Home » Archive

Tulisan dalam kategori: Teknologi Industri

Featured, Headline, Manufaktur, Teknologi Industri »

[21 Aug 2015 | No Comment | 209 views]

Dewasa ini kualitas produk telah menjadi isu yang sangat merakyat terutama di negara-negara maju. Mekanisme pasar telah menjadikan kehendak pelanggan sebagai hakim dalam menentukan kualitas suatu barang. Definisi kualitas juga telah berubah dari sekedar memenuhi semua persyaratan teknis dan fungsi menjadi “memenuhi syarat fungsional plus memenuhi keinginan pemakai”. Khusus dalam hal yang berhubungan dengan keamanan, persyaratan kualitas saat ini sudah sangat ketat sampai pada level yang belum pernah dibayangkan dunia manufaktur dua atau tiga dekade sebelumnya.

Sepanjang paruh pertama tahun 2015,  dunia otomotif di Amerika dihangatkan dengan berita recall sekitar 4 juta unit mobil dan jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah sampai puluhan juta unit (1). Masalahnya ada pada kantung udara (airbag) yang gagal berfungsi sempurna saat tabrakan. Dari hasil penyelidikan awal dicurigai 5 orang tewas terkait masalah ini. Walaupun masih dalam taraf penyelidikan  pabrikan besar tidak mau mempertaruhkan kredibilitas jika sampai ada korban jiwa lebih banyak lagi, sebab itu diputuskan recall semua unit yang memakai airbag jenis yang sama. Jumlahnya menjadi ...selengkapnya

Featured, Headline, Motivasi, Selingan, Teknologi Industri »

[15 Apr 2014 | No Comment | 484 views]

Jika kita pernah naik kereta listrik atau bus di Jepang, sering kita jumpai adanya kursi prioritas, yang dalam bahasa aslinya disebut yuusenseki. Kursi prioritas ini adalah tempat duduk yang diperuntukkan untuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Empat golongan yang diprioritaskan untuk duduk di tempat itu adalah: orang cacat, ibu hamil, penderita sakit, dan para lansia. Dalam kenyatannya sehari-hari, terkadang kursi ini dipakai pula oleh mereka yang sehat. Namun sudah umum terjadi, jika di dalam alat transportasi tersebut terdapat penumpang yang berhak atas kursi itu, maka secara otomatis si sehat akan berdiri dan melungsurkan kursi prioritasnya. Layaknya sebuah norma, aturan ini mengakar meskipun penerapaannya tidaklah harus melalui jalur penegakan hukum yang keras. Rasa malu akan menghinggapi jiwa mereka, ketika mendapati penumpang berketerbatasan fisik, sementara mereka duduk manis di kursi prioritas. Adakah rasa malu yang sama juga hadir di hati kita, orang Indonesia?

Tak hanya itu, bersitan rasa malu ...selengkapnya

Motivasi, Teknologi Industri »

[5 Dec 2009 | No Comment | 5,450 views]

Kosa kata “5S” sangat sering kita dengar hamper dalam keseharian kita, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai karyawan industri manufaktur. Secara harfiah “5S” berasal dari 5 kata dalam bahasa jepang yaitu, Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, dan Shitsuke. Jika kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia ia akan menjadi Pemilahan, Penataan, Pembersihan, Pembiasaan, Pendisiplinan. Sehingga dalam beberapa pabrik, kosa kata 5S ini sudah diubah menjadi “5P” atau dalam konteks lain ia berubah menjadi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin) walaupun untuk yang terakhir ini terkesan sedikit memaksa, tetapi masih memiliki semangat yang sama dengan 5S.

Secara umum orang mengenal 5S sebagai sebuah cara atau filosofi kebersihan ala orang jepang, namun sesungguhnya tidaklah demikian, 5S bukanlah sekedar cara untuk bersih-bersih pabrik atau area kerja, namun 5S merupakan cara me-manage, cara mengelola area kerja kita baik dari pola kerja yang efisien dan efektif, pola melakukan perbaikan terus-menerus dengan mengikis segala bentuk pemborosan, memperbaiki alur kerja, serta memangkas proses-proses yang tidak perlu dan tidak rasional, selain itu 5S juga mengajarkan kepada kita tentang pola kedisiplinan yang tidak pernah mengenal lelah ...selengkapnya

Aplikasi Teknologi, Teknologi Industri »

[27 Oct 2009 | 2 Comments | 3,665 views]

Bagaimana sih isi dari ‘shippaigaku’ alias ilmu tentang kegagalan itu? Berikut ini adalah beberapa bagian dari isi buku 「失敗学のすすめ」 atau “Learning from Failure”.

