Teknologi Industri

Prinsip Dasar ISO 9001:2008

12 August 2009 30,650 views penulis: Wawan Setyawan Print This Post Print This Post

PENDAHULUAN

Ketika kita mendengar kata ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu, refleks ingatan kita terfokus pada setumpuk dokumen dan sebundel tugas yang bersifat paper work, bekerja menghabiskan waktu dibelakang meja sambil tak henti-hentinya meng-update data-data lapangan dan menginputnya ke dalam table-tabel excel yang membuat anda bosan, dan malas melanjutkan.

Begitulah gambaran yang selama ini ada dibenak kebanyakan praktisi pabrik, namun sesungguhnya benarkah anggapan itu ? atau hanya karena kesalahan persepsi orang saja ?

Baiklah, dalam catatan ringan ini saya akan mencoba sedikit mengurai benang kusut persepsi kita tentang ISO 9001, semoga bisa memberikan gambaran yang ringkas agar semangat implementasi ISO 9001 bisa sejalan dengan apa yang diinginkan standard ini.

DEFINISI DAN SEJARAH ISO 9001:2008

Infometrik_ISO

Ilustrasi

ISO berasal dari kata Yunani ISOS yang berarti sama, kata ISO bukan diambil dari singkatan nama sebuah organisasi walau banyak orang awam mengira ISO berasal dari International Standard of Organization, sama sekali BUKAN. ISO 9001 merupakan standard international yang mengatur tentang sistem management Mutu (Quality Management System), oleh karena itu seringkali disebut sebagai “ISO 9001, QMS” adapun tulisan 2008 menunjukkan tahun revisi, maka ISO 9001:2008 adalah system manajemen mutu ISO 9001 hasil revisi tahun 2008. Pertanyaan berikut yang muncul, apakah ISO sering mengalami revisi ? jawabnya : YA. Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, terutama semakin luasnya dunia usaha, maka kebutuhan akan pengelolaan system manajemen mutu semakin dirasa perlu dan mendesak untuk diterapkan pada berbagai scope industry yang semakin hari semakin beragam. Versi 2008 ini adalah versi terbaru yang diterbitkan pada Desember 2008 lalu.

Organisasi pengelola standard international ini adalah International Organization for Standardization yang bermarkas di Geneva – Swiss, didirikan pada 23 February 1947, kini beranggotakan lebih dari 147 negara yang mana setiap negara diwakili oleh badan standardisasi nasional (Indonesia diwakili oleh KAN)

Marilah kita setback sebentar pada bagaimana sejarah ISO 9001 ada hingga revisi terakhir tahun 2008.

Sejarah ISO dimulai dari dunia militer sejak masa perang dunia II. Pada tahun 1943, pasukan inggris membutuhkan sekali banyak amunisi untuk perang sehingga untuk kebutuhan ini dibutuhkan banyak sekali supplier. Sebagai konsekuensinya, maka demi kebutuhan standarisasi kualitas, mereka merasa perlu untuk menetapkan standar seleksi supplier. Selanjutnya, 20 tahun kemudian perkembangan standarisasi ini menjadi semakin dibutuhkan hingga pada tahun 1963, departemen pertahanan Amerika mengeluarkan standar untuk kebutuhan militer yaitu MIL-Q-9858A sebagai bagian dari MIL-STD series.  Kemudian standar ini diadopsi oleh NATO menjadi AQAP-1 (Allied Quality Assurance Publication-1) dan diadopsi oleh militer Inggris sebagai DEF/STAN 05-8.

Seiring dengan kebutuhan implementasi yang semakin  kompleks, maka DEF/STAN 05-8 dikembangkan menjadi BS-5750 pada tahun 1979. Atas usulan American National Standard Institute kepada Inggris, maka pada tahun 1987 melalui International Organization for Standardization, standard BS-5750 diadopsi sebagai sebuah international standard yang kemudian dinamai ISO 9000:1987. Ada 3 versi pilihan implementasi pada versi 1987 ini yaitu yang menekankan pada aspek Quality Assurance, aspek QA and Production dan Quality Assurance for Testing. Concern utamanya adalah inspection product  di akhir sebuah proses (dikenal dengan final inspection) dan kepatuhan pada aturan system procedure yang harus dipenuhi secara menyeluruh.

