</p>
<p>Standar diatas menjelaskan tentang tes untuk menguji kemampuan badan katup dan bagian penyekatnya. Masing-masing standar memiliki syarat yang sedikit berbeda, karena itu saat kita ingin membeli katup, kita harus jelas menulis standar mana yang harus diaplikasikan pada rekuisisi saat membeli.</p>
<p>Toleransi kebocoran tergantung dari jenis katup (silakan lihat artikel sebelumnya mengenai katup). Katup dengan <em>soft/resilient seat</em> mengharuskan tidak adanya kebocoran sedikitpun saat tes tekanan. Berbeda dengan <em>metal seat</em> dimana sedikit kebocoran masih bisa diterima. Tolerasi kebocoran biasanya berbanding lurus dengan besar katup. Semakin besar katup, semakin besar tingkat toleransinya.</p>
<p>Fluida yang digunakan untuk tes biasanya air atau udara. Saat menggunakan air, harus diperhatikan cara pembuangan air setelah tes tekanan tersebut. Sisa air di dalam katup dapat menjadi sumber permasalahan. Saat menggunakan udara, keamanan saat tes perlu lebih diperhatikan.</p>
<p><strong>Tes pada suhu rendah dan <em>cryogenic</em></strong></p>
<p>Untuk katup yang akan digunakan pada sistem pipa dengan suhu rendah (dibawah -40 degC) dan <em>cryogenic</em> (-196 degC), katup perlu dites kemampuan mengisolasinya pada suhu tersebut. Untuk tes tekanan pada suhu rendah ini biasanya menggunakan standar BS 6364. <em>Cryogenic test</em> ini butuh fasilitas yang berbiaya besar. Selain kemampuan mengisolasi, pengoperasian katup juga diperiksa saat tes.　Contoh alat untuk menguji katup dapat dilihat pada gambar berikut.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/image002.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-1392" title="image002" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/image002.png" alt="" width="419" height="264" /></a></p>
<p style="text-align: center;">
<p><strong>Tes keamanan saat terbakar (<em>Fire Safe Test</em>)</strong></p>
<p>Ketika mendesain pabrik, kita harus memperhatikan segala kemungkinan, termasuk kemungkinan terjadinya kebakaran di pabrik, terutama pabrik yang mengolah bahan mudah terbakar, seperti pengilangan minyak dan pengolahan gas alam.</p>
<p>Katup dengan <em>soft/resilient seat</em> tidak ada toleransi kebocoran saat tes. Tetapi, seperti yang dijelaskan di artikel sebelumnya, <em>soft seat</em> ini lemah terhadap suhu tinggi, apalagi kebakaran. Karena itu, kelulusan fire safe test biasanya diharuskan untuk katup dengan <em>soft seat</em>. Tes ini dilakukan cukup pada katup representatif dari setiap jenis model yang diproduksi dan biasanya memakai standar API STD 6FA, API STD 607 atau ISO 10497.</p>
<p>Di dalam tes ini, katup dimasukkan ke perapian, dibakar dan dilakukan tes tekanan. Ini bertujuan untuk menguji kemampuan katup mengisolasi saat <em>soft seat</em> rusak akibat panas.</p>
<p><strong><em>Fugitive Emission Test</em></strong></p>
<p>Walaupun dalam keadaan normal, katup dalam sistem pipa dapat mengeluarkan fluida didalamnya melalui celah-celah atau pori-pori yang ada terutama jika fluida itu dalam bentuk gas. Pori-pori <em>stem packing</em> merupakan salah satu celah keluar untuk gas didalam katup. Selain itu gasket diantara badan dan bonnet juga bisa menjadi celah. Banyaknya fluida yang keluar memang kecil sekali, tetapi jika fluida itu beracun atau berefek buruk pada lingkungan, jumlah sedikit tetap saja berbahaya dan harus diminimalisasikan.</p>
<p>Tes yang mengatur tentang kebocoran selain dari badan dan bagian penyekat katup ini disebut tes fugitive emission. Tes ini menjadi populer bersamaan dengan permasalahan polusi lingkungan. Meresapnya fluida keluar melalui stem seal memang sulit dihilangkan 100%. Jika stem seal terlalu padat, buka tutup katup akan sangat sulit, bahkan bisa merusak stem itu sediri. Mencari pertengahannya itulah menjadi tantangan bagi industri katup.</p>
<p><strong>Serba-serbi lain mengenai katup</strong></p>
<p><em><span style="text-decoration: underline;">Vent Hole</span></em><span style="text-decoration: underline;"> (lubang) pada bagian penyekat</span></p>
<p>Lubang pada penyekat biasanya diaplikasikan pada katup untuk suhu rendah dan <em>cryogenic</em>. Pada saat katup ditutup, biasanya ada fluida cair yang terperangkap diantara penyekat dan badan katup (yang biasa disebut dengan <em>body cavity</em>). Fluida cair itu akan menguap dan volume nya akan membesar. Sedangkan volume <em>body cavity</em> tetap, sehingga butuh pelarian untuk tekanan akibat penguapan ini.</p>
<p>Untuk itulah, butuh lubang pada bagian penyekat yang bisa melarikan tekanan ini kearah <em>upstream</em>. Lubang pada bagian penyekat ini merupakan keharusan untuk katup suhu rendah dan <em>cryogenic</em>.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Adakan toleransi korosi pada katup?</span></p>
<p>Seperti penjelasan tentang pipa diartikel sebelumnya, untuk mengatasi korosi pada pipa, ketebalan pipa perlu ditambahkan sebesar kecepatan korosi dikali tahun lama pabrik didesain. Bagaimana dengan katup?</p>
<p>Toleransi korosi pada katup sudah termasuk dalam standar ukuran yang diatur oleh beberapa standar internasional tentang katup. Tetapi hampir semua standar hanya memberikan toleransi korosi sebesar 3 mm. Jika perhitungan korosi lebih dari itu, perlulah permintaan khusus untuk menebalkan katup ketika memesan.</p>
<p>Tetapi perlu diperhatikan, bahwa hanya bagian badan katup saja yang diperbolehkan adanya toleransi. Bagian penyekat, stem dan bagian lain yang jika terkikis korosi akan menurunkan kemampuan mengisolasi, tidak boleh adanya toleransi korosi. Bayangkan, jika bagian penyekat menipis karena korosi, fungsi dari katup akan gagal. Karena itulah, bagian penyekat dan stem biasanya diharuskan menggunakan material yang lebih bagus dari material badan katup.</p>
<p>Demikianlah sedikit informasi tentang katup. Jika ingin lebih mengetahui lebih banyak, membaca standar seperti API, ASME, ISO, MSS atau BS akan sangat membantu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2010/01/katup-untuk-pabrik-industri-%e2%80%93-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecepatan atom gas dengan distribusi Maxwell-Boltzmann (1)</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2010/01/kecepatan-atom-gas-dengan-distribusi-maxwell-boltzmann-1/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2010/01/kecepatan-atom-gas-dengan-distribusi-maxwell-boltzmann-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 14:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Purwadi Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Mesin & Mekanika]]></category>
		<category><![CDATA[kecepatan atom]]></category>
		<category><![CDATA[kecepatan partikel plasma]]></category>
		<category><![CDATA[Maxwell]]></category>
		<category><![CDATA[plasma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1376</guid>
		<description><![CDATA[Dalam proses modifikasi permukaan bahan, kita mungkin sering mendengar teknologi pelapisan tipis (thin film). Selain pelapisan tipis, ada ada juga metoda penembakan ion gas atau elektron untuk mengubah sifat permukaan bahan itu. Penggunaan metoda CVD (Chemical Vapour Depostion), PVD (Physical Vapour Deposition), implantasi ion, ion sputtering, iradiasi berkas elektron atau berkas ion, dan lain sebagainya, sudah menjadi proses yang tidak bisa ditinggalkan dalam rekayasa permukaan bahan dewasa ini. Dari sel surya sampai layar komputer di depan anda, dari mata bor sampai semikonduktor, hampir sehari-hari kita memakai produk hasil dari modifikasi permukaan bahan tersebut. Semua metoda yang disebutkan di atas kebanyakan menggunakan gas atau plasma (campuran ion, elektron, dan atom netral) di dalam bejana vakum. Olehkarenanya, penting bagi kita untuk memahami bagaimana gerakan atom di dalam gas, atau ion di dalam plasma. Dengan teori kinetik gas, kita bisa  memperkirakan besar kecepatan atom-atom gas tersebut, dan dapat pula diperluaskan nanti untuk menjelaskan keadaan fisika ion-ion di dalam plasma. Dalam bahasan kali ini, kita akan memulai dari atom gas ideal di dalam suatu bejana.﻿
Tentu kita sepakat bahwa energi <ahref="http://www.infometrik.com/2010/01/kecepatan-atom-gas-dengan-distribusi-maxwell-boltzmann-1/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/image019.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-1424" title="image019" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/image019-300x213.png" alt="" width="300" height="213" /></a>Dalam proses modifikasi permukaan bahan, kita mungkin sering mendengar teknologi pelapisan tipis (thin film). Selain pelapisan tipis, ada ada juga metoda penembakan ion gas atau elektron untuk mengubah sifat permukaan bahan itu. Penggunaan metoda CVD (Chemical Vapour Depostion), PVD (Physical Vapour Deposition), implantasi ion, ion sputtering, iradiasi berkas elektron atau berkas ion, dan lain sebagainya, sudah menjadi proses yang tidak bisa ditinggalkan dalam rekayasa permukaan bahan dewasa ini. Dari sel surya sampai layar komputer di depan anda, dari mata bor sampai semikonduktor, hampir sehari-hari kita memakai produk hasil dari modifikasi permukaan bahan tersebut. Semua metoda yang disebutkan di atas kebanyakan menggunakan gas atau plasma (campuran ion, elektron, dan atom netral) di dalam bejana vakum. Olehkarenanya, penting bagi kita untuk memahami bagaimana gerakan atom di dalam gas, atau ion di dalam plasma. Dengan teori kinetik gas, kita bisa  memperkirakan besar kecepatan atom-atom gas tersebut, dan dapat pula diperluaskan nanti untuk menjelaskan keadaan fisika ion-ion di dalam plasma. Dalam bahasan kali ini, kita akan memulai dari atom gas ideal di dalam suatu bejana.﻿</p>
<p>Tentu kita sepakat bahwa energi kinetik (energi gerak) suatu atom gas ideal akan sebanding dengan suhu gas tersebut. Misalnya suatu kaleng kosong bekas yang tertutup rapat, apabila terbakar ditempat sampah, tentu sering menimbulkan ledakan bukan? Semakin tinggi suhunya, maka semakin aktif atom-atom gas dalam bejana  tersebut bergerak yang akan mendorong tutup bejana agar terbuka atau memecah dinding bejana yang akhirnya menimbulkan suara ledakan. Lalu, bagaimana rumus hubungan antara energi kinetik atom dan suhu gas tersebut?.</p>
<p>Artikel selengkapnya dapat diunduh di <a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/kecepatan_partikel_plasma_1.pdf">kecepatan_partikel_plasma_1</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2010/01/kecepatan-atom-gas-dengan-distribusi-maxwell-boltzmann-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Acara Silaturahim Presiden RI dengan AIPI dan Masyarakat Ilmiah</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2010/01/acara-silaturahim-presiden-ri-dengan-aipi-dan-masyarakat-ilmiah/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2010/01/acara-silaturahim-presiden-ri-dengan-aipi-dan-masyarakat-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 21:47:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Infometrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reportase]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat ilmiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1367</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Lepas
Acara Silaturahim Presiden RI dengan AIPI dan Masyarakat Ilmiah
Auditorium AIPI, PUSPIPTEK, Serpong, 20 Januari 2010
Oleh  Adi Junjunan Mustafa
14:10 SBY masuk ruangan, berdiri dan langsung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
Hadir: Prof. Habibie (Pendiri AIPI), Menristek, Menteri2 Lain, Dubes, Delegasi dari Amerika, Gubernur Banten, Ketua AIPI, Para Ilmuwan.