Pendahuluan

Kegagalan selama ini selalu dianggap negatif. Pada umumnya manusia tidak ingin kegagalannya terbongkar dan diketahui orang lain. Namun di sisi lain orang-orang juga mengetahui ada manfaat juga dari kegagalan, sehingga dikenal pepatah “Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda” atau “Kegagalan adalah batu loncatan menuju kesuksesan”. Inti pentingnya adalah, ada kegagalan yang bermanfaat seandainya bisa dijadikan pelajaran, sebagai petunjuk menghadapi masalah di masa depan.

Teknologi Industri »

[5 Sep 2009 | 13 Comments | 13,001 views]

Kerapkali  pertanyaan serupa menggantung dalam benak setiap pemilik perusahaan kecil ataupun menengah ketika akan beranjak pada tahap sertifikasi ISO, terutama ISO 9001:2008 yang menjadi prasarat utama ketika bisnis mulai merambah pasar terbuka, karena rata-rata pasar menuntut implementasi system manajement mutu untuk semua supplier dan calon suppliernya. Tidak lain hal ini disebabkan tuntutan konsistensi level kualitas dan standar yang ditetapkan oleh para pelanggan atau OEM.

Wajar bila saat akan mengimplementasi sebuah sistem baru dalam ada kegamangan. Bisa kah? Apa mungkin kalau dilakukan sekarang? Perlu jasa konsultan dan berapa biayanya?  Dan masih banyak pertanyaan serupa yang mungkin muncul. Namun, lambat laun kegamangan tersebut sirna seiring dimulainya langkah-langkah implementasi serta proses sertifikasi dengan konsisten dan efektif.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses sertifikasi ISO 9001:2008. Secara umum adalah sebagai berikut :

  • Gap Analysis. Hal ini dilakukan sesaat setelah ISO 9001:2008 dicanangkan untuk mulai diimplementasikan. Tujuan dilakukan gap analisis adalah untuk melihat sejauh mana kesesuaian system yang sedang dijalankan dengan standar terkait yang harus dipenuhi.
  • Executive Briefing. Output dari Gap Analysis di atas dituangkan dalam sebuah laporan ringkas untuk menjadi ...selengkapnya
  • Teknologi Industri »

    [29 Aug 2009 | 6 Comments | 10,873 views]

    Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari kebutuhan berkomunikasi. Dalam setiap aktifitas pasti kita memerlukan kontak dengan orang lain.

    Dalam sistem manajemen ala jepang, dikenal istilah hourensou (報連相 dibaca: horenso). Dalam bahasa Jepang sendiri, hourensou artinya sayur bayam. Namun, terkait dengan manajemen, Ini adalah singkatan tiga frase : houkoku (報告), renraku (連絡), dan soudan (相談)  yang menjadi dasar pola komunikasi antar anggota dalam organisasi. Untuk mengenal lebih jauh prinsip ini, mari kita urai satu persatu.

    1. HOUKOKU

    Houkoku (baca: Ho-koku), berarti laporan atau melaporkan sesuatu. Houkoku dalam konteks yang kita bicarakan adalah pola hubungan seorang bawahan dalam melaporkan hasil kerjanya kepada atasan, bagaimana sebaiknya ia melaporkan hasil kerjanya, apa saja yang harus ia laporkan, dan kapan ?

    Pertanyaan ini kerap muncul di benak kita dan tidak selalu mudah untuk menjawabnya. Sering dalam sebuah organisasi -terutama industri manufaktur- munculnya sebuah masalah besar berawal dari kesalahan data pada laporan, atau kesalahan persepsi anak buah terhadap sesuatu yang ia anggap kecil dan remeh sehingga ia tidak melaporkan hal itu kepada atasannya, yang ...selengkapnya

    Teknologi Industri »

    [19 Aug 2009 | No Comment | 5,198 views]

    Istilah 3 Gen (baca : sang geng) adalah istilah Jepang untuk singkatan 3 frase : GENBA, GENBUTSU, dan GENJITSU (atau Genjyou). Istilah ini begitu melekat dalam hati setiap praktisi perusahaan manufaktur di Jepang dari mulai top management, president director, hingga clerk officer atau bahkan office boy. Semua terbiasa dengan pola kerja 3-GEN. Dalam bahasa Jepang, dikenal dengan istilah 3 genshuugi (baca: san-gen-syuugi), atau falsafah tiga “gen”.