Pada perkembangan berikutnya, ditahun 1994, karena kebutuhan guaranty quality bukan hanya pada aspek final inspection, tetapi lebih jauh ditekankan perlunya proses preventive action untuk menghindari kesalahan pada proses yang menyebabkan ketidak sesuaian pada produk. Namun demikian versi 1994 ini masih menganut system procedure yang kaku dan cenderung document centre dibanding kebutuhan organisasi yang disesuaikan dengan proses internal organisasi. Pada ISO 9000:1994 dikenal 3 versi, yaitu 9001 tentang design, 9002 tentang proses produksi, dan 9003 tentang services.

Versi 1994 lebih fokus pada proses manufacturing dan sangat sulit diaplikasikan pada organisasi bisnis kecil karena banyaknya procedure yang harus dipenuhi (sedikitnya ada 20 klausa yang semuanya wajib di dokumentasikan menjadi procedure organisasi). Karena ketebatasan inilah, maka technical committee melakukan review atas standard yang ada hingga akhirnya lahirlah revisi ISO 9001:2000 yang merupakan penggabungan dari ISO 9001, 9002, dan 9003 versi 1994.

Pada versi tahun 2000, tidak lagi dikenal 20 klausa wajib, tetapi lebih pada proses business yang terjadi dalam organisasi. Sehingga organisasi sekecil apapun bisa mengimplementasi system ISO 9001:2000 dengan berbagai pengecualian pada proses bisnisnya. Maka dikenallah istilah BPM atau Business Process Mapping, setiap organisasi harus memertakan proses bisnisnya dan menjadikannya bagian utama dalam quality manual perusahaan, walau demikian ISO 9001:2000 masih mewajibkan 6  procedure yang harus terdokumentasi, yaitu procedure control of document, control of record, Control of Non conforming Product, Internal Audit, Corrective Action, dan Preventive Action, yang semuanya bisa dipenuhi oleh organisasi bisnis manapun.

Pada perkembangan berikutnya, versi 2008 lahir sebagai bentuk penyempurnaan atas revisi tahun 2000. Adapun perbedaan antara versi 2000 dengan 2008 secara significant lebih menekankan pada effectivitas proses yang dilaksanakan dalam organisasi tersebut. Jika pada versi 2000 mengatakan harus dilakukan corrective dan preventive action, maka versi 2008 menetapkan bahwa proses corrective dan preventive action yang dilakukan harus secara effective berdampak positif pada perubahan proses yang terjadi dalam organisasi. Selain itu, penekanan pada control proses outsourcing menjadi bagian yang disoroti dalam versi terbaru ISO 9001 ini.

8 PRINSIP MANAJEMEN

Seperti dijelaskan diatas bahwa ISO 9001 versi 2000 dan versi 2008 lebih mengedepankan pada pola proses bisnis yang terjadi dalam organisasi perusahaan sehingga hamper semua jenis usaha bisa mengimplementasi system management mutu ISO 9001 ini.

System ISO 9001:2008 focus pada effectifitas proses continual improvement dengan pilar utama pola berpikir PDCA, dimana dalam setiap process senantiasa melakukan perencanaan yang matang, implementasi yang terukur dengan jelas, dilakukan evaluasi dan analisis data yang akurat serta tindakan perbaikan yang sesuai dan monitoring pelaksanaannya agar benar-benar bisa menuntaskan masalah yang terjadi di organisasi.

Pilar berikutnya yang digunakan demi menyukseskan proses implementasi ISO 9001 ini, maka ditetapkanlah Delapan prinsip manajemen mutu yang bertujuan untuk mengimprovisasi kinerja system agar proses yang berlangsung sesuai dengan focus utama yaitu effectivitas continual improvement, 8 prinsip manajemen yang dimaksud adalah :

1)      Customer Focus : Semua aktifitas perencanaan dan implementasi system semata-mata untuk memuaskan customer.

2)     Leadership : Top Management berfungsi sebagai Leader dalam mengawal implementasi System bahwa semua gerak organisasi selalu terkontrol dalam satu komando dengan commitment yang sama dan gerak yang synergy pada setiap elemen organisasi

3)     Keterlibatan semua orang : Semua element dalam organisasi terlibat dan concern dalam implementasi system management mutu sesuai fungsi kerjanya masing-masing, bahkan hingga office boy sekalipun hendaknya senantiasa melakukan yang terbaik dan membuktikan kinerjanya layak serta berqualitas, pada fungsinya sebagai office boy.

