Home » Archive

Tulisan dalam kategori: Selingan

Featured, Headline, Motivasi, Selingan, Teknologi Industri »

[15 Apr 2014 | No Comment | 484 views]

Jika kita pernah naik kereta listrik atau bus di Jepang, sering kita jumpai adanya kursi prioritas, yang dalam bahasa aslinya disebut yuusenseki. Kursi prioritas ini adalah tempat duduk yang diperuntukkan untuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Empat golongan yang diprioritaskan untuk duduk di tempat itu adalah: orang cacat, ibu hamil, penderita sakit, dan para lansia. Dalam kenyatannya sehari-hari, terkadang kursi ini dipakai pula oleh mereka yang sehat. Namun sudah umum terjadi, jika di dalam alat transportasi tersebut terdapat penumpang yang berhak atas kursi itu, maka secara otomatis si sehat akan berdiri dan melungsurkan kursi prioritasnya. Layaknya sebuah norma, aturan ini mengakar meskipun penerapaannya tidaklah harus melalui jalur penegakan hukum yang keras. Rasa malu akan menghinggapi jiwa mereka, ketika mendapati penumpang berketerbatasan fisik, sementara mereka duduk manis di kursi prioritas. Adakah rasa malu yang sama juga hadir di hati kita, orang Indonesia?

Tak hanya itu, bersitan rasa malu ...selengkapnya

Motivasi, Selingan »

[7 Nov 2009 | 9 Comments | 1,954 views]

Alkisah seorang pemuda gagah dan berani bekerja pada seorang majikan yang memiliki banyak sekali hutan kayu keras.

Suatu hari sang pemuda yang tadinya bekerja di bagian pengolahan dipindah pada bagian penebangan oleh majikannya dan ia dijanjikan bonus besar jika ia mampu menunjukkan prestasi kerja yang gemilang.

Dengan berbekal sebuah kapak baru, lebar dan bagus maka mulailah ia menebang… satu.. dua.. tiga.. pohon dia tumbangkan dari pagi, hingga sampailah waktunya matahari mulai bergeser ke arah barat menuju peraduannya tanda hari akan berganti malam.

Si pemuda pun pulang dengan hasil tebangan pohon yang sangat memuaskan, hari itu ia dapat menebang 10 pohon dan ini adalah prestasi yang sangat luar biasa. Dengan bangga ia laporkan hasilnya ke majikannya. Sang majikanpun bangga dan memuji kerja keras si pemuda.

Keesokan harinya, kembali si pemuda turun ke hutan dan kembali menebang dengan semangat yang lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih baik pula. Namun,.. ketika hari sudah mulai sore ia dapati hasil tebangannya tidak lebih baik dari kemarin, ia hanya mampu menumbangkan 8 pohon saja.

Hari-hari berikutnya ia kembali menebang pohon.. dan kembali pula ia ...selengkapnya

Motivasi, Selingan »

[29 Oct 2009 | 5 Comments | 617 views]

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.  Namun, apa yang terjadi bila ia dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Apa sebenarnya yang terjadi? Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri. Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini.” Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak membentur. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, “Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!”

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak. Kehidupannya ...selengkapnya

Featured, Selingan »

[26 Aug 2009 | No Comment | 312 views]

Genderang ditabuh menandai dimulainya perang kecanggihan antar robot dalam final ABU Asia Pacific Robot Contest Tokyo 22 Agustus 2009. Bertempat di Gymnasium of the Metropolitan Komazawa Olympic Park General Sports Ground Tokyo kreatifitas dalam berkreasi membuat robot dalam balutan tema “Travel Together for the Victory Drums”-pun diadu. Ajang ini adalah even yang diselenggarakan tiap tahun oleh Asia-Pacific Broadcasting Union (beranggotakan 118 broadcast dari 53 negara dan regional), yang mempertemukan wakil-wakil terbaik dari pemenang kontes robot nasional di masing-masing negara di kawasan Asia Pasifik. Indonesia sebagai salah satu kontestan dalam ajang ini mengirimkan wakilnya dari Politeknik Negeri Surabaya yang digawangi oleh Bayu Prasetyo, Bayu Sandhimarta, dan Moh. Hisyam Fithrony. Tim ini adalah pemenang pertama Kontes Robot Indonesia 2009.

Tim yang mengikuti ajang final Robocon di Jepang untuk tahun ini terdiri dari para perwakilan dari  19 negara. Jepang sebagai tuan rumah mendapatkan jatah dua tim yaitu dari Kanazawa Institute of Technology dan Toyohashi University of Technology, yang merupakan juara dan runner up kontes robot di Jepang, sehingga total jumlah yang mengikuti ajang final sebanyak 20 tim. ...selengkapnya

Selingan »

[8 Aug 2009 | 7 Comments | 785 views]

“Legend has no legend”.

Hamada  Motohiko, engineer kunci pengembangan mobil sedan mewah Honda, Legend, berkunjung ke markas General Motors (GM) di Detroit pada tahun 1986. Sang insinyur sangat terkejut dan malu ketika disambut dengan kalimat setengah bergurau, “Legend has no legend” oleh Warren D. Hirschfield penanggung jawab sedan andalan GM, Cadillac.  Maksudnya, Honda Legend belum memiliki sejarah yang melegenda dan oleh karenanya tidak terlalu mengkhawatirkan bagi GM. Memang saat itu GM sedang berada di jalan tol, dan dalam keadaan top speed.

23 tahun kemudian, sang raksasa dan simbol Amerika kolaps. Legenda yang mereka bangun selama lebih dari seratus tahun seakan tak berarti diterpa badai krisis ekonomi. GM akhirnyamenyatakan diri bangkrut dan diambil alih oleh pemerintah federal setelah selama sepuluh tahun terakhir berjuang keras menahan serbuan dua pabrikan utama Jepang, Toyota dan Honda di tanah air mereka sendiri.

Hamada mengakui, saat “Legend has no legend” diucapkan Hirschfield, Cadillac memang di atas Legend. Baik dari segi teknologi, maupun prestise. Hamada mengatakan, “Cadillac memiliki tradisi dan legenda, yang belum dimiliki Legend”. Bahkan Hamada mengakui pula ...selengkapnya