Sambutan Prof. Sangkot, Ketua AIPI
•	Selamat datang pada semua ilmuwan yang hadir, mewakili masyarakat.
•	Terima kasih atas kehadiran Presiden utk memberikan pesan-pesan kepada masyarakat ilmiah.
•	Welcome to Habibie yang membangun Gedung AIPI dibangun 2 dekade lalu.
•	AIPI lahir sbg respon utk menghimpun ilmuwan terkemuka Indonesia dlm rangka membangun lewat IPTEK.
•	AIPI telah mendokumentasikan gagasannya dalam buku “Memorandum AIPI, Prospek Indonesia 2030”
•	Peserta sekitar 500 orang. Dihadiri anggota DRN, Tim Inovasi 2025, Forum Rektor, Pengusaha, dll.
•	Pesan Presiden ini akan bergaung tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.
Sambutan Cameron R. Hume, Dubes Amerika
•	Abraham Lincoln, John F. Kenedy, dan Obama adalah 3 presiden AS yang hadir di hadapan National Science Academy (NSA)
•	Core of partnership is science and technology … join work in climate change.
•	Dr. Albert tidak bisa hadir karena sakit.
•	Pesan Obama:
o	Iptek amat penting dalam mengantisipasi global <ahref="http://www.infometrik.com/2010/01/acara-silaturahim-presiden-ri-dengan-aipi-dan-masyarakat-ilmiah/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/writing.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1369" title="writing" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/writing-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Catatan Lepas<br />
Acara Silaturahim Presiden RI dengan AIPI dan Masyarakat Ilmiah<br />
Auditorium AIPI, PUSPIPTEK, Serpong, 20 Januari 2010</p>
<p>Oleh  Adi Junjunan Mustafa</p>
<p>14:10 SBY masuk ruangan, berdiri dan langsung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya<br />
Hadir: Prof. Habibie (Pendiri AIPI), Menristek, Menteri2 Lain, Dubes, Delegasi dari Amerika, Gubernur Banten, Ketua AIPI, Para Ilmuwan.</p>
<p>Sambutan Prof. Sangkot, Ketua AIPI<br />
•	Selamat datang pada semua ilmuwan yang hadir, mewakili masyarakat.<br />
•	Terima kasih atas kehadiran Presiden utk memberikan pesan-pesan kepada masyarakat ilmiah.<br />
•	Welcome to Habibie yang membangun Gedung AIPI dibangun 2 dekade lalu.<br />
•	AIPI lahir sbg respon utk menghimpun ilmuwan terkemuka Indonesia dlm rangka membangun lewat IPTEK.<br />
•	AIPI telah mendokumentasikan gagasannya dalam buku “Memorandum AIPI, Prospek Indonesia 2030”<br />
•	Peserta sekitar 500 orang. Dihadiri anggota DRN, Tim Inovasi 2025, Forum Rektor, Pengusaha, dll.<br />
•	Pesan Presiden ini akan bergaung tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.</p>
<p>Sambutan Cameron R. Hume, Dubes Amerika<br />
•	Abraham Lincoln, John F. Kenedy, dan Obama adalah 3 presiden AS yang hadir di hadapan National Science Academy (NSA)<br />
•	Core of partnership is science and technology … join work in climate change.<br />
•	Dr. Albert tidak bisa hadir karena sakit.<br />
•	Pesan Obama:<br />
o	Iptek amat penting dalam mengantisipasi global climate change.<br />
o Amerika serius membangun iptek. Pengutusan Dr Albert adalah untuk membangun kerjasama dengan berbagai negara, termasuk Indonesia.<br />
o	Kerjasama juga penting utk masalah energy. Amerika membuka diri untuk kerjasama dengan Indonesia dalam membangun iptek.</p>
<p>Prof. Habibie, Konsep Pembangunan Iptek di Indonesia<br />
•	Catatan akumulasi pengalaman dalam membangun<br />
• SBY adalah presiden Indonesia pertama yang berkunjung ke gedung AIPI untuk menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat ilmuwan dan khususnya kepada anggota AIPI. Ini membuktikan pentingnya iptek dalam membangun bangsa Indonesia.<br />
• Dalam perkembangan yang semakin mengglobal, akan terjadi kerjasama antar bangsa. Hanya bangsa yang competitive yang akan mampu bersaing.<br />
•	Dalam benua maritime, Indonesia begitu kaya dengan SDM dan SDA.<br />
• Hanya manusia yang berbudaya, taat kpd agamanya, yang mampu mengembangkan iptek, karena punya produktivitas. Merekalah yang dapat mempertahankan peradaban yang sejahtera<br />
• Dibutuhkan manusia yang bebas merdeka yang bertanggung jawab, yang tahu hak dan kewajibannya. 65 tahun ini penuh dinamika perjalanan bangsa. Untuk mencapai masa depan bangsa, perlu dikembangkan SDM yang mampu menggunakan hardware, software dan brainware. Teknologi yang tepat dan berguna dapat dikuasai, dikendalikan dan dimanfaatkan.<br />
• Teknologi adalah rangkuman berbagai ilmu pengathuan terapan. Dan ini dikembangkan dari ilmu dasar. Memperhatikan terbatasnya dana dan terbatasnya peneliti. Sebaiknya appropriate technology dikembangkan dengan bekerja sama dengan luar negeri yang tepat. Kalau tidak bisa, maka harus dikembangkan sendiri.<br />
• Pendidikan, sampai saat ini belum cukup menghasilkan SDM handal. Perlu riset teknologi yang baik dan lapangan kerja yang dikembangkan SDM terampil, yang mengembangkan<br />
•	Tiga pola strategi:<br />
1.	Pendidikan<br />
2.	Pelaksanaan Riset dan Teknologi<br />
3.	Penyiapan lapangan kerja<br />
•	Pendidikan perlu sinkron dengan kebutuhan lapangan.<br />
• Ristek, perlu segera menajamkan program, BUMN, BUMS, penyediaan lapangan kerja lewat usaha mikro, koperasi perlu dibina pula. Industri pertanian, manufaktur, perhubungan darat, laut, udara, energy, obat-obatan dsb perlu disupport.<br />
• Perlu peningkatan anggaran riset. Perlu insentif perpajakan. Perlu kerjasama dengan lembaga2 riset nasional, multinasional dan luar negeri.<br />
•	BSN perlu disempurnakan utk berorientasi pasar domestic<br />
•	Sistem Inovasi Nasional penting pula untuk dikembangkan<br />
•	Dewan Standarisasi Nasional perlu didukung UU.<br />
• Pasar domestic jadi pendorong pendidikan, riset dan lapangan kerja. Pasar domestic perlu diperhatikan sungguh2, dengan memperhatikan kendala internasional, bilateral ataupun nasional.<br />
•	Pemerataan keadilan, kesempatan berkembang akan terjamin dengan langkah2 di atas.<br />
•	AIPI dengan 5 komisinya, punya peran penting dalam mewujudkan gagasan2 di atas.<br />
• Pesan Presiden dan pesan Presiden Amerika akan jadi bahan kajian pada 5 komisi AIPI, yang akan dibahas paripurna dengan DRN. Hasil ini akan menjadi masukan berarti bagi para ilmuwan, kementrian. Ini akan merangsang para penyelenggara negara, eksekutif, legislatif dan yudikatif pun akan memikul tugas masing2 secara optimal.</p>
<p>Presiden SBY:<br />
•	Habibie pantas disebut Bapak IPTEK Indonesia.<br />
•	Ajakan untuk besyukur kepada Allah swt, kita diberi kekuatan dan kesehatan dalam tatap muka hari ini.<br />
•	Penghargaan yang tinggi kepada para ilmuwan terkemuka Indonesia yang tergabung pada AIPI atas pemikiran thd bangsa.<br />
•	Penghargaan kepada Presiden Obama, dengan pandangan konstruktif di bidang iptek, kesehatan,<br />
•	Mr. Bruce Albert mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa hadir<br />
• Indonesia dan Amerika sedang membangun kerjasama komprehensif. Kerjasama di bidang pendidikan dan teknologi sangat penting. Akan diresmikan tahun ini dalam kunjungan Obama ke Ind tahun ini.<br />
•	Obama juga akan membangun kerjasama dengan dunia Islam termasuk dalam membangun iptek. Untuk membangun peradaban dunia<br />
• Islam tak pernah bertolak belakang atau memusuhi iptek. Puncak peradaban muslim pada abad ke-13. Kemajuan ini didukung iptek. Kompas, anestesi, aljabar, optic, rumah sakit pertama, kapal2 perdagangan dibangun pada masa pusat peradaban di Bagdab.<br />
•	Masyarakat muslim masih tertinggal dalam banyak hal, misalnya dengan parameter Human Development Index<br />
• Saat pidato di Harvard: abad 21 tidak harus mengikuti scenario Clash of Civilization tapi justru membangun Confluence of Civilization. Ini adalah visi yang realistis.<br />
•	Preposisi:<br />
1. Abad ini menjadi abad paling inovatif. Awal 90-an, masih sedikit menggunakan komputer dan internet. 1,4 milyar sudah menggunakan internet … Penemuan mesin uap, penemuan vaksin, penemuan reaksi visi nuklir … menjadi factor pengubah peradaban. Dalam bidang transportasi terjadi perkembangan dari kecepatan mobil, hingga kecepatan suara, dan sudah mendaratkan manusia di bulan. Indonesia yang pernah jadi negara miskin di Asia, kini jadi negara berkembang yang secara ekonomi diperhitungkan dan masuk jadi anggota G-20.<br />
2.	Abad 21, akan jadi abad perubahan dan factor terbesar utk perubahan adalah teknologi.<br />
3. Abad 21 ini hakikatnya Indonesia enggak punya musuh (beda dengan abad 20). A million friends, zero enemy, adalah tujuan dari aliran politik bebas-aktif. Kita perlu inovasi untuk membangun bangsa yang maju dan kompetitif.<br />
•	Untuk menguasai iptek, mesti menjadi innovation nation:<br />
1. Ubah mindset. Innovation is a state of mind. Peradaban Islam, renaissance, restorasi meiji dll dimulai dengan semangat dan inovasi baru yang melahirkan transformasi besar-besaran. Mesti dibangun a culture of excellent. Mesti menghargai kerja keras, kaum peneliti, dan inventor. Mereka mesti jadi icon masyarakat, dan bukan jadi kelompok marjinal. Open mind and risk-taking. Mesti lebih terbuka dan progressif dari masanya dan masyarakatnya. Nasionalisme dicerminkan bukan menutup diri dari dunia, tapi dalam menyerap ilmu dan pengetahuan dari manapun untuk membangun bangsa. Ilmuwan Indonesia mesti bahu membahu dengan ilmuwan internasional untuk bangsa dan dunia.<br />
2. Inovasi perlu incentive dan invenstasi. Mesti ada incubator2. Tahun 2005 hanya 1 trilyun … Tahun 2010 sudah 1,9 trilyun. Tentu masih perlu ditingkatkan. Tapi RnD juga mesti dianggarkan dunia usaha. Pendanaan internasional jg perlu dimanfaatkan. Inovasi akan tumbuh cepat dengan entrepreneurship! Juga tak<br />