4)     Pendekatan Proses : Aktifitas implementasi system selalu mengikuti alur proses yang terjadi dalam organisasi. Pendekatan pengelolaan proses dipetakan melalui business process. Dengan demikian, pemborosan karena proses yang tidak perlu bisa dihindari atau sebaliknya, ada proses yang tidak terlaksana karena pelaksanaan yang tidak sesuai dengan flow process itu sendiri yang berdampak pada hilangnya kepercayaan pelanggan

5)     Pendekatan System ke Management : Implementasi system mengedepankan pendekatan pada cara pengelolaan (management) proses bukan sekedar menghilangkan masalah yang terjadi. Karena itu konsep kaizen, continual improvement sangat ditekankan. Pola pengelolaannya bertujuan memperbaiki cara dalam menghilangkan akar (penyebab) masalah dan melakukan improvement untuk menghilangkan potensi masalah.

6)     Perbaikan berkelanjutan : Improvement, adalah roh implementasi ISO 9001:2008

7)     Pendekatan Fakta sebagai Dasar Pengambilan Keputusan : Setiap keputusan dalam implementasi system selalu didasarkan pada fakta dan data. Tidak ada data (bukti implementasi) sama dengan tidak dilaksanakannya system ISO 9001:2008

8)     Kerjasama yang saling menguntungkan dengan pemasok : Supplier bukanlah Pembantu, tetapi mitra usaha, business partner karena itu harus terjadi pola hubungan saling menguntungkan.

Dengan 8 pilar ini diharapkan pelaksanaan ISO 9001:2008 benar-benar menjadi sangat productive dan effective untuk meningkatkan kinerja perusahaan dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan.

References :

  1. ISO 9001:2008 Awareness & Implementation, SGS, March 2009
  2. ISO 9001:2008 an International Standard for Quality Management System
  3. Nurul Diana Novania, Modul Kuliah Pengendalian Mutu, Universitas Mercu Buana


Daftarkan di social page berikut (klik untuk submit):



20 Comments »

  • Damoza said:

    ada data diri mengenai pak Wawan ga yaa? atau ada email japri nya?

    thanks,

  • Wawan said:

    Dear pak Damoza

    Saya Wawan pak, silahkan japri ke wawan98982@gmail.com

    Terima kasih,

    Wawan

  • Hoseaz said:

    makasih,materi ini bisa untuk materi pembelajaran tentang manajemen uji mutu di SMK saya..

  • Wawan said:

    Silahkan pak Hose, semoga bermanfaat

  • Handoko said:

    Artikel yang sangat membantu, kalo berkenan saya mau belajar banyak dengan bapak… boleh contac via email ya pak?

  • cipra said:

    pak wawan…saya lagi bikin tesis tentang penerapan ISO 9001:2008 di rumah sakit..tulisan ini sangat membantu…makasih ya pak ^^

  • jastima said:

    pak indonesia urutan keberapa mendapatkan ISO 9001 pada tahun 2008?

  • bayu said:

    terimaksih pa … menambah pengetahuan saya ..

  • ::: SMAN 3 Unggulan Kayuagung - OKI Sumatera Selatan ::: said:

    [...] Organisasi pengelola standard international ini adalah International Organization for Standardization yang bermarkas di Geneva – Swiss, didirikan pada 23 February 1947, kini beranggotakan lebih dari 147 negara yang mana setiap negara diwakili oleh badan standardisasi nasional (Indonesia diwakili oleh KAN). (Infometrik) [...]

  • Wawan said:

    Pak Handoko :
    Silahkan pak contact saya di wawan.izumi@yahoo.com atau di wawan98982@gmail.com
    Mbak Cipra : Dengan senang hati, semoga bermanfaat
    Bapak/Ibu Jastima : Mohon maaf saya kurang mengerti pertanyaannya. hehehe.. tapi ini kan bukan tanding bola pak, jadi urutan keberapa ya ? :D
    Bayu : Alhamdulillah, semoga bermanfaat
    SMAN 3Unggulan OKI : Alhamdulillah, semoga semakin sukses dan semakin unggul untuk melahirkan kader-kader yang unggul dan pilihan.