    Mahluk apakah 3 GEN itu, marilah kita kaji satu persatu.

    1. GENBA

    Istilah GENBA (baca: gemba) berarti lapangan atau area kerja kita atau wilayah garapan (tanggung jawab) kita. Seorang manajer produksi sudah pasti wilayah kerjanya adalah departemen produksi yang di dalamnya dilakukan berbagai proses produksi sesuai dengan produk yang dihasilkannya dengan tujuan membuat produk sebanyak mungkin dengan mutu yang layak dan proses yang efisien. Demikian juga seorang Manajer Quality Control (QC) atau staf di departemen QC, wilayah kerjanya adalah mengawal mutu  produk agar tetap dalam mutu yang standar sesuai dengan permintaan pelanggan, dan demikian juga yang lainnya, genba berarti wilayah yang menjadi cakupan tanggung jawab dalam organisasi kerjanya.

    Dalam kontek penyelesaian masalah, ...selengkapnya

    Teknologi Industri »

    [12 Aug 2009 | 20 Comments | 31,364 views]

    PENDAHULUAN

    Ketika kita mendengar kata ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu, refleks ingatan kita terfokus pada setumpuk dokumen dan sebundel tugas yang bersifat paper work, bekerja menghabiskan waktu dibelakang meja sambil tak henti-hentinya meng-update data-data lapangan dan menginputnya ke dalam table-tabel excel yang membuat anda bosan, dan malas melanjutkan.

    Begitulah gambaran yang selama ini ada dibenak kebanyakan praktisi pabrik, namun sesungguhnya benarkah anggapan itu ? atau hanya karena kesalahan persepsi orang saja ?

    Baiklah, dalam catatan ringan ini saya akan mencoba sedikit mengurai benang kusut persepsi kita tentang ISO 9001, semoga bisa memberikan gambaran yang ringkas agar semangat implementasi ISO 9001 bisa sejalan dengan apa yang diinginkan standard ini.

    DEFINISI DAN SEJARAH ISO 9001:2008

    ISO berasal dari kata Yunani ISOS yang berarti sama, kata ISO bukan diambil dari singkatan nama sebuah organisasi walau banyak orang awam mengira ISO berasal dari International Standard of Organization, sama sekali BUKAN. ISO 9001 merupakan standard international yang mengatur tentang sistem management Mutu (Quality Management System), oleh karena itu seringkali disebut sebagai “ISO 9001, QMS” adapun tulisan 2008 menunjukkan tahun revisi, maka ISO 9001:2008 adalah system ...selengkapnya

    Teknologi Industri »

    [9 Aug 2009 | 6 Comments | 953 views]

    1. Pendahuluan

    Di dunia industri apapun, ada satu hal yang mutlak kebenarannya dan keberlakuannya. Bahwa industri ada karena fungsinya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Sehingga pemicu bagi keberadaan semua industri–terlepas dari jenis, ukuran, sifat, dan atribut lainnya– adalah adanya konsumen dan berbagai kebutuhan dan keinginannya.

    Hal ini kemudian berkembang menjadi faktor kunci penentu sukses tidaknya bahkan lebih jauh bertahan tidaknya suatu perusahaan, yaitu kemampuan dalam memberikan produk dan pelayanan yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, yang pada akhirnya akan terukur dalam derajat pencapaian kepuasan dari konsumen bersangkutan.

    Tidaklah mudah untuk memenuhi apa yang diminta oleh konsumen. Bahkan dalam skala yang lebih mikro, tidaklah mudah untuk bisa menghasilkan produk dan pelayanan yang konsisten dan seragam sepanjang waktu. Cobalah Anda membuat 2 buah tanda-tangan Anda sendiri pada selembar kertas, namun Anda dituntut untuk bisa menghasilkan tanda-tangan yang sama persis. Tidak mudah bukan?

    2. Standarisasi Produk vs. Sistem

    Menyambung uraian pada bagian pendahuluan diatas, bisa kita sederhanakan dengan adanya 2 hal yang saling terkait dan mestinya saling sinergi didalam perusahaan, yaitu persyaratan konsumen pada satu sisi dan hasil dari berbagai proses ...selengkapnya