3. Network dan Kolaborasi … Hampir semua inovasi dibangun dengan kerjasama. Bangunlah network dan kolaborasi. Knowlegde sharing menjadi ciri peradaban dunia saat ini.<br />
•	Tantangan: kemiskinan, pertahanan negara, teknologi menjemput masa depan &#8230;, karenanya pelu dikembangkan teknologi:<br />
1.	Pro-poor technology. Jadi perlu juga dikembangkan teknologi untuk masyarakat umum<br />
2. Green technology. Emisi turun 20% dan sampai 41% jika ada bantuan internasional. Low carbon footprint. Teknologi pengawasan hutan dengan satelit untuk mendeteksi hotspot.<br />
3. Food-security technology. Melipatgandakan panen. Ketahanan pangan yang berkelanjutan. Ingin agar Ind jadi produser pertanian penting dunia.<br />
4.	Padat teknologi dan padar karya. Hi-end product dan bisa bersaing dari design yang saat ini dikuasai negara2 maju.<br />
5.	Teknologi kesehatan. Perkembangan virus perlu dipelajari dan ditanggulangi. Contoh H1N1 yang pernah merepotkan.<br />
6.	Teknologi maritime. Teknologi perkapalan. Kita belum bisa off-shore drilling apalagi di laut dalam.<br />
7. Teknologi pertahanan. TNI mesti meningkatkan posture dan peralatannya. Join production dg negara lain. Military operation other than war. Surveillance, menjaga pulau2 kecil terluar. Melawan kejahatan transnasional.<br />
8.	Transportasi, laut, darat, udara … untuk menghubungkan negara kita yang luas.<br />
9.	Teknologi energy. Makin effisien dan ramah lingkungan. Energy mix.<br />
10.	Teknologi masa depan. Nanotech, robotics, …<br />
• Sistem Inovasi Nasional, system kelembagaan perlu dibangun. Akan dibentuk Komite Inovasi Nasional yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden.<br />
• Strategi untuk jadi bangsa yang maju perlu membangun dengan SDA, iptek dan budaya. Knowlegde based, research based and character based …<br />
Selesai 15:21.﻿</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2010/01/acara-silaturahim-presiden-ri-dengan-aipi-dan-masyarakat-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life is Crisis</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2010/01/life-is-crisis/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2010/01/life-is-crisis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 07:10:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wawan Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[semangat juang]]></category>
		<category><![CDATA[sungguh-sungguh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1236</guid>
		<description><![CDATA[
Begitulah sebuah pepatah mengatakan bahwa hidup ini adalah KRISIS. Sehingga keberhasilan seseorang tidak lagi ditentukan oleh seberapa tinggi jabatan, pangkat, atau kekayaan yang ia kumpulkan. Tetapi kesuksesan dan keberhasilan seseorang ditentukan oleh seberapa kuat ia meng-handle setiap crisis, seberapa baik ia menghadapi setiap masalah hidupnya karena setiap masalah adalah sarana untuk kita meningkatkan keterampilan hidup life skill semakin berat suatu kiris, kesulitan hidup bisa kita pecahkan, maka pada gilirannya membuat kita menjadi semakin kuat, kuat, dan kuat. Sebaliknya semakin kita berusaha menghindar dari berbagai ujian dan kesulitan hidup, maka kita telah kehilangan banyak kesempatan untuk belajar dan tentu pula kehilangan kesempatan untuk bertumbuh menjadi kuat. Ironisnya, banyak diantara kita yang tergoda untuk mencari cara yang instant, jalan pintas tanpa berusaha meniti tapak-demi tapak kesulitan yang harus dilalui.
Dikisahkan seorang pemuda tengah berjalan menaiki bukit menuju sebuah gunung yang tinggi, karena tertarik dengan cerita orang tentang indahnya pemandangan dari atas gunung tersebut yang konon seperti berada di Syurga, sesampainya di lereng gunung setelah sekian lama mendaki, si pemuda menemukan sebuah gubuk kecil  yang dihuni oleh kakek tua <ahref="http://www.infometrik.com/2010/01/life-is-crisis/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/mountaniering.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1363" title="mountaniering" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2010/01/mountaniering-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Begitulah sebuah pepatah mengatakan bahwa hidup ini adalah KRISIS. Sehingga keberhasilan seseorang tidak lagi ditentukan oleh seberapa tinggi jabatan, pangkat, atau kekayaan yang ia kumpulkan. Tetapi kesuksesan dan keberhasilan seseorang ditentukan oleh seberapa kuat ia meng-handle setiap crisis, seberapa baik ia menghadapi setiap masalah hidupnya karena setiap masalah adalah sarana untuk kita meningkatkan keterampilan hidup <em>life skill</em> semakin berat suatu kiris, kesulitan hidup bisa kita pecahkan, maka pada gilirannya membuat kita menjadi semakin kuat, kuat, dan kuat. Sebaliknya semakin kita berusaha menghindar dari berbagai ujian dan kesulitan hidup, maka kita telah kehilangan banyak kesempatan untuk belajar dan tentu pula kehilangan kesempatan untuk bertumbuh menjadi kuat. Ironisnya, banyak diantara kita yang tergoda untuk mencari cara yang instant, jalan pintas tanpa berusaha meniti tapak-demi tapak kesulitan yang harus dilalui.</p>
<p>Dikisahkan seorang pemuda tengah berjalan menaiki bukit menuju sebuah gunung yang tinggi, karena tertarik dengan cerita orang tentang indahnya pemandangan dari atas gunung tersebut yang konon seperti berada di Syurga, sesampainya di lereng gunung setelah sekian lama mendaki, si pemuda menemukan sebuah gubuk kecil  yang dihuni oleh kakek tua berjanggut lebat dan telah memutih. Dengan seopan si pemuda menyapa kakek tua dan bertanya :</p>
<p>Pemuda :   Kakek tua, saya bermaksud menaiki puncak gunung ini sebab saya tertarik dengan cerita orang-orang tentang indahnya pemandangan dari atas gunung. Bisakah kakek menunjukkan kepada saya jalan mana yang paling mudah dan pintas menuju puncak?</p>
<p>Kakek      :   Anak muda, sungguh luar biasa keinginanmu untuk menaiki puncak gunung ini, tetapi jika engkau bertanya kepadaku tentang jalan yang pintas dan mudah maka aku tidak tahu, kecuali ada tiga jalan menuju ke puncak (jawab si kakek tua sambil mengangkat ketiga jari tangannya). Silahkan kamu mau memilih jalan yang mana, sebelah kiri, tengah, atau memilih jalan sebelah kanan?</p>
<p>Pemuda :   Kalau aku memilih jalan sebelah kiri ?</p>
<p>Kakek      :   Ooow, sebelah kiri. Jalannya melalui bebatuan yang terjal. (Kata si Kakek dengan tegas)</p>
<p>Segera sipemuda berpamitan dan menyampaikan rasa terima kasihnya serta bergegas menuju lereng gunung melalui jalan sebelah kiri seperti yang di tunjukkan oleh si kakek tua. Namun, ketika pendakian melewati lereng batu yang terjal si pemuda tak lagi mampu melanjutkan perjalannya. Setelah beberapa jam mendaki, akhirnya ia memutuskanuntuk kembali ke gubuk kakek tua tadi. Kembali pula ia menemui si kakek hendak menanyakan jalan lain yang lebih mudah dan rata.</p>
<p>Pemuda :   Kakek, saya telah mencoba melaui lereng batu yang terjal itu, tetapi saya tidak mampu kek. Lerengnya begitu terjal dan mengerikan. Tidak adakah jalan lain yang lebih mudan dan bisa dilalui untuk menuju puncak ?</p>
<p>Kakek      :   (kembali si kakek mengangkat tiga jari tangannya), Pilihlah sendiri nak, jalan sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan</p>
<p>Pemuda :   Jika sekarang saya memilih sebelah kanan kek ?</p>
<p>Kakek      :   Jalan ini melalui semak belukar dan berduri, mungkin itu lebih mudah bagimu.</p>
<p>Pemuda :   Baiklah kek, terima kasih</p>
<p>Setelah si pemuda beristirahat sejenak untuk sekedar melepas lelahnya, segera iapun bergegas menuju lereng gunung sebelah kanan, melalui semak-semak belukar dan penuh dengan duri-duri yang merintangi perjalannya. Setengah perjalanan telah ditempuhnya tetapi ia tak kuat lagi dengan duri-duri yang menancapi kakinya, menggores lengan dan punggungnya, hingga akhirnya iapun kembali memutuskan untuk balik lagi ke gubuk si kakek.</p>
<p>Pemuda :   Kek, jalan sebelah kanan telah saya lalui, tetapi saya tak kuat lagi dengan banyaknya duri-duri yang merintangi kanan-kiri jalan. Tolong tunjukkan ke saya jalan yang rata dan mudah dilewati kek, agar saya bisa sampai di puncak sana, jangan kakek tunjukkan saya ke jalan yang berbatu, terjal, dan semak berduri, saya tidak mampu kek…</p>
<p>Si kakek sangat serius menatap penjelasan si pemuda dan akhirnya, dengan sorot mata tajam penuh wibawa, si kakek tua itu menjelaskan panjang lebar :</p>
<p>“Anak muda, jika kamu sungguh-sungguh ingin menuju puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah untuk dilalui. Pilihan yang ada adalah jalan terjal berbatu, semak belukar berduri, atau bahkan mungkin jalan buntu harus kamu hadapi. Fahamilah anak muda, jika kamu sunguh-sungguh menginginkan sampai di puncak gunung itu, hadapilah semua rintangan yang ada apapun bentuknya. Berjalanlah setapak demi setapak hingga kamu akan menikmati hasil jerih payah dan kesabaranmu untuk bisa melihat pemandangan yang indah dari atas gunung itu”</p>
<p>Si pemudapun sadar akan kekeliruannya dan ia kembali bersemangat untuk mendaki ke puncak gunung dengan kesabaran yang luar biasa dan terus berusaha hingga sampai ke tujuannya.</p>
<p>Demikianlah kehidupan yang kita hadapi penuh dengan crisis, kesulitan, tantangan, hambatan, dan segala bentuk rintangan yang tidak jarang bisa mengkandaskan niat dan keinginan awal kita. Tetapi untuk menuju sukses diperlukan tekad yang kuat, usaha yang luar biasa dan kesabaran terus-menerus untuk tetap pada mimpi semula.</p>