  • Dea said:

    Yth. Pak Wawan

    Terima kasih atas tulisan tentang ISO 9001 nya sangat membantu sekali. Namun ada yang ingin saya konfirmasikan.
    1. ISO 9001, setahu saya untuk semua standar di dunia memiliki tata kode dan penomoran masing-masing. Untuk standar yang dikeluarkan ISO (sesuai dengan ISO Guide) memang menggunakan kode ISO didepan diikuti nomor unik dan tahun terbit, adapun judul dari ISO 9001 adalah tentang persyaratan quality management system . ISO 14001 tentang SMML (sistem mutu manajemen lingkungan dan sebagainya.

    2. Setiap negara memang dapat menjadi negara anggota ISO yang statusnya dapat sebagai P (participate) atau hanya O(Observer), ada tata cara tersendiri. Kemudian Indonesia bukan diwakili oleh Komite Akreditasi NAsional (KAN) namun oleh BSN (Badan Standardisasi NAsional) yang mengeluarkan SNI sebagai standar nasional indonesia, ataupun SNI ISO (SNI yang mengadopsi identik dari ISO) seperti ISO 9001 dan lainnya. KAN hanya bertugas membantu BSN dalam melakukan tugasnya terkait dengan akreditasi, sehingga KAN adalah wakil Indonesia di ILAC atau pun IAF. Sedangkan BSN untuk ISO.

    Demikian disampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat.

    Salam,

    Dea Winiarti

  • Abner said:

    Pak,saya mau bertanya tentang.
    bagaimana alir dari iso 9001:2008 tentang Management mutu,

    Terimakasih sebelumnya.
    Salam
    Abner.

  • RefSoapof said:

    shoe lifts occasionally recognized as shoe lifts are shoe insoles that fit into any footwear but unlike regular insoles the heel portion is extra thick and this outcomes in a raising of the heel, giving the wearer an improve of height, the increase being dependant on how thick the heel area of the insert is
    shoe lifts

  • RefSoapof said:

    The gel adjustable lifts are produced in top quality silica gel and are aClearly shoe lifts excellent low cost choice, incorporating a gel heel cup and four additional silicone layers, enabling the user to add levels if and when needed
    shoe lifts

  • Agus Suhendi, SST said:

    Apakah setiap perubahan revisi itu wajib kita ikuti, semisal diawal perusahaan kami telah dapat cer ISO 9001:2000 setelah ada rev 2008 apakah wajib certifikasi ke ver 2008?

    TQ

    A. Suhendi

  • wawan said:

    Dear Pak Agus Suhendi,
    Benar pak, setiap Revisi harus re-certify…
    saat ini versi 2000 sudah tidak berlaku pak, sejak versi 2008 lahir, maka versi 2000 berakhir pada 2010.
    btw, bukankah setiap 3 tahun bapak juga harus renewal certifikat bapak ?

  • RefSoapof said:

    In most instances you will purchase shoe lifts insoles that are made for the size, but not all lifts are made using the same pattern

    http://www.staconsulting.com.au/index.php/member/4663/

  • pull-ups coupons said:

    Very good blog! Do you have any tips and hints for aspiring writers?
    I’m hoping to start my own blog soon but I’m a little lost on everything.
    Would you recommend starting with a free platform like Wordpress or go for a paid option?
    There are so many options out there that I’m totally overwhelmed .. Any recommendations? Thank you!

  • Savannah Parkes said:

    Howdy would you mind letting me know which webhost you’re utilizing? I’ve loaded your blog in 3 different internet browsers and I must say this blog loads a lot quicker then most. Can you recommend a good internet hosting provider at a reasonable price? Thanks, I appreciate it!Arlington Residential Commercial Roofing, 5902 Willow Branch, Arlington, TX 76017 – (817) 606-8773

  • Standar Iso 9001 Versi 2008 CD-DVD MATERI PRESENTASI | CD-DVD MATERI PRESENTASI said:

    [...] PDF File Name: Prinsip dasar iso 9001:2008 | infometrik | — situs Source: http://www.infometrik.com » DOWNLOAD « [...]

Tuliskan komentar anda!

You must be logged in to post a comment.