<p>Demikian pula di dunia kerja, lebih-lebih dalam industri manufaktur. Teramat banyak tantangan yang kita hadapi dari keseharian pekerjaan yang berkejaran dengan waktu, deadline produksi dan lmit waktu yang diberikan customer begitu sempit sementara spec quality yang harus dicapaipun tidaklah mudah, belum lagi tantangan perlengkapan yang sangat primitive belum high-tech, dan banyak lagi tantangan lain yang dating silih berganti dari hari kehari, pecan berganti bulan, terus bergelut dengan tantangan demi tantangan. Maka itu semua adalah crisis yang melanda kita dan harus diselesaikan. Andai tidak dibarengi dengan jiwa yang kuat dan tekad yang kokoh untuk terus fight, maka bukan tidak mungkin kita akan dipaksa keluar dari kompetisi yang seharusnya kita menangkan</p>
<p>Siapapun kita, dimanapun adanya, dalam profesi apapun kesulitan pasti akan datang dengan berbagai bentuknya. Ketika tekad telah menyatu dengan mimpi besar kita, maka apapun ragam kesulitannya tak akan mampu menggoyahkan perjuangan kita untuk terus maju menuju apa yang dicita-citakan.</p>
<p>Life is Crisis… Mereka yang sukses adalah yang mampu me-manage crisis</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2010/01/life-is-crisis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Material Pipa</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/12/memilih-material-pipa/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/12/memilih-material-pipa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 22:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Hikam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[carbon steel]]></category>
		<category><![CDATA[korosi]]></category>
		<category><![CDATA[material pipa]]></category>
		<category><![CDATA[stainless steel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1348</guid>
		<description><![CDATA[Material pipa ada berbagai jenis. Bagaimana cara menentukan material yang harus digunakan? Untuk menentukan material, terutama untuk industri, faktor yang paling penting adalah fluida apa yang mengalir didalamnya. Selain itu, kondisi luar dari pipa juga mempengaruhi. Dan terakhir, tentu saja sisi ekonomi juga menjadi dasar pemilihan material.

Pipa dapat dibagi menjadi 2 bagian besar. Pipa dari logam dan non-logam. Logam terdiri dari carbon steel, stainless steel, aluminium, nickel dan lainnya. Berikut ini adalah contoh dalam desain pipa untuk pabrik industri gas alam, minyak, atau pabrik kimia lainnya.
Pertama, insinyur proses harus menghitung apa dan berapa banyak macam kandungan yang akan melewati pipa. Pada dasarnya, semua pipa untuk proses biasanya harus memakai pipa logam dan dimulai dari material carbon steel yang paling murah.
Akibat aliran fluida, bagian dalam pipa mengalami korosi, dan salah satu cara untuk menetapkan kecepatan korosi adalah memakai grafik de Waard – Milliams nomograph. Grafik ini membantu untuk menentukan berapa kecepatan korosi (mm/tahun) yang disebabkan adanya kandungan CO2 dalam fluida.
Problem disebabkan korosi dapat diatasi dengan menambah ketebalan pipa sebesar kecepatan korosi dikali tahun lamanya pabrik didesain. <ahref="http://www.infometrik.com/2009/12/memilih-material-pipa/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Material pipa ada berbagai jenis. Bagaimana cara menentukan material yang harus digunakan? Untuk menentukan material, terutama untuk industri, faktor yang paling penting adalah fluida apa yang mengalir didalamnya. Selain itu, kondisi luar dari pipa juga mempengaruhi. Dan terakhir, tentu saja sisi ekonomi juga menjadi dasar pemilihan material.</p>
<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image0011.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1349" title="image001" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image0011-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Pipa dapat dibagi menjadi 2 bagian besar. Pipa dari logam dan non-logam. Logam terdiri dari <em>carbon steel</em>, <em>stainless steel</em>, <em>aluminium</em>, <em>nickel</em> dan lainnya. Berikut ini adalah contoh dalam desain pipa untuk pabrik industri gas alam, minyak, atau pabrik kimia lainnya.</p>
<p>Pertama, insinyur proses harus menghitung apa dan berapa banyak macam kandungan yang akan melewati pipa. Pada dasarnya, semua pipa untuk proses biasanya harus memakai pipa logam dan dimulai dari material carbon steel yang paling murah.</p>
<p>Akibat aliran fluida, bagian dalam pipa mengalami korosi, dan salah satu cara untuk menetapkan kecepatan korosi adalah memakai grafik <em>de Waard – Milliams nomograph</em>. Grafik ini membantu untuk menentukan berapa kecepatan korosi (mm/tahun) yang disebabkan adanya kandungan CO2 dalam fluida.</p>
<p>Problem disebabkan korosi dapat diatasi dengan menambah ketebalan pipa sebesar kecepatan korosi dikali tahun lamanya pabrik didesain. Tetapi, jika total ketebalan yang dibutuhkan untuk mengatasi korosi itu terlalu tebal, pipa akan menjadi sangat tebal dan tidak efektif dalam pembangunannya. Untuk keadaan ini, pipa dari stainless steel menjadi pilihan selanjutnya.</p>
<p>Selain korosi, suhu fluida juga menentukan material pipa. Semakin rendah suhu, logam akan menjadi mudah mengalami retakan. Ini karena sifat <em>brittle</em> (getas)  logam bertambah pada suhu rendah . Stainless steel merupakan salah satu yang tahan akan suhu rendah. Karena itu, untuk <em>cryogenic service</em> (fluida dengan suhu operasi dibawah -196 degC) stainless steel adalah material yang cocok dibandingkan dengan carbon steel.</p>
<p>Stainless steel sering disebut juga <em>corrosion resistance alloy</em> (campuran logam tahan korosi) dan tentunya lebih mahal dibandingkan carbon steel. Stainless steel bisa dibagi menjadi beberapa jenis, contohnya <em>austenitic</em>, <em>feritic</em>, <em>martenistic</em>, <em>duplex</em> dan <em>high alloy stainless steel</em> (campuran tinggi logam stainless steel). Sayangnya, stainless steel tidak tahan terhadap semua jenis korosi, terutama korosi yang disebabkan oleh klorida, sulfida serta fluida asam (<em>sour fluid</em>) lainnya.</p>
<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image002.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1350" title="image002" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image002-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Untuk sistem pipa yang mengalirkan fluida asam (piping system for sour service) biasanya di desain berdasarkan standar NACE (<em>National Association of Corrosion Engineers</em>) MR0175. Mulai tahun 2003, standar NACE MR0175 bersatu dengan ISO 15156 dan yang memiliki syarat desain yang sulit dibandingkan edisi tahun sebelumnya.</p>
<p>Berdasarkan NACE MR0175/ISO 15156, penggunaan austenitic stainless steel dibatasi oleh kombinasi dari kadar khlorida, H2S (<em>hydrogen sulfide</em>) dan suhu fluida. Jika austenitic stainless steel tidak dapat digunakan, maka penggunaan duplex atau high alloy stainless steel merupakan pilihan selanjutnya. Jika duplex atau high alloy stainless steel juga tidak dapat digunakan, maka pilihan selanjutnya adalah menggunakan logam campuran nikel seperti <em>incoloy</em> dan <em>inconel</em>.</p>
<p>Semakin tahan terhadap berbagai korosi, semakin mahal harga material tersebut. Untuk mengurangi biaya, pengaplikasian <em>cladding</em> atau <em>overlay</em> merupakan salah satu alternatif. Misalnya menggunakan pipa dari carbon steel dengan dilapisi logam mahal pada bagian dalamnya saja yang bersentuhan langsung dengan fluida sumber korosi akan bisa menekan biaya tanpa mengurangi ketahanan terhadap korosi.</p>
<p>Pemilihan material ini bukan hanya untuk pipa, tetapi juga berlaku untuk bejana (<em>vessel</em>), katup (<em>valve</em>) dan elemen pipa lainnya. Untuk katup, walaupun material dari badan katup bisa memakai carbon steel, tetapi bagian dimana korosi tidak diperbolehkan untuk menjaga kemampuan katup untuk menyekat (sering disebut sebagai <em>trim</em>, seperti bagian <em>valve seat</em>, <em>stem</em> dan lainnya), maka penggunaan stainless steel atau logam tahan korosi lainnya menjadi keharusan.</p>
<p>Pada saat melakukan pemilihan material yang sebenarnya, mungkin tidak akan semudah yang dijabarkan diatas, tetapi secara umum, begitulah proses pemilihan material pada saat mendesain pabrik industri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/12/memilih-material-pipa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Robert Hooke</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/12/robert-hooke/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/12/robert-hooke/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 23:37:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Azhari Sastranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[hooke dan newton]]></category>
		<category><![CDATA[hukum hook]]></category>
		<category><![CDATA[hukum hooke]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu bahan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan material]]></category>
		<category><![CDATA[robert hooke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1343</guid>
		<description><![CDATA[Tidak berlebihan bila kita menyebutkan bahwa Ilmu Kekuatan Material (Strength of Material), dibangun di atas hukum Hooke. Oleh karenanya nama Robert Hooke sangat familiar bagi siapa saja yang menggeluti dunia mekanika material. Hukum Hooke itu berbunyi, perubahan panjang suatu benda berbanding lurus dengan beban yang diterimanya. Material yang memenuhi syarat ini terkenal dengan nama Hookean Material. Sedangkan yang tidak, seperti karet dan sebagian besar polimer yang superelastis, disebut Non-Hookean Material.
Hooke adalah seorang genius yang memiliki keahlian di banyak bidang, antara lain biologi, arsitektur, filsafat, mekanika, bahkan astronomi. Tapi sayang Robert Hooke tidak mendapatkan penghargaan yang setimpal dengan karyanya dari sejarah. Salah satu penyebabnya adalah, dia menjadi rival berat Isaac Newton dan menjadi salah satu penentang sengit teori-teori Newton. Pada akhirnya sejarah lebih berpihak kepada Newton, dan menenggelamkan nama Robert Hooke.
Lahir tahun 1635, di Pulau White, dekat kota Portsmouth Inggris bagian selatan. Putera kedua seorang asisten gereja. Setelah lulus dari Oxford University, Hooke memulai karirnya sebagai peneliti dengan menjadi asisten Professor Robert Boyle (perumus hukum termodinamika Boyle). Setelah itu Hooke menjadi sekjen Asosiasi Peneliti London (New <ahref="http://www.infometrik.com/2009/12/robert-hooke/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/Hooke.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1344" title="Hooke" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/Hooke-245x300.jpg" alt="" width="141" height="172" /></a>Tidak berlebihan bila kita menyebutkan bahwa Ilmu Kekuatan Material <em>(Strength of Material)</em>, dibangun di atas hukum Hooke. Oleh karenanya nama Robert Hooke sangat familiar bagi siapa saja yang menggeluti dunia mekanika material. Hukum Hooke itu berbunyi, <em>perubahan panjang suatu benda berbanding lurus dengan beban yang diterimanya</em>. Material yang memenuhi syarat ini terkenal dengan nama <em>Hookean Material. </em>Sedangkan yang tidak, seperti karet dan sebagian besar polimer yang superelastis, disebut <em>Non-Hookean Material.</em></p>
<p>Hooke adalah seorang genius yang memiliki keahlian di banyak bidang, antara lain biologi, arsitektur, filsafat, mekanika, bahkan astronomi. Tapi sayang Robert Hooke tidak mendapatkan penghargaan yang setimpal dengan karyanya dari sejarah. Salah satu penyebabnya adalah, dia menjadi rival berat Isaac Newton dan menjadi salah satu penentang sengit teori-teori Newton. Pada akhirnya sejarah lebih berpihak kepada Newton, dan menenggelamkan nama Robert Hooke.</p>
<p>Lahir tahun 1635, di Pulau White, dekat kota Portsmouth Inggris bagian selatan. Putera kedua seorang asisten gereja. Setelah lulus dari Oxford University, Hooke memulai karirnya sebagai peneliti dengan menjadi asisten Professor Robert Boyle (perumus hukum termodinamika Boyle). Setelah itu Hooke menjadi sekjen Asosiasi Peneliti London <em>(New Royal Society)</em> yang didirikan oleh ratu Inggris. Pada tahun 1672, Newton yang baru saja menjadi anggota asosiasi tersebut mengeluarkan teorinya bahwa cahaya terdiri dari partikel <em>(corpuscular theory)</em>. Terhadap hipotesa ini Hooke menentang dengan sangat sengit dan menguatkan teori bahwa cahaya adalah gelombang <em>(wave theory).</em>. Pada sains modern akhirnya terbukti bahwa cahaya memiliki dualisme antara sifat partikel dan gelombang.</p>
<p>Pada tahun 1687, Newton menulis buku fenomenalnya <em>The Principia</em> dan di dalamnya ada hukum mengenai gravitasi universal, yang besarnya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara dua benda. Hukum ini bisa menjelaskan postulat-postulat sebelumnya dari Kepler dan lainnya. Hooke mengklaim bahwa ide besar tersebut berasal darinya dan Newton mengambilnya dari korespondensi mereka berdua.</p>
<p>Setelah Hooke meninggal tahun 1703, Newton terpilih menjadi presiden Royal Society. Diceritakan bahwa ketika gedung Royal Society dipindah, Newton melenyapkan semua gambar dan paper Hooke yang ada di dalam gedung lama. Karena itu Hooke terkadang disebut sebagai, “Manusia Yang Dihapus Oleh Newton”. Mungkin karena temperamennya yang dikenal tidak stabil, Hooke meski menyandang julukan Da Vinci abad ke-17 tidak mendapat popularitas yang selevel dengan karya-karyanya. (azhari)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/12/robert-hooke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tekstur Sarang Tawon dan Sel Surya Silikon Kristal</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/12/tekstur-sarang-tawon-dan-sel-surya-silikon-kristal/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/12/tekstur-sarang-tawon-dan-sel-surya-silikon-kristal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 11:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Willy Yanto Wijaya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aplikasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Material Sains]]></category>
		<category><![CDATA[sarang tawon]]></category>
		<category><![CDATA[sel surya]]></category>
		<category><![CDATA[silikon kristal]]></category>
		<category><![CDATA[struktur sarang tawon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1322</guid>
		<description><![CDATA[Sel surya merupakan salah satu potensi sumber energi terbaharukan yang dalam beberapa dekade ke depan akan memainkan peran yang semakin dominan. Dengan letak geografis yang berada di khatulistiwa, Indonesia sebenarnya memiliki beberapa kelebihan dalam hal pengembangan teknologi sel surya. Salah satunya adalah intensitas sinar matahari yang lebih tinggi dibanding negara-negara yang terletak jauh di lintang utara maupun selatan. Hal ini berarti efisiensi konversi energi diharapkan akan lebih tinggi. Di samping itu, Indonesia tidak memiliki permasalahan fluktuasi tahunan yang diakibatkan oleh perubahan empat musim.
Akan tetapi, masih banyak permasalahan teknis sel surya yang perlu dikaji lebih mendalam. Salah satu bidang kajian yang menarik banyak perhatian adalah mengenai energy loss (kehilangan energi) dalam panel sel surya. Salah satu sumber energy loss yang berkontribusi terhadap penurunan efisiensi yang cukup signifikan pada sel surya adalah refleksi (pemantulan). Kehilangan energi akibat refleksi cahaya datang ini dapat diatasi dengan menggunakan pelapisan Anti Reflection Coating (ARC) ataupun dengan memodifikasi tekstur permukaan sel surya. Pelapisan ARC mengurangi reflektansi hanya untuk rentang panjang gelombang tertentu, sedangkan teksturisasi permukaan dapat mengurangi reflektansi total dari range panjang <ahref="http://www.infometrik.com/2009/12/tekstur-sarang-tawon-dan-sel-surya-silikon-kristal/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sel surya merupakan salah satu potensi sumber energi terbaharukan yang dalam beberapa dekade ke depan akan memainkan peran yang semakin dominan. Dengan letak geografis yang berada di khatulistiwa, Indonesia sebenarnya memiliki beberapa kelebihan dalam hal pengembangan teknologi sel surya. Salah satunya adalah intensitas sinar matahari yang lebih tinggi dibanding negara-negara yang terletak jauh di lintang utara maupun selatan. Hal ini berarti efisiensi konversi energi diharapkan akan lebih tinggi. Di samping itu, Indonesia tidak memiliki permasalahan fluktuasi tahunan yang diakibatkan oleh perubahan empat musim.</p>
<p>Akan tetapi, masih banyak permasalahan teknis sel surya yang perlu dikaji lebih mendalam. Salah satu bidang kajian yang menarik banyak perhatian adalah mengenai <em>energy loss</em> (kehilangan energi) dalam panel sel surya. Salah satu sumber <em>energy loss</em> yang berkontribusi terhadap penurunan efisiensi yang cukup signifikan pada sel surya adalah refleksi (pemantulan). Kehilangan energi akibat refleksi cahaya datang ini dapat diatasi dengan menggunakan pelapisan Anti Reflection Coating (ARC) ataupun dengan memodifikasi tekstur permukaan sel surya. Pelapisan ARC mengurangi reflektansi hanya untuk rentang panjang gelombang tertentu, sedangkan teksturisasi permukaan dapat mengurangi reflektansi total dari <em>range</em> panjang gelombang (l) yang pendek hingga l yang panjang. Prinsip teksturisasi permukaan adalah menyebabkan cahaya yang datang dipantulkan berkali-kali sehingga memperbesar kesempatan foton (partikel cahaya) untuk masuk ke dalam material tersebut.</p>
<p>Beberapa metoda yang dilakukan untuk teksturisasi permukaan antara lain dengan menggunakan larutan alkalin, wet etching berbasis asam, ataupun teknik RIE (Reactive Ion Etching) [1-3]. Akan tetapi, karena wet etching memiliki selektivitas etching yang kurang memadai dan teknik RIE menyebabkan kenaikan biaya (<em>cost</em>) yang signifikan; Ibottoson, Saito, dan Momma [4-6] mengusulkan teknik dry etching menggunakan gas klorin trifluoride (ClF<sub>3</sub>). Teknik ini dapat dilakukan pada suhu ruang, mudah dikontrol, tidak menyebabkan kerusakan pada substrat serta relatif ramah lingkungan. Dalam 10 tahun terakhir ini, gas ClF<sub>3 </sub>juga telah banyak digunakan dalam pembersihan aparatus CVD (Chemical Vapor Deposition) yang terkait dengan material silikon.</p>
<p>Saito [7] telah melakukan dry etching ClF<sub>3</sub> ini pada substrat silikon kristal. Hasil dari dry etching ini adalah substrat dengan tekstur permukaan menyerupai tekstur permukaan sarang tawon seperti ditunjukkan dari hasil SEM (Scanning Electron Microscopy) pada gambar 1. Dengan menggunakan pengukuran spektrometer, didapati bahwa permukaan tekstur sarang tawon ini ternyata mengurangi reflektansi secara signifikan dibanding tekstur permukaan rata (gambar 2). Substrat yang telah bertekstur sarang tawon ini kemudian dibentuk sambungan p-n melalui difusi fosfor secara termal pada suhu 1000°C. Lapisan aluminium juga dideposisi pada permukaan substrat untuk membentuk elektroda-elektroda sehingga substrat dapat berfungsi sebagai sel surya. Sel surya yang telah difabrikasi ini kemudian juga diukur spektrum reflektansinya dan dibandingkan dengan ketika masih berupa substrat (gambar 2).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image002.gif"><img class="aligncenter" title="image002" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image002.gif" alt="image002" width="456" height="178" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Gambar 1</em>. Hasil SEM dari tekstur permukaan substrat <em>single-crystallin</em>, dengan waktu etching (a) 17 menit dan (b) 20 menit.</p>
<p>Beberapa parameter fisis lainnya yang juga diukur oleh Saito [7] yaitu respon spektral dan intensitas cahaya yang diserap. Respon spektral diperoleh dari perbandingan jumlah foton yang menumbuk sel surya tersebut dengan arus-foton yang dihasilkan. Kedua parameter fisis ini dibandingkan untuk sel surya bertekstur rata dengan sel surya tekstur sarang tawon yang ditunjukkan oleh gambar 3. Dari gambar 3a dan 3b, tampak bahwa efisiensi kuantum maupun intensitas cahaya terserap pada sel surya bertekstur sarang tawon lebih tinggi dibanding sel surya tanpa tekstur (rata).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image004.gif"><img class="aligncenter" title="image004" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image004.gif" alt="image004" width="360" height="251" /></a></p>
<p><em> </em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Gambar 2</em>. Spektra Reflektansi yang terukur dari substrat <em>single crystallin</em> tanpa tekstur (rata) dan bertekstur sarang tawon (waktu etching 17 menit).</p>
<p>Karakteristik arus-tegangan untuk kedua jenis tekstur sel surya ini juga diukur di bawah penyinaran AM 1.5 dan hasilnya disarikan pada tabel 1 (Saito [7]). Dari tabel 1 tampak bahwa pada sel surya tekstur sarang tawon terjadi peningkatan rapat arus short-circuit (J<sub>sc</sub>) yang cukup signifikan, sehingga terjadi juga peningkatan Fill Factor (FF) dan efisiensi (h) sel surya tersebut.</p>
<p>Dengan demikian, teksturisasi sarang tawon terhadap permukaan sel surya memberikan banyak pengaruh positif dalam parameter-parameter fisis yang terkait. Penurunan reflektansi cahaya datang; peningkatan efisiensi kuantum dan intensitas cahaya yang diserap; hingga peningkatan J<sub>sc</sub> dan FF merupakan beberapa diantaranya. Efisiensi sel surya secara keseluruhan juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Efisiensi sel surya ini dapat ditingkatkan lebih jauh lagi dengan melakukan deposisi lapisan anti-refleksi di atas tekstur sarang tawon tersebut.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image006.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-1325" title="image006" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image006.gif" alt="image006" width="288" height="203" /></a><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image008.gif"><img class="alignnone size-full wp-image-1326" title="image008" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image008.gif" alt="image008" width="288" height="203" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Gambar 3</em>. Rasio respon spektral (a) dan rasio intensitas cahaya diserap (b) pada sel surya bertekstur sarang tawon dengan sel surya tanpa tekstur.</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: left;"><em>Tabel 1</em>: Nilai karakteristik sel surya silikon <em>single crystallin</em> di bawah penyinaran AM 1.5</p>
<table style="width: 522px; height: 86px;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="text-align: center;">
<td width="120" valign="top"><strong>Waktu etching</strong></td>
<td width="72" valign="top">
<p align="center"><strong>V<sub>oc</sub> (V)</strong></p>
</td>
<td width="96" valign="top">
<p align="center"><strong>J<sub>sc</sub> (mA/cm<sup>2</sup>)</strong></p>
</td>
<td width="72" valign="top">
<p align="center"><strong>FF (%)</strong></p>
</td>
<td width="60" valign="top">
<p align="center"><strong>h</strong><strong> (%)</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;" width="120" valign="top">Tidak bertekstur</td>
<td style="text-align: center;" width="72" valign="top">
<p align="center">0.54</p>
</td>
<td style="text-align: center;" width="96" valign="top">
<p align="center">22.9</p>
</td>
<td style="text-align: center;" width="72" valign="top">
<p align="center">73.9</p>
</td>
<td style="text-align: center;" width="60" valign="top">
<p align="center">9.2</p>
</td>
</tr>
<tr style="text-align: center;">
<td>17 menit</td>
<td>0.55</td>
<td>29.6</td>
<td>77.8</td>
<td>12.7</td>
</tr>
<tr style="text-align: center;">
<td>20 menit</td>
<td>0.55</td>
<td>30.3</td>
<td>74.1</td>
<td>12.4</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<h3>Referensi</h3>
<p>[1] Zhao J, Wang A, Green MA. Proceedings of the Second World Conference and Exhibition on Photovoltaic Solar Energy Conversion, 1998.</p>
<p>[2] Shultz O, Emanuel G, Glunz SW, Willeke GP. Proceedings of the Third World Conference on Photovoltaic Solar Energy Conversion, 2003, pp. 1360-1363.</p>
<p>[3] Manshanden P, Burgers AR, Nositschuka WA, Voigt O, Weeber AW. Conference Record of 29<sup>th</sup> IEEE Photovoltaic Specialists Conference, 2002, pp. 324-327.</p>
<p>[4] Ibottoson DE, Mucha JA, Flamm DL, Cook JM. J. Appl. Phys. 56 (1984) 2939-2942.</p>
<p>[5] Saito Y, Yamaoka O, Yoshida A. J. Vac. Sci. Technol. B9 (1991) 2503-2506.</p>
<p>[6] Momma T, Ishizaki Y, Saito Y. IEICE Trans. C-II J80-C-II (1997) 412-413 (in Japanese)</p>
<p>[7] Saito Y, Kosuge T. Solar Energy Materials &amp; Solar Cells 91 (2007) 1800-1804.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/12/tekstur-sarang-tawon-dan-sel-surya-silikon-kristal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari TOKYO MOTOR SHOW 2009 (2/2)</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/12/dari-tokyo-motor-show-2009-22/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/12/dari-tokyo-motor-show-2009-22/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 22:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Baharuddin Maghfuri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[Reportase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1288</guid>
		<description><![CDATA[(sambungan dari bagian pertama )
The luxury vehicle division milik Toyota Corp., Lexus juga menghiasi booth mereka dengan konsep-konsep supercar khas mereka. Namun sama dengan Toyota, konsep-konsep yang ditampilkan Lexus bukan konsep yang benar-benar baru, hanya saja desain body dan interior mereka memang memukau. Terutama konsep supercar LFA dan LF-Ch yang sangat sporty, mirip dengan mobil-mobil di film fiksi ilmiah.
Khusus untuk LFA, Lexus bahkan membanggakan LFA dengan mesin 4.8 liter V-10 nya akan menjadi mobil paling powerful sepanjang sejarah otomotif. Kami sempat terkejut ketika tahu bahwa selain konsep off the road, LFA ini juga ditampilkan dalam versi tranparan, dibuat dari akrilik oleh seorang Arsitek Jepang, Sosuke Fujimoto.
Mitsubishi, Nissan, Mazda dan Subaru pun tak mau kalah dari rival-rival besar mereka.Tahun ini Subaru membanggakan konsep mobil hibrida kelas atas berpintu gullwing, Subaru Hybrid Tourer Concept. Di bawah kabin mobil dengan mesin symmetrical all-wheel-drive yang memberi kesan imajinatif saat dipandang ini, Subaru meletakkan 2 buah motor elektrik. Sementara itu, Mazda maju dengan konsep Mazda Kiyora yang sempat mengguncang Paris Auto Show 2008.







Lexus LFA on the road
Model transparan Lexus LFA





Subaru <ahref="http://www.infometrik.com/2009/12/dari-tokyo-motor-show-2009-22/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">(sambungan dari bagian <a href="http://www.infometrik.com/2009/12/dari-tokyo-motor-show-2009-12/">pertama</a> )</p>
<p align="left"><em>The luxury vehicle division</em> milik Toyota Corp., Lexus juga menghiasi <em>booth </em>mereka dengan konsep-konsep <em>supercar</em> khas mereka. Namun sama dengan Toyota, konsep-konsep yang ditampilkan Lexus bukan konsep yang benar-benar baru, hanya saja desain <em>body</em> dan interior mereka memang memukau. Terutama konsep <em>supercar </em>LFA dan LF-Ch yang sangat <em>sporty</em>, mirip dengan mobil-mobil di film fiksi ilmiah.</p>
<p align="left">Khusus untuk LFA, Lexus bahkan membanggakan LFA dengan mesin 4.8 liter V-10 nya akan menjadi mobil paling <em>powerful</em> sepanjang sejarah otomotif. Kami sempat terkejut ketika tahu bahwa selain konsep off the road, LFA ini juga ditampilkan dalam versi tranparan, dibuat dari akrilik oleh seorang Arsitek Jepang, Sosuke Fujimoto.</p>
<p align="left">Mitsubishi, Nissan, Mazda dan Subaru pun tak mau kalah dari rival-rival besar mereka.Tahun ini Subaru membanggakan konsep mobil hibrida kelas atas berpintu gullwing, Subaru Hybrid Tourer Concept. Di bawah kabin mobil dengan mesin <em>symmetrical all-wheel-drive </em>yang memberi kesan imajinatif saat dipandang ini, Subaru meletakkan 2 buah motor elektrik. Sementara itu, Mazda maju dengan konsep Mazda Kiyora yang sempat mengguncang Paris Auto Show 2008.</p>
<table border="0">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image020.jpg"><img class="size-full wp-image-1289 alignnone" title="image020" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image020.jpg" alt="image020" width="256" height="206" /></a></td>
<td><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image022.jpg"><img class="size-full wp-image-1290 " title="image022" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image022.jpg" alt="image022" width="294" height="206" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="text-align: center;">Lexus LFA on the road</td>
<td style="text-align: center;">Model transparan Lexus LFA</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image0241.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1292" title="image024" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image0241.jpg" alt="image024" width="268" height="184" /></a><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image026.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1293" title="image026" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image026.jpg" alt="image026" width="276" height="184" /></a></p>
<p align="center">Subaru Tourer Concept dan Mazda Kiyora Concept</p>
<p align="left">Lain lagi dengan Mitsubishi Motors. Mereka memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba menaiki hampir semua mobil, termasuk konsep mobil-mobil masa depan. Hanya jagoan mereka, Mitsubishi Concept PX MiEV saja yang ditahan di panggung. Dengan body yang dimodifikasi dari kakaknya, Mitsubishi Pajero, Mitsubishi membangggakan sistem <em>series hybrid mode</em> di mana mobil ini bisa membangkitkan listrik dari energinya ketika berlari di jalanan.</p>
<p align="center"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image028.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1294" title="image028" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image028.jpg" alt="image028" width="289" height="192" /></a><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image030.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1295" title="image030" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image030.jpg" alt="image030" width="289" height="192" /></a></p>
<p align="center">Mitsubishi Concept PX MiEV</p>
<p align="left">Kami tak puas begitu saja di bagian mobil. Di bagian motor, ada Yamaha sebagai penempat <em>space</em> paling luas dan ada juga merk asing seperti Kymco dan Harley Davidson.Di booth Yamaha, selain motor balap MotoGP “Sweet” milik Valentino Rossi, YZR M1, ada juga motor <em>immortal, </em>Yamaha SR yang merayakan 30 tahun produksinya sejak 1978 dan juga motor trail Yamaha Super Tenere yang dibungkus body dari kain.</p>
<p align="center"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image032.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1296" title="image032" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image032.jpg" alt="image032" width="236" height="157" /></a> <a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image034.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1297" title="image034" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image034.jpg" alt="image034" width="209" height="157" /></a></p>
<p align="center"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image036.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1298" title="image036" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image036.jpg" alt="image036" width="281" height="196" /></a></p>
<p align="center">Motor “abadi“ Yamaha SR bersanding dengan motor balap YZR M1 dan Super Tenere (bawah)</p>
<p align="center">
<p align="left">Tak hanya itu, Yamaha juga menampilkan beberapa model baru terutama dari sepeda listrik, yaitu Yamaha EC-f/EC-fs yang berbentuk X dan juga beberapa sepeda listrik lain.</p>
<p align="center"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image038.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1299" title="image038" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image038.jpg" alt="image038" width="278" height="208" /></a></p>
<p align="center">Yamaha EC-f</p>
<p align="left">Sebelum kami pulang, kami menyempatkan diri untuk mengunjungi booth<em> Car of The Year Japan Special 30<sup>th</sup> Anniversary Exhibition</em>, dan tahun ini, penghargaan <em>Car of The Year</em> jatuh kepada generasi ketiga Toyota Prius, mobil hybrid yang sangat laris di negeri sakura namun ironisnya kurang begitu laku di Eropa karena kalah bersaing dengan Honda dan Ford. Perlu diketahui, mobil hybrid ini sempat menjadi jagoan Toyota dalam Tokyo Motor Show 1995.<em> </em></p>
<p align="center"><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image040.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-1300" title="image040" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/image040.jpg" alt="image040" width="370" height="247" /></a></p>
<p align="center">Penulis bersama <em>Car of The Year Japan 2009</em>: Toyota Prius</p>
<p align="center">
<p style="text-align: left;"><em>(habis)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/12/dari-tokyo-motor-show-2009-22/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip dan Implementasi 5S</title>
		<link>http://www.infometrik.com/2009/12/prinsip-dan-implementasi-5s/</link>
		<comments>http://www.infometrik.com/2009/12/prinsip-dan-implementasi-5s/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 22:13:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wawan Setyawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Industri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.infometrik.com/?p=1281</guid>
		<description><![CDATA[Kosa kata “5S” sangat sering kita dengar hamper dalam keseharian kita, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai karyawan industri manufaktur. Secara harfiah “5S” berasal dari 5 kata dalam bahasa jepang yaitu, Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, dan Shitsuke. Jika kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia ia akan menjadi Pemilahan, Penataan, Pembersihan, Pembiasaan, Pendisiplinan. Sehingga dalam beberapa pabrik, kosa kata 5S ini sudah diubah menjadi “5P” atau dalam konteks lain ia berubah menjadi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) walaupun untuk yang terakhir ini terkesan sedikit memaksa, tetapi masih memiliki semangat yang sama dengan 5S.
Secara umum orang mengenal 5S sebagai sebuah cara atau filosofi kebersihan ala orang jepang, namun sesungguhnya tidaklah demikian, 5S bukanlah sekedar cara untuk bersih-bersih pabrik atau area kerja, namun 5S merupakan cara me-manage, cara mengelola area kerja kita baik dari pola kerja yang efisien dan efektif, pola melakukan perbaikan terus-menerus dengan mengikis segala bentuk pemborosan, memperbaiki alur kerja, serta memangkas proses-proses yang tidak perlu dan tidak rasional, selain itu 5S juga mengajarkan kepada kita tentang pola kedisiplinan yang tidak pernah mengenal lelah apalagi <ahref="http://www.infometrik.com/2009/12/prinsip-dan-implementasi-5s/">...selengkapnya</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/5S.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1284" title="5S" src="http://www.infometrik.com/wp-content/uploads/2009/12/5S-150x150.jpg" alt="5S" width="150" height="150" /></a>Kosa kata “5S” sangat sering kita dengar hamper dalam keseharian kita, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai karyawan industri manufaktur. Secara harfiah “5S” berasal dari 5 kata dalam bahasa jepang yaitu, <em>Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, dan Shitsuke</em>. Jika kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia ia akan menjadi <strong><em>Pemilahan, Penataan, Pembersihan, Pembiasaan, Pendisiplinan</em></strong>. Sehingga dalam beberapa pabrik, kosa kata 5S ini sudah diubah menjadi “5P” atau dalam konteks lain ia berubah menjadi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) walaupun untuk yang terakhir ini terkesan sedikit memaksa, tetapi masih memiliki semangat yang sama dengan 5S.</p>
<p>Secara umum orang mengenal 5S sebagai sebuah cara atau filosofi kebersihan ala orang jepang, namun sesungguhnya tidaklah demikian, 5S bukanlah sekedar cara untuk bersih-bersih pabrik atau area kerja, namun 5S merupakan cara me-<em>manage,</em> cara mengelola area kerja kita baik dari pola kerja yang efisien dan efektif, pola melakukan perbaikan terus-menerus dengan mengikis segala bentuk pemborosan, memperbaiki alur kerja, serta memangkas proses-proses yang tidak perlu dan tidak rasional, selain itu 5S juga mengajarkan kepada kita tentang pola kedisiplinan yang tidak pernah mengenal lelah apalagi menyerah.</p>
<p>Kata kunci dalam pelaksanaan 5S dan sekaligus target sasaran 5S adalah perubahan moralitas kerja ketika kita berada diarea kerja kita, keselamatan kerja, dan efisiensi dalam setiap hal pekerjaan yang kita lakukan. Sebab dengan pelaksanaan 5S, kita bisa dengan mudah melihat perbedaan setiap jenis barang di tempat dan lokasi yang berbeda pula, lebih mudah mengakses dan menemukan sesuatu yang kita cari karena petunjuk lokasi dan tempat yang sudah jelas, lebih hemat waktu dalam mengerjakan sesuatu hal karena petunjuk yang jelas dan standar kerja yang sudah baku disesuaikan dengan kebutuhan kerja, lebih merasa aman dan nyaman dalam bekerja karena semua karyawan telah melakukan hal yang sama dan standar.</p>
<p>Untuk itu, marilah –secara singkat– kita kaji satu persatu dari 5 kata S diatas</p>
<p><strong>Seiri (</strong><strong>整理</strong><strong>), Pemilahan</strong></p>
<p>Pastikan setiap barang yang berbeda jenis dan keperluannya terpisah. Tidak mencampurkan jenis produk yang sama dalam satu keranjang atau karton box yang sama sebab hal ini berpotensi terkirim sampai ke pelanggan. Pisahkan pula produk yang dinyatakan “OK” dengan produk yang dinyatakan “NG” demikian juga dengan produk yang belum diperiksa, semuanya harus benar-benar jelas memiliki tanda dan terpisah. Pasikan <em>tools</em>, alat-alat yang bisasa digunakan untuk bekerja tidak tercampur dengan alat-alat yang sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi.</p>
<p><strong>Seiton(</strong><strong>整頓), </strong><strong>Penataan</strong></p>
<p>Setelah kita memilah barang yang berbeda jenis, berbeda keperluannya, dan berbeda tujuan, maka langkah berikutnya adalah <strong>menata</strong> setiap barang tersebut dengan pemberian identitas yang jelas agar benar-benar tidak ter<em>campur</em>, menatanya dengan pola penyimpanan yang rapi, dari warna box yang dibedakan, misalnya warna biru untuk box produk “OK” warna merah untuk produk “NG” dan warna kuning untuk produk yang belum diperiksa. Atau kita tata alat ukur yang biasa digunakan di lapangan produksi dengan gelang berwarna untuk setiap periode kalibrasi yang kita tetapkan, misalnya gelang kuning untuk alat ukur yang sudah dikalibrasi pada periode semester genap dan gelang warna hijau untuk alat ukur yang dikalibrasi pada periode semester ganjil. Jika masa kerja kita telah memasuki semester ganjil sementara masih ada alat ukur yang menggunakan gelang warna kuning, maka hal ini dengan mudah bisa dideteksi dan segera dilakukan perbaikan dengan melakukan kalibrasi atas alat ukur tersebut.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Seisou (清掃),</strong> <strong>Pembersihan</strong></p>
<p>Aktifitas bersih-bersih bukanlah merupakan aktifitas khusus dalam pekerjaan kita, melainkan menyatu dengan keseharian jadwal kerja. Dengan seisou, kita pastikan bahwa area kerja kita tetap bersih setelah pekerjaan selesai sama seperti ketika memulai pekerjaan, hal ini bertujuan agar jika terjadi kesalahan atau hal-hal aneh selama bekerja bisa terdeteksi pada saat akhir bekerja, misalnya setiap selesai bekerja semua tools dikembalikan ke kotaknya dan dibersihkan dari kotoran jika ditemukan tools yang sudah rompal dan tidak bisa digunakan, maka dengan segera kita tahu bahwa tools yang dimaksud harus diganti. Selanjutnya perlu segera dilakukan order untuk penjagaan level stock. Dalam hal lain, kita bersihkan meja kerja kita setiap selesai pekerjaan, mengembalikan file-file yang digunakan kepada tempatnya dimana kita pertama kali mengambil. Merapikan meja kerja dan sekelilingnya dari kerja dari dokumen-dokumen yang berceceran dan sampah-sampah lain lalu membuang sampah ke tongsampah dan menyimpan dokumen pada tray dokumen sesuai kebutuhannya. Kegiatan ini menyatu dalam keseharian jadwal kerja kita kapanpun dan dimanapun. Jika hal ini dilakukan maka dengan mudah kita bisa menemukan dokumen yang kita perlukan karena tinggal mengambil di tempat yang sudah ditetapkan bersama, demikian pula halnya dengan tools yang kita butuhkan akan selalu pasti tersedia dalam level stock yang aman untuk digunakan dan dalam kondisi yang bisa pakai. Dalam keseharian <em>habits</em> orang jepang sering kita dengar istilah <em>junbi </em>(Ed: jumbi: persiapan) dan <em>katazuke</em> (rapi-rapi) setiap mereka selesai bekerja, hal ini tidak lain adalah proses seisou yang telah menjadi karakter pribadi setiap orang jepang. Dalam kondisi normal, mereka tidak akan mungkin meninggalkan meja kerjanya berantakan tanpa berusaha melakukan <em>katazuke</em> sebelum meninggalkan tempat kerjanya</p>
<p><strong>Seiketsu (</strong><strong>清潔), </strong><strong>Pembiasaan</strong></p>
<p>Istilah seisou ini sering kali diterjemahkan sebagai pembiasaan walaupun maknanya lebih dekat pada <strong>Standarisasi</strong>. Bahwa setiap kita dituntut untuk melaksankan 3S diatas dalam proses sehari-hari, bukan lagi sebagai aktifitas dadakan yang menyita waktu dan energy apalagi sebagai sebuah project yang bernilai sangat mahal tetapi tidak memberikan dampak berarti dalam pekerjaan kita. Rangkaian aktifitas 3S dilaksanakan dengan konsisten dalam keseharian kerja kita, dilaksanakan oleh semua orang tanpa kecuali sebagai sebuah standar baku yang menyatu dengan pekerjaan inti.</p>
<p><strong>Shitsuke (</strong><strong>躾), </strong><strong>Pendisiplinan </strong></p>
<p>Ini adalah fase terakhir dari rangkaian “Pilah-Tata-Bersihkan-Biasakan”. Penetapan pendisiplinan diri merujuk pada proses panjang yang berkelanjutan, proses pemeliharaan 3S dan standarisasi (S ke-4) dalam rentang waktu yang lama dan terus-menerus. Sejak pelaksanaan 4S berjalan baik, akan muncul permasalah berikutnya dimana 4S ini apakah dijalankan terus menerus dan menjadi <em>habits</em> orang-orang dilingkungan kerja kita atau tidak? Maka <em>Seiketsu</em> sebagai S ke-5 menjadi penyempurna dari 4S sebelumnya. Pada konsep pendisiplinan ini idharapkan pula bukan sekedar mempertahankan kondisi yang ada tetap rapih, bersih, dan standar saja melainkan perlu ada perbaikan berkelanjutan tanpa perbah berhenti berinovasi. Sebab hanya dengan cara itulah perusahaan dapat mempertahankan kondisinya untuk tetap survive ditengah era persaingan global saat ini. Konsep perbaikan berkelanjutan ini pula sejalan dengan prinsip ke -6 pada konsep Manajemen ISO 9001:2008</p>
<p>Demikianlah sekilas tentang prinsip-prinsip 5S. Sepintas terlihat begitu simple, namun bila kita laksanakan dalam keseharian pekerjaan kita, baik dalam lingkungan kantor maupun area kerja produksi maka ia akan mampu meningkatkan produktifitas dan effisiensi dalam setiap aktifitas yang kita lakukan. Sebagai gambaran bagaimana jika kita tidak melaksanakan 5S dalam keseharian kita, simaklah beberapa fakta berikut berikut :</p>
<p>1.     Group produksi machining tiba-tiba tidak bisa menjalankan proses produksinya sebab semua <em>insert cutter </em>yang ada di kotak tools adalah bor bekas yang tidak bisa digunakan lagi. Hal ini terjadi karena foreman group machining tidak terbiasa memisahkan <em>insert cutter</em> yang sudah rusak dengan <em>insert cutter</em> baru yang masih bisa digunakan melainkan menyimpannya bersama-sama dalam satu kotak. Hal ini berdampak tidak diketahuinya secara pasti jumlah <em>insert cutter</em> yang masih digunakan dan yang rusak dalam sebulan pemakaian. Karena kelalaian ini, pihak akunting pun tidak bisa memberikan laporan pembiayaan produksi secara pasti karena tidak diketahuinya berapa jumlah tools yang habis dipakai pada bulan yang bersangkutan. Sebagai dampak tidak bisa berjalannya proses produksi di group machining, maka pengiriman ke pelanggan tidak bisa dilakukan dan departemen <em>Planning</em> terpaksa merevisi rencana kerjanya. Disisi lain akibat tidak bisa mengirim ke pelanggan, terjadi <em>stop line</em> di pabrik pelanggan, sebagai konsekuensinya departemen marketing dikabari akan adanya pemotongan order untuk bulan berikutnya dan sejumlah finalti yang harus dibayar perusahaan akibat kerugian pelanggan karena <em>stop line.</em></p>
<p>2.     Sebagai sekretaris direktur, Ani terbiasa menyimpan dokumen-dokumen kerja pada tempat yang sudah ia tetapkan dan diketahui oleh atasannya sehingga jika suatu hari Ani berhalangan masuk, sang direktur tahu dimana ia harus mengambil dokumen kerja yang ia butuhkan. Hingga suatu hari Ani digantikan oleh sekretaris baru yang memiliki kebiasaan sangat berbeda, sebutlah Yetty. Yetty merasa cara Ani memilah-milah dokumen dan menyimpannya pada otner berbeda adalah sebuah pemborosan karena setiap otner hanya berisi beberapa lembar dokumen saja sehingga ia rasa sayang jika otner itu dibiarkan kosong demikian. Oleh sebab itu Yetty menyimpan dokumen-dokumen kerja dengan cara digabung dalam satu otner dengan maksud “agar lebih simple dan hemat”. Suatu hari sang direktur meminta Yetty dokumen kontrak tender dengan perusahaan pelanggan yang pernah ia tanda tangani seminggu sebelumnya dalam keadaan <em>urgent</em> karena ia harus segera pergi ke tempat pelanggan untuk mendiskusikan aspek teknis dan detail kontraknya. Sudah hampir 30 menit Yetty membolak-balikkan otner dokumennya dan ia belum juga menemukan dokumen yang dimaksud sebab sesungguhnya Yetty lupa dibagian mana ia menyimpan dokumen tersebut. Hingga akhirnya sang direktur pun marah dan merasa malu kepada pelanggannya karena tidak mungkin ia dapat memenuhi undangan <em>meeting</em> tepat waktu</p>
<p>Dua contoh diatas adalah fakta yang boleh jadi berpotensi terjadi di lingkungan kerja kita. Untuk menghindari hal ini, ada baiknya konsep 5S ini segera kita implementasikan.</p>
<p>Sebagai ringkasan dari diskusi kita, berikut adalah tabel yang mungkin bisa difahami dengan mudah dan bisa menjadi <em>banner</em> di tempat kita bekerja baik di office maupun di lapangan produksi.</p>
<table style="width: 640px; height: 476px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr style="background-color: #99ffff;">
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center"><strong>日本語</strong></p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center"><strong>INDONESIA</strong></p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center"><strong>PENGERTIAN</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">整理<br />
SEIRI</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">PEMILAHAN</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">PILAH yang diperlukan dengan yang tidak   diperlukan<br />
PILAH barang yang OK (Bisa Pakai) dengan NG (Tidak bisa pakai)<br />
PILAH setiap barang yang berbeda jenisnya</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">整頓<br />
SEITON</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">PENATAAN</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">TATA setiap barang agar mudah dicari<br />
TATA setiap barang sesuai keperluannya<br />
TATA setiap barang agar indah dilihat</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">清掃<br />
SEISOU</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">PEMBERSIHAN</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p style="text-align: left;">BERSIH-kan tempat kerjamu agar jika ada   hal aneh mudah dideteksi<br />
BERSIH-kan setiap barang agar selalu terawat<br />
BERSIH-kan sekelilingmu agar tetap BERSIH</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">清潔<br />
SEIKETSU</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">PEMBIASAAN</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">BIASA-kan dirimu bekerja sesuai STANDAR<br />
BIASA berlaku benar adalah STANDAR<br />
BIASA berbuat sesuai STANDAR adalah BENAR</td>
</tr>
<tr>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">躾<br />
SHITSUKE</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">
<p align="center">PENDISIPLINAN</p>
</td>
<td style="border: 1px solid #372e32; width: 97px;" align="left" valign="middle">DISIPLIN-kan Kebiasaan 3S pada   keseharianmu<br />
DISIPLIN-kan Kebiasaan baik agar menjadi KARAKTER<br />
DISIPLIN-kan Berperilaku sesuai Standard</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="left">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.infometrik.com/2009/12/prinsip-dan-implementasi-5